Jakarta, Itech- Berkembangnya bisnis online di era sekarang ini, telah menggerus bisnis konvensional termasuk warung sembako yang ada di pemukiman warga. Mengantisipasi hal itu, binaan Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) bernama programa Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) memprakarsai berdirinya Agen Sembako Sahara untuk mendukung bisnis kaum ibu yang dilengkapi sistem teknologi android untuk layanan pejualan on line.
“Pasar bisnis warung konvensional yang ada di permukiman warga yang sebagian besar dijalankan oleh para kaum ibu, setiap tahun tergerus hingga 4% akibat maraknya ritel modern yang makin marak memasuki perkampungan yang terjadi di berbagai daerah. Bahkan warung konvensional kian terancam dengan makin maraknya layanan e-commerce dan sistem belanja online yang diberikan oleh para pemodal besar. Karena itu, melalui Sahara kami menginisiasi program Gelar 1.000 Agen Sembako Sahara yan salah satunya dengan membekali pelaku usaha ini dengan teknologi informasi agar bisa memberikan layanan secara online,” ujar Ketua Umum Inkowapi Sharmila, pada acara peluncuran “Program Gelar 1.000 Agen Sembako Sahara” bersama Inkowapi dan OK OCE, (25/10), di Kantor Kemenkop UKM, Rasuna Said, Jakarta.
Menurut Sharmila, selama ini Inkowapi sangat konsen untuk membina kaum ibu-ibu yang mempunyai kegiatan usaha agar bisa terus bertahan. Melalui gerakan ini, Sahara bertekad membangkitkan semangat para kaum ibu dalam menjalankan usaha warung sembako, karena selama ini ternyata sangat membantu dalam meningkatkan daya saing ekonomi keluarga.
“Sekarang ini eranya teknologi, saya ingin agar ibu-ibu rumah tangga yang menjalankan usaha juga bisa lebih melek teknologi dalam menopang usahanya. Kami sangat mengapresiasi karena sampai saat ini masih banyak warung yang dijalankan ibu-ibu. Sekarang melalui Agen Sembako Sahara, kami ingin warung yang ada di pemukiman juga punya daya saing dengan dukungan teknologi informasi dan sistem on line,” ujarnya.
Program “Gelar 1.000 Agen Sembako Sahara Bersama Inkowapi dan OK OCE”, secara resmi diluncurkan oleh Sekretaris Menkop UKM, Agus Muharram di Aula Kantor Kemenkop UKM, Rasuna Said, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Agus menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program yang dijalankan Inkowapi melalui Sahara yang melakukan pembinaan terhadap warung-warung tradisional masyarakat agar bisa meningkatkan usahanya. “Kalau ibu-ibu bisa meningkatkan usahanya, ini berarti kaum ibu juga punya peran besar dalam upaya ikut mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Dia berharap program 000 agen sembako Sahara bisa terus ditingkatkan lebih banyak lagi jumlahnya. Jika tahun ini bisa 1000 agen sembako, tahun depan dihartapkan bisa menjadi 10.000, dan tahun berikutnya lagi menjadi 1 juta agen sembako. “Kalau ini tercapai maka barulah dapat berdampak, sebab sembako merupakan kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dalam keseharian kehidupan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah juga akan mendukung, seperti dukngan permodalan dengan bunga rendah, seperti dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tuturnya.
Ketua Umum Inkowapi Sharmila menambahkan, dalam program ini Inkowapi akan meningkatkan kegiatan dalam membina kaum ibu-ibu yang mempunyai usaha. Dengan sistem on line, ini akan memotong mata rantai distribusi pembelanjaan, sehingga diharapkan harganya bisa menjadi lebih kompetitif. Ia mencontohkan, selama ini para agen sembako yang dikelola ibu-ibu itu membeli gula pasir dari agen sembako dengan harga Rp13.000 per kilogram (kg). Kini setelah mereka menjadi anggota koperasi, mereka bisa mendapatkan harga gula pasir dengan harga lebih murah yakni Rp11.700 per kg. “Meski selisihnya tidak banyak tapi bagi ibu-ibu, beda harga sedikit saja maka ibu-ibu akan pindah beli ke warung yang lebih murah,” ujarnya.
Program Sahara membantu para ibu-ibu dalam hal pembelian bersama sembako, penjualan bersama, dan pembiayaan bersama. Inkowapi berharap semua pemilik warung tradisional yang menjadi binaan Sahara dapat mengelola warungnya dengan manajemen yang baik agar usahanya bisa meningkat. Ada tiga hal yang menjadi perhatian Sahara yakni, pendidikan usaha, permodalan, dan sistem teknologi informasi (IT System.
“Saat ini orang bisa berbelanja ke warung-warung binaan Sahara melalui aplikasi di smartphone android bernama Sembako Sahara. Jadi, pembeli dan agen pemilik warung bisa bertransaksi pembelian-penjualan sembako langsung di aplikasi tersebut,” tandasnya. (Red-AC)














