Jakarta, Itech – PT Lion Mentari Airlines (Lion Group) menandatangani kontrak pembelian 50 pesawat Boeing 737 Max 10. Pesawat ini dikembangkan dengan teknologi terkini yang diklaim sebagai jet berlorong tunggal paling efisien yang akan memberi keuntungan bagi industri penerbangan.
Maskapai Lion Air Grup resmi melakukan pembelian terhadap 50 unit Boeing 737 Max 10 dengan total nilai sebesar USD6,24 miliar. Nominal tersebut menjadikan Lion Air Group sebagai pelanggan Boeing dengan pemesanan pesawat terbesar untuk jenis MAX 10 hingga saat ini. Pembelian ini merupakan kelanjutan dari komitmen Boeing dan Lion Air Group di Paris Air Show 2017. Boeing 737 MAX 10 sebagai generasi pesawat terbaru, yang akan menjadi jet berlorong tunggal (single aisle) paling efisien dan menguntungkan di industri penerbangan.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Lion Air Group, Edward Sirait, Lion Air menjadi pelanggan pertama yang melakukan pembelian versi terbaru Boeing 737 Max 10, setelah sebelumnya menjadi maskapai pengguna pertama di dunia yang mengoperasikan 737 MAX 8 dan pemesan pertama Boeing 737 MAX 9.
“Pesawat ini memberikan keuntungan yang lebih karena memiliki tingkat efisiensi tinggi dari segi bahan bakar, biaya operasional, dan juga berteknologi tinggi,” katanya kepada pers pada acara “penandatangan kontrak pembelian 50 pesawat Boeing 737 Max 10” pada (10/4), di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.
Nilai kontrak pembelian mencapai US$ 6,24 miliar atau sekitar Rp 85,78 triliun jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp 13,747 per US$. Lion Air menyebut pembelian itu menjadikan Lion Air Group sebagai pelanggan Boeing dengan pemesanan pesawat terbesar untuk jenis MAX 10 hingga saat ini.
Boeing 737 MAX merupakan seri pesawat yang menawarkan konfigurasi 130-230 tempat duduk. Ketinggian jelajah mencapai 3.850 mil laut atau 7.130 kilometer. Untuk tenaga, 737 MAX didukung mesin CFM international LEAP-1B terbaru. Mesin ini diklaim mampu membuat kabin lebih senyap sehingga polusi suara yang dihasilkan bisa diturunkan. (Red-AC)














