Mendobrak format acara tradisional yang umum, SAS 2026 mengusung tema unik “cyber-anarchy” (anarki siber), di mana para peserta hadir sebagai pemberontak independen yang melangkah bersama untuk menyusun manifesto keamanan kolektif. Narasi ini mencerminkan kenyataan mendasar di ruang siber modern: respons pamungkas terhadap lingkungan ancaman yang kompleks saat ini terletak pada transformasi tindakan individual menjadi komunitas siber yang kolaboratif.
Lebih dari 200 peserta dari seluruh dunia akan menghadiri SAS, dan agenda tahun ini menampilkan pengungkapan kerentanan kritis serta investigasi insiden terkait serangan sangat kompleks yang menyasar berbagai sektor digital.
Teknik spionase siber: melampaui level OS ke tingkat yang lebih tinggi
Penelitian spionase siber tingkat lanjut di SAS tahun ini mengungkap ancaman sangat canggih yang semakin mahir dalam menghindari alat keamanan tradisional. Georgy Kucherin dari Kaspersky GReAT akan memaparkan secara rinci kampanye bootkit UEFI tingkat rendah yang tersembunyi dan menyasar entitas diplomatik, sementara rekannya, Sojun Ryu, akan menyajikan temuan baru mengenai taktik tingkat lanjut dari kelompok Lazarus APT yang terkenal.
Ancaman terhadap teknologi sehari-hari
SAS akan mengupas tuntas malware yang menyasar sistem konsumen, kontrol otomotif, dan perangkat media publik. Dmitry Kalinin dari Kaspersky Threat Research akan memberikan rincian baru mengenai kampanye yang menargetkan head unit mobil berbasis Android. Pakar keamanan Andy Nguyen akan menjelaskan bagaimana metode bypass keamanan konsol gim memungkinkan peneliti menjalankan sistem operasi Linux di PlayStation 5, dan peneliti independen Victor Pozdov akan merinci bagaimana kerentanan remote code execution (eksekusi kode jarak jauh) di dalam gim Counter-Strike dan Dota 2 memungkinkan akses ke PC para pemain. Selain itu, Alex Turing dari XLab akan memaparkan analisis mendalam mengenai “Kimwolf,” sebuah botnet Android TV masif berkapasitas 31,4 Tbps, dan Alfie CG dari Cellebrite Labs akan membedah “Rocket,” sebuah metode bypass keamanan iOS yang dipersenjatai dalam exploit kit Coruna.
AI menyerang AI
SAS akan berfokus pada persinggungan antara pembelajaran mesin dan keamanan siber. Satoki Tsuji dari Ikotas Labs akan mendemonstrasikan bagaimana rantai serangan Remote Code Execution jenis zero-click dapat sepenuhnya memintas mekanisme pengaman pada sistem coding berbasis AI, bahkan sebelum LLM (Large Language Model) dijalankan. Selain itu, Dr. Zhiniang Peng dari Huazhong University akan menampilkan sistem pencarian kerentanan otonom berbasis LLM yang berhasil mengotomatisasi penemuan dan verifikasi lebih dari 100 kerentanan zero-day pada berbagai distribusi Android terkemuka yang digunakan oleh sejumlah produsen ponsel pintar.
“Seiring dengan semakin kompleksnya lanskap ancaman global, upaya mengamankan masa depan digital kita menuntut penggunaan perangkat keamanan siber tepercaya serta kolaborasi aktif dan nyata antar-tim. Selama hampir dua dekade, Security Analyst Summit telah menjadi ekosistem utama bagi para pakar intelijen ancaman terkemuka dunia untuk membangun jejaring, menjalin hubungan saling percaya, dan berbagi temuan-temuan penting. Suasana ‘anarki siber’ tahun ini dirancang untuk memicu pemikiran kreatif yang inovatif serta membentuk kekuatan kolektif yang diperlukan untuk menghadapi serangan siber yang canggih,” ujar Igor Kuznetsov, Direktur Global Research and Analysis Team Kaspersky, dalam keterangan resminya, Jumat (18/9/2026).
Babak final SAS Capture the Flag (CTF) 2026 akan diselenggarakan selama acara berlangsung. Sebanyak 13 tim—yang terdiri dari delapan juara dari babak kualifikasi profesional SAS CTF dan lima pemenang regional dari turnamen global Kaspersky {CTF} untuk kalangan akademisi dan korporat—akan bertanding dalam format Attack-Defense (serang-dan-bertahan) yang intens demi memperebutkan bagian dari total hadiah senilai $18.000.














