Jakarta, Itech- Schneider Electric, WaterForce dan Microsoft bekerjasama mengembangkan solusi Internet of Things (IoT) berbasis cloud yang memungkinkan para petani untuk memaksimalkan efisiensi sistem penggunaan air hingga 30%, sekaligus memantau serta mengendalikan pompa dan sistem irigasi mereka secara remote.
Schneider Electric, perusahaan global di bidang manajemen energi dan automasi mengumumkan kesuksesan yang diraih bersama WaterForce, penyedia solusi pengelolaan air dan irigasi asal Selandia Baru mengembangkan solusi Internet of Things (IoT) yang dikendalikan secara mobile dan berbasis cloud. Solusi ini dibangun menggunakan teknologi Microsoft Azure dan Azure IoT, yang memungkinkan para petani bisa mengoperasikan sistem irigasi pivot dengan keleluasaan, efisiensi dan keberlanjutan yang lebih baik.
“Saat ini, pertanian mendominasi hampir 70% konsumsi air dunia. Seiring meningkatnya permintaan pangan global, penggunaan air diperkirakan akan semakin meningkat, dan hal ini membuat sistem irigasi yang efisien menjadi sebuah hal yang kritikal. Dengan arsitektur EcoStruxure dari Schneider Electric, WaterForce mengembangkan solusi IoT berbasis cloud yang disebut SCADAfarm yang memungkinkan para petani bisa memantau dan mengendalikan pompa dan sistem irigasi pivot mereka dari komputer, tablet atau smartphone mereka secara remote,” papar Rob McGreevy, Vice President of Information, Operations and Asset Management Schneider Electric dalam rilisnya (22/8), di Jakarta.
Disebutkan, Salah satu pertanian yang pertama mencoba solusi ini adalah Blackhills Farm yang terletak di kawasan Canterbury Plains, New Zealand. Pemiliknya, Craig Blackburn mengelola peternakan Blackhills yang memiliki luas 400 hektar, terdiri dari 2.100 ternak dan 800 domba. Untuk memberi makan ternaknya, Craig juga mengelola sebuah pertanian yang beroperasi menggunakan air irigasi. Kini dengan SCADAfarm, ia dapat dengan mudah memanfaatkan IoT untuk memantau dan mengelola penggunaan airnya.
“Dulu, setiap hari saya harus menyesuaikan pivot dan pompa saya dengan berbagai alasan, dari mulai pergeseran angin, tingkat hujan, atau peraturan daerah setempat. Sekarang saya dapat memantau dan mengendalikan sistem irigasi dengan mudah dari ponsel saya. InI menghemat waktu karena tidak perlu menghabiskan waktu berkeliling peternakan. Dengan informasi di ujung jari saya, peternakan saya kini lebih produktif, biaya air dan energi lebih rendah, dan hasil panen pun lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan solusi IoT ini, Craig dapat memantau dan mengoperasikan sistem irigasi dan pompanya dari jarak jauh, seperti menyesuaikan sprinkler atau semprotan untuk kebutuhan spesifik tanaman, jenis tanah dan tingkat kelembaban; menggabungkan data real-time dari stasiun cuaca di pertanian. Sehingga ia dapat cepat menyesuaikan irigasi untuk kondisi hujan, angin, panas ataupun kondisi lainnya. Solusi ini membuat Craig lebih mudah menganalisa rencana penyiraman, mengingatkannya jika ada sesuatu yang salah, hingga memonitor penyimpanan airnya. Pada akhirnya, Blackhills Farm dapat menikmati penghematan air sebesar 30% juga penghematan biaya untuk energi hingga 50%. (Red-AC)













