Jakarta, Itech – Hingga saat ini, ICT Development Index (IDI) Indonesia masih berada di urutan bawah, bila dibanding negara-negara tetangga lain. Menyikapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Simposium Peningkatan ICT Development Index (IDI) Indonesia dengan mengusung tema “Enhancing Stakeholders Collaboration to Improve Indonesia’s IDI”.
Pada tahun lalu (2016), Indonesia memiliki nilai IDI sebesar 3.86 dan berada dalam peringkat 115 di dunia. Di tataran regional, Indonesia (Asia dan Pasifik) berada pada peringkat 19. Dibanding tahun 2015, IDI Indonesia mengalami peningkatan sebesar 0.23, dari angka tahun 2015 sebesar 3.63 menjadi sebesar 3.86.
Peningkatan tersebut terdapat dalam salah satu indeks pengukuran, yakni jumlah penggunaan broadband di ponsel, pengguna internet, dan rumah tangga yang memiliki internet. Namun sayang, kenaikan IDI tidak mengubah peringkat Indonesia di IDI, yang tetap berada di peringkat 115 tingkat dunia. IDI mulai dipublikasi sejak 2009 oleh International Telecommunication Union (ITU).
Guna mendorong percepatan peningkatan IDI, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Simposium Peningkatan ICT Development Index (IDI) Indonesia dengan mendatangkan para ahli ICT dan stakeholder terkait. Simposium yang berlangsung di Grand Sahid Jakarta dari tanggal 12 – 13 Desember 2017 ini, diikuti dari unsur Kementeran Kominfo, Kemdikbud, BPS dan operator telekomunikasi untuk dapat memberikan inisiatif, pemikiran dan masukan pengetahuan untuk meningkatkan posisi IDI Indonesia.
“Kita berterima kasih Koay Hock Eng, Consultant, ITU, yang sudah mau datang kesini sharing pengetahuannya sehingga kita bisa tahu kalau memang ada kekurangan-kekurangan dalam kita menghitung index ini. Kita tahu ternyata ini yang kita perlu, umpamanya Indonesia digital literasinya yang rendah atau ICT digital skillnya yang perlu ditingkatkan,” ungkap Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika), Kemkominfo Semuel A. Pangerapan, di Jakarta, seperti dilansir dalam siaran persnya, baru baru ini.
Dikatakan, dari hasil karya simposium ini akan digunakan dalam pembahasan lanjutan FGD ahli, sehingga menghasilkan dokumen acuan langkah strategis Indonesia dalam meningkatkan IDI. Hasil Simposium Peningkatan IDI Indonesia akan dipergunakan unit kerja di lingkungan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, kementerian dan lembaga terkait lainnya serta masyarakat baik nasional dan internasional sebagai acuan strategis pengembangan TIK di Indonesia.
IDI yang merupakan indeks komposit ini, mengombinasi 11 indikator menjadi satu buah ukuran perbandingan. Beberapa indikator seperti pembangunan infrastruktur jaringan, tingkat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan beberapa aspek terkait implementasi ICT. Tujuan dari IDI adalah mengetahui level dan perkembangan indeks antar negara, mengetahui perkembangan IDI di negara berkembang dan negara maju, mengukur digital divide, dan perbedaan IDI antarnegara. (AC)














