Jakarta, Itech – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PUPR, dan Kantor Staf Kepresidenan memiliki program Gerakan Menuju 100 Smart City.
PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berkomitmen menghadirkan solusi smart city di Indonesia melalui program smart city Nusantara, salah satunya dengan membangun Living Lab Smart City Nusantara di kantor Telkom Gunung Sahari Jakarta Pusat pada Mei 2016.
“Semua fasilitas di Living Lab Smart City Nusantara sangat bagus dan holistik. Apalagi solusi e-puskesmas untuk mempercepat penyelesaian wabah penyakit campak yang sedang marak di Indonesia,” kata Semuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika) ketika mengunjungi Living Lab Smart City Nusantara, Jumat.
Semuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika) dan Dian Rachmawan (Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom) mengatakan smart city merupakan rumpun dari disiplin Internet of Things (IoT). Solusi IoT menyebarkan semua sensor dan detektor yang memberikan informasi secara rutin. Telkom membuat sebuah Laboratorium Smart City yang lengkap dan Instansi pemerintah bisa melihat, merasakan dan melakukan demo aplikasi secara real time.
“Kepala Daerah bisa melihat simulasi dari solusi yang dipilihnya untuk masyarakatnya sehingga tingkat kesalahan bisa diminimalisasi,” ujarnya.
Solusi Smart City
PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berkomitmen menghadirkan solusi smart city di Indonesia melalui program smart city Nusantara, salah satunya dengan membangun Living Lab Smart City Nusantara di kantor Telkom Gunung Sahari Jakarta Pusat pada Mei 2016.
Living Lab Smart City Nusantara menampilkan beragam simulasi, miniatur dari ruang smart city seperti Smart Energy, Smart Government, Smart Industry, Smart Citizen, dan Smart Infrastructure yang terdiri dari ruang Command Center dan Data Center.
Smart Energy merupakan solusi smart city PT Telkom yang memungkinkan pemerintah daerah menghemat penggunaan daya lampu listrik berbasis LED untuk penerangan umum. Lampu LED mampu menghemat daya listrik hingga 50 persen sekaligus menekan pengeluaran pemerintah daerah untuk membayar listrik. Hebatnya, pemerintah daerah atau kota juga bisa mengendalikan atau menyalakan lampu melalui smartphone yang berbasis iOS dan Android.
“Lifetime lampu penerangan ini bisa sampai 3-4 tahun,” kata Wahyudi (SM Smart City Development PT Telkom).
Smart Government adalah solusi smart city PT Telkom yang terdiri dari e-kelurahan, e-puskesmas, e-office dan siap online. Layanan e-kelurahan memungkinkan pengurusan perizinan secara digital, e-puskesmas mengintegrasikan puskesmas dengan BPJS dan dinas kesehatan sehingga pasien cepat tertangani, e-office memungkan proses surat menyurat berbasis digital termasuk tanda-tangan yang selama ini manual dan siap online memungkinkan orang tua mengawasi proses belajar mengajar anak di sekolah. Solusi smart government juga memiliki solusi smart city absensi online yang berbasis web base dan memungkinkan proses absensi secara digital.
Smart Industry adalah solusi smart city PT Telkom untuk industri, salah satunya melaporkan setiap transaksi pajak ke Dispenda secara real-time. Smart Citizen merupakan solusi smart city PT Telkom untuk warga dan turis seperti e-pelaporan. Warga bisa melaporkan segala kejadian di masyarakat seperti kebakaran dan kecelakaan lalu lintas di e-pelaporan.














