ItWorks.id- Jobstreet by SEEK memperkenalkan dua inovasi terbaru, yakni Personalised Targeting dan Assist, yang terintegrasi dalam satu platform untuk membantu perusahaan mempercepat dan menyederhanakan proses rekrutmen.
Kedua solusi tersebut memanfaatkan AI dan otomatisasi untuk membantu perekrut menjangkau kandidat yang lebih relevan, mengelola lamaran dan shortlist, melakukan pemeriksaan referensi hingga wawancara awal berbasis suara.
Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi pekerjaan administratif dan repetitif sehingga perekrut dapat lebih banyak berfokus pada interaksi dengan kandidat dan pengambilan keputusan.“Rekrutmen bukan hanya tentang menemukan kandidat, tetapi juga tentang membangun koneksi dan mengambil keputusan yang tepat,” ujar Wisnu dalam paparan pers (18/09/2026), di Jakarta.
Melalui Personalised Targeting, sistem mempelajari kebutuhan dan pola rekrutmen masing-masing perusahaan, termasuk preferensi, kriteria kandidat, aktivitas pencarian, shortlist, dan riwayat perekrutan. Informasi tersebut digunakan untuk menjangkau kandidat melalui email, rekomendasi, maupun notifikasi.
Sementara itu, Assist berperan sebagai mitra rekrutmen berbasis agentic AI yang memberikan rekomendasi langkah berikutnya. Fitur ini mencakup penyusunan shortlist berdasarkan kriteria perusahaan, pemeriksaan referensi otomatis, serta AI Voice Pre-screen untuk melakukan wawancara awal berbasis suara.
Jobstreet by SEEK menegaskan bahwa AI tidak dirancang untuk menggantikan perekrut. Teknologi digunakan untuk menangani pekerjaan rutin, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan tim HR. “Integrasi AI khusus untuk kebutuhan rekrutmen dapat mengurangi hambatan administratif sekaligus memberikan lebih banyak waktu bagi perekrut untuk memahami kandidat, membangun hubungan, dan mengambil keputusan strategis,” ujar Wisnu.
Peluncuran Personalised Targeting dan Assist merupakan bagian dari transformasi Jobstreet by SEEK di kawasan Asia-Pasifik. Sejak 2023, perusahaan secara bertahap melakukan unifikasi platform, memperluas akses iklan lowongan kerja, meningkatkan teknologi AI matching, hingga mengintegrasikan alur kerja rekrutmen dalam satu platform.














