ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Infrastruktur Jadi Kunci Implementasi AI, Vertiv Hadirkan Panduan bagi Perusahaan

Fauzi
3 November 2026 | 12:22
rubrik: Business Solution
Infrastruktur Jadi Kunci Implementasi AI, Vertiv Hadirkan Panduan bagi Perusahaan

Image: Vertiv

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – Bersama Deloitte Center for Integrated Research, Vertiv Holdings Co. memperkenalkan kolaborasi yang bertujuan membantu perusahaan mengatasi salah satu tantangan utama dalam melakukan transisi artificial intelligence (AI) dari tahap eksperimen menuju implementasi produksi, yaitu menentukan di mana beban kerja AI sebaiknya dijalankan dan apakah infrastruktur fisik yang tersedia mampu mendukungnya.

Panduan baru Vertiv Designing Infrastructure for Enterprise AI Guide, yang dikembangkan oleh Vertiv bersama STL Partners, sebuah firma riset infrastruktur digital, menyediakan kerangka kerja berbasis beban kerja bagi para pimpinan bisnis, IT, dan fasilitas infrastuktur AI untuk membantu mengambil keputusan tersebut sebelum menetapkan rencana infrastruktur.

Dengan memulai dari tujuan bisnis yang ingin dicapai dan beban kerja AI yang akan dijalankan, organisasi dapat mengevaluasi lokasi implementasi, kebutuhan infrastruktur, serta kesiapan fasilitas, lalu menyesuaikan setiap beban kerja dengan model infrastruktur fisik dan desain referensi yang tepat untuk perencanaan dan validasi teknis lebih lanjut.

Riset yang mendasari panduan ini menyoroti satu pertimbangan penting ketika perusahaan mulai menggunakan AI secara berkelanjutan dalam lingkungan produksi, yaitu kesiapan infrastruktur sehingga dapat menentukan di mana AI dapat diimplementasikan serta seberapa cepat beban kerja yang akan digunakan dalam operasional. Ketersediaan daya, sistem pendinginan, konektivitas, dan kapasitas operasional dapat menentukan apakah beban kerja yang akan dijalankan dapat didukung oleh fasilitas yang sudah ada atau membutuhkan model implementasi yang berbeda.

Panduan ini menerjemahkan berbagai pertimbangan tersebut ke dalam empat langkah utama: (1) menentukan tujuan bisnis dan beban kerja AI yang akan dijalankan, (2) mengevaluasi skala, kebutuhan performa, dan kebutuhan operasional, (3) menentukan lokasi implementasi yang paling sesuai, serta (4) mencocokkan beban kerja AI dan lokasi tersebut dengan model infrastruktur fisik serta desain referensi yang tepat.

BACA JUGA:  Resmi Rilis, POCO X7 Series Suguhkan Performa dan Desain Menarik

“Fase berikutnya dari AI enterprise tidak hanya ditentukan oleh model AI dan kemampuan komputasi, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam menyediakan daya, pendinginan, konektivitas, dan lingkungan operasional yang dibutuhkan oleh setiap AI yang akan digunakan,” ujar Giordano Albertazzi, CEO Vertiv. “Dengan memulai dari pemahaman terhadap beban kerja tersebut, perusahaan dapat mengambil keputusan terkait infrastruktur lebih awal, mengidentifikasi keterbatasan dengan lebih cepat, dan membangun jalur yang lebih realistis untuk melakukan transisi AI dari tahap uji coba menuju implementasi produksi.”

“Kebutuhan operasional dan pertimbangan ekonomi AI akan berubah seiring peralihan ke tahap produksi,” ujar Nicholas Merizzi, Principal dan Silicon2Service U.S. Lead di Deloitte Consulting LLP. “Organisasi perlu mempertimbangkan nilai bisnis, tata kelola, kepemilikan operasional, dan infrastruktur secara bersamaan. Membahas berbagai aspek tersebut sejak tahap perencanaan memberikan landasan yang lebih kuat bagi para pemimpin untuk menentukan di mana beban kerja AI sebaiknya dijalankan dan bagaimana cara mendukungnya dalam jangka panjang.”

Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa penggunaan AI pada perusahaan atau organisasi terdiri dari berbagai jenis beban kerja dan bukan sekadar satu keputusan infrastruktur tunggal. Beban kerja AI yang masih berada pada tahap eksplorasi dapat tetap dijalankan di penyimpanan awan (cloud), sementara beban kerja yang bersifat berkelanjutan atau kritikal bagi bisnis mungkin lebih cocok dijalankan pada infrastruktur hybrid atau kapasitas yang dikelola sendiri oleh perusahaan. Beban kerja AI yang membutuhkan waktu respons lebih cepat, tingkat kontrol yang lebih tinggi, kedekatan dengan sumber data, atau performa model tertentu mungkin perlu dijalankan di edge atau lingkungan terkontrol lainnya.

