ItWorks.id – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang, Rabu (4/11). Mengusung tema “Connect. Collaborate. Accelerate.”, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi APJATEL bersama para pemangku kepentingan industri telekomunikasi untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan sinergi, serta mendorong percepatan transformasi digital nasional.
Rakernas APJATEL 2026 dihadiri oleh lebih dari 300 peserta terdiri dari anggota dan mitra APJATEL, pelaku industri telekomunikasi, serta perwakilan pemerintah dan pembuat kebijakan. Melalui forum tahunan ini, APJATEL menyelaraskan visi dan program kerja, mengevaluasi pencapaian 2026, serta membuka kesempatan dialog tentang tantangan dan peluang industri telekomunikasi Indonesia ke depan.
Ketua Umum APJATEL, Jerry Siregar, menyatakan pelaksanaan Rakernas merupakan amanat AD/ART yang sangat penting digelar rutin agar seluruh anggota memiliki arah dan pemahaman yang selaras.
“Rakernas bukan hanya menjadi forum untuk menyampaikan laporan kinerja organisasi, tetapi juga ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pandangan, dan memperkuat sinergi satu sama lain, Kolaborasi menjadi kunci agar industri telekomunikasi khususnya fixed broadband dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung kedaulatan serta transformasi digital Indonesia,” ujar Jerry, dalam siaran pers resmi yang diterima redaksi ItWorks, Kamis (5/11/2026).
Fiber Optik, Pilar Transformasi Digital Indonesia
Salah satu agenda utama Rakernas APJATEL 2026 adalah talkshow bertajuk “AI-Powered Connectivity: Mengakselerasi Infrastruktur Digital Indonesia”. Sesi ini membahas dampak perkembangan artificial intelligence (AI) terhadap kebutuhan pembangunan, pengelolaan, dan optimalisasi infrastruktur konektivitas. Pembicara yang dihadirkan di sesi ini adalah Wijaya Kusumawardhana, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Abraham S. bernardus, Vice President Business Centratama Group, dengan moderator M. Tri Prasetya, Wakil Ketua Umum I APJATEL.
Para pembicara menekankan bahwa AI memerlukan infrastruktur konektivitas yang andal, berkapasitas besar, serta merata di seluruh wilayah Indonesia. Selain untuk pertukaran data, jaringan telekomunikasi juga menopang operasional data center, layanan cloud computing, dan berbagai aplikasi digital yang menuntut kapasitas serta kecepatan yang tinggi.
Laporan Kinerja Komdigi Tahun 2025 mencatat perkembangan infrastruktur fiber optik Indonesia sebagai berikut:
- Fiber optik terrestrial: sekitar 1,02 juta kilometer
- Fiber optik bawah laut: sekitar 131,2 ribu kilometer
- Jangkauan: 5.253 dari 7.285 kecamatan (sekitar 72,11%)
Angka ini menunjukkan pesatnya pembangunan konektivitas nasional sekaligus masih besarnya kebutuhan pemerataan jaringan.
Penataan Jaringan Butuh Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan
APJATEL juga menyoroti pentingnya penataan fiber optik agar pembangunan konektivitas lebih terkoordinasi, aman, dan berkelanjutan. Upaya yang terus dilakukan adalah penataan bertahap dari jaringan udara menuju kabel tanam bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, mencakup relokasi jalur penerapan tiang terpadu, dan perapihan kabel di sejumlah ruas jalan.
Berdasarkan data program APJATEL di wilayah Jabodetabek, Serang, dan Banten periode 2021 2026, sebagian disampaikan dalam rapat koordinasi pada 16 Oktober 2026, penataan telah mencakup 363 lokasi dengan total panjang 604,771 kilometer. Sebanyak 281 lokasi sepanjang 403,218 kilometer telah selesai, sedangkan 82 lokasi sepanjang 201,553 kilometer masih dikerjakan. Capaian ini menunjukkan bahwa penataan jaringan memerlukan proses berkelanjutan dan koordinasi yang konsisten antara penyelenggara jaringan, mitra pelaksana, dan pemerintah daerah.
Karena itu, APJATEL mendorong integrasi program pembangunan antar organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten, sehingga pekerjaan seperti perbaikan jalan, trotoar, jembatan penyeberangan, dan drainase sejak tahap perencanaan, integrasi perizinan, survei bersama, dan pemantauan pekerjaan di lapangan. Dengan begitu, penataan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih rapi, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan dan keandalan layanan.
Memperkuat Sinergi dan Arah Strategis Industri
Selain talkshow, Rakernas juga diisi dengan penyampaian laporan kinerja organisasi tahun 2026 oleh ketua Umum dan diskusi panel yang melibatkan Dewan Pengawas, Pengurus, anggota APJATEL, perwakilan operator skala besar, menengah, dan kecil, asosiasi, serta pemerintah. Diskusi membahas isu strategis industri, termasuk koordinasi lintas pemangku kepentingan, pengembangan infrastruktur jaringan, dan peluang kolaborasi dalam pembangunan konektivitas nasional.
Rakernas juga menandai peluncuran website terbaru APJATEL yang diharapkan memperkuat akses informasi tentang organisasi, kegiatan, dan kontribusi APJATEL bagi industri jaringan telekomunikasi Indonesia. Selain itu secara keseluruhan, melalui Rakernas 2026 ini APJATEL berharap lahir lima hal berikut:
- Sinergi antar anggota: Rakernas diharapkan menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan membangun hubungan antaranggota yang baik dan kolaboratif, sesuai tema “Connect. Collaborate. Accelerate.”
- Arah kerja yang jelas dan terarah: Melalui laporan pertanggungjawaban kegiatan setahun terakhir dari Ketua Umum dan para Ketua Korwil, serta pemaparan materi oleh pengurus, seluruh anggota memahami capaian dan program ke depan.
- Aspirasi anggota tersalurkan: Rakernas menjadi wadah diskusi bagi perwakilan anggota (174 anggota tetap dan 60 anggota mitra) untuk menyampaikan masukan dan pandangan.
- Kesiapan menghadapi era AI: Talkshow AI diharapkan menjawab pertanyaan strategis: kebutuhan infrastruktur konektivitas yang lebih kuat, efisiensi pengelolaan jaringan, peran fiber optik sebagai backbone ekosistem AI, peluang bisnis baru bagi anggota, dan adaptasi industri telekomunikasi.
- Langkah strategis untuk kedaulatan transformasi digital nasional: Rakernas diharapkan menghasilkan langkah nyata bagi perkembangan infrastruktur telekomunikasi nasional, dengan dukungan penuh dari pemangku regulasi.
“Melalui semangat Connect. Collaborate. Accelerate., kami ingin mendorong industri untuk tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga memperkuat kerjasama dan mempercepat pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. APJATEL berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi bagi para penyelenggara jaringan telekomunikasi dan pemangku kepentingan terkait,” pungkas Jerry.














