Jakarta, Itech- Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara kembali menekankan fokus utama pengembangan kota cerdas (smart city) harus bisa mengubah pola pikir dan proses yang berorientasi dan fokus dalam melayani masyarakat.
“Saya selalu sampaikan, berkaitan dengan smart city, konotasinya masih banyak tentang teknologi. Saya Menteri teknologi, tapi saya katakan bukan tentang teknologi, bukan tentang digital, tapi tentang mengubah mindset, mengubah pola, cara, proses bisnis dalam melayani masyarakat,” tandas Menteri Rudiantara dalam Awarding Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 pada (11/12), di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta.
Menteri Kominfo seperti dilansir dalam laman web kominfo.go.id menjelaskan, teknologi mengambil peran dalam membantu pelayanan masyarakat yang lebih cepat. Dengn teknologi bisa melayani lebih cepat, ambil keputusan lebih cepat, sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang lebih baik.
Awarding Rating Kota Cerdas merupakan penutup rangkaian kegiatan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 yang telah berlangsung dari Mei 2017 lalu. Diikuti oleh 93 kota, penganugerahan ini dibagi menjadi beberapa kategori, di antaranya kategori Rating Keamanan dan Kebencanaan (Safe and Secure Cities), Rating Kota Kesiapan Integrasi (Integration Readiness Cities), dan Rating Digital Government Readiness.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo dalam sambutannya menyatakan, agar paa pemimpin daerah, para walikota yang hadir agar mengelola kotanya dengan baik dan mampu mengembangkan kotanya menjadi kota yang modern. Kegiatan RKCI ini diinisiasi oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menumbuhkan awareness mengenai smart city dengan melakukan peratingan kota-kota berdasarkan inisiasi dan implementasi kota-kota tersebut terhadap smart city.
“Pengelolaan suatu kota, betul-betul harus smart. Walaupun kota kecil, sekecil-kecilnya kota itu mereka punya penduduk yg relatif lebih maju. Sebagai walkot harus mempunyai pemikiran untuk memajukan kotanya,” ujarnya.
Penghargaan RKCI Kategori Rating Ekonomi Cerdas yang dibagi menjadi 3 kelas yaitu Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil. Kota Besar dimenangkan oleh Kota Batam, Surabaya, Tangerang Selatan, Medan, dan Semarang. Kota Sedang dimenangkan oleh Kota Manado, Balikpapan, Kediri, Denpasar, dan Jayapura. Terakhir, Kota Kecil dimenangkan oleh Kota Sawahlunto, Magelang, Bukittinggi, Pariaman, dan Bontang. (AC)