Pendekatan yang berfokus pada karakteristik beban kerja ini memungkinkan public cloud, colocation, penyimpanan perusahaan, lingkungan hybrid, maupun infrastruktur edge untuk sama-sama berperan sesuai kebutuhan. Alih-alih mendorong atau menolak penggunaan cloud secara umum, panduan ini menyediakan metode yang konsisten untuk menentukan lingkungan operasional yang paling sesuai bagi setiap beban kerja AI yang dijalankan.

BACA JUGA:  Perkuat Kedaulatan Data dan Amankan Aplikasi Berbasis AI, F5 Hadirkan Point of Presence Baru di Indonesia

Riset ini mengelompokkan beban kerja pada AI enterprise ke dalam enam arketipe yang mencakup pengembangan model, pelatihan ulang model, serta empat kategori penggunaan AI dalam lingkungan produksi. Arketipe tersebut membantu organisasi mengidentifikasi workload dengan kebutuhan performa, operasional, dan infrastruktur yang serupa, sehingga menyediakan dasar perencanaan yang lebih konsisten. Setiap karakteristik beban kerja tersebut kemudian dapat dipetakan ke salah satu dari empat model infrastruktur fisik, yaitu Edge AI Cluster, Small AI Cluster, Large AI Cluster, dan High-Density AI Cluster.

Keempat model tersebut menjadi titik awal dalam pengambilan keputusan terkait kebutuhan daya, pendinginan, sistem kontrol, konektivitas, resiliensi, dukungan operasional, serta kebutuhan pertumbuhan di masa depan. Desain referensi yang tersedia selanjutnya dapat disesuaikan berdasarkan hasil asesmen lokasi, kebutuhan beban kerja, dan perencanaan teknis yang lebih mendetail.

Kesiapan fasilitas merupakan faktor penting di seluruh model tersebut. Panduan ini membantu perusahaan atau organiasi mengevaluasi apakah lokasi yang dipilih memiliki kapasitas daya, pendinginan, konektivitas, kapasitas operasional, serta ruang ekspansi yang memadai. Melakukan asesmen sejak awal dapat membantu mengidentifikasi keterbatasan infrastruktur sebelum menjadi hambatan dalam implementasi.

Tags: AIDeloitteGenerative AIVertiv
Previous Post

Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Siapkan Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia

Next Post

Pelindo Perkuat Sinergi, Gelar Coffe Morning Sosialisasi Transformasi Layanan Nonpetikemas  

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Albarsah
2 November 2026 | 13:28

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Fauzi
30 October 2026 | 22:28

TOP Digital Awards 2026: Pupuk Iskandar Muda Pacu Transformasi Digital, Dua Aplikasi Unggulan DELTA dan CORSA Tingkatkan Efisiensi

TOP Digital Awards 2026: Pupuk Iskandar Muda Pacu Transformasi Digital, Dua Aplikasi Unggulan DELTA dan CORSA Tingkatkan Efisiensi

Ahmad Churi
30 October 2026 | 16:49

TOP Digital Awards 2026: Madiun Go AI, Strategi Pemkot Madiun Percepat Transformasi Layanan Publik

TOP Digital Awards 2026: Madiun Go AI, Strategi Pemkot Madiun Percepat Transformasi Layanan Publik

Ahmad Churi
30 October 2026 | 15:37

pengadilan-agama-tuban-transformasi-digital-ai-top-digital-awards-2026

TOP Digital Awards 2026: Pengadilan Agama Tuban Perkuat Layanan Digital Berbasis AI

Teguh Imam Suyudi
29 October 2026 | 08:00

Load More

TERPOPULER

  • TECNO Luncurkan MEGABOOK K15S, Laptop Ryzen 5  Bidik Produktivitas Modern

    TECNO Luncurkan MEGABOOK K15S, Laptop Ryzen 5  Bidik Produktivitas Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Pupuk Iskandar Muda Pacu Transformasi Digital, Dua Aplikasi Unggulan DELTA dan CORSA Tingkatkan Efisiensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Siapkan Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Optimisme Industri Kendaraan Listrik Menguat, PEVS 2026 Catat 35.257 Pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto