Penyelenggaraan Asian Games 2018, dengan Indonesia sebagai tuan rumah, kian dekat. Ini adalah yang kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah ajang akbar olah raga negara-negara Asia, setelah yang pertama kali pada tahun 1962 di Jakarta.
Setelah 56 tahun, tentu banyak perbedaan dalam penyelenggaraan Asian Games kali ini, salah satunya adalah penggunaan teknologi canggih, oleh INASGOC, selaku panitia penyelenggara, untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan Asian Games tahun ini.
Apa saja teknologi canggih tersebut? Berikut rangkumannya yang dikumpulkan oleh redaksi itech dari pemberitaan di media massa:
Drone alias pesawat tanpa awak
Di acara Countdown Asian Games 2018 di Monas, Jakarta, Agustus tahun lalu, 300 drone ‘menari-nari’ selama kurang lebih enam menit dengan membentuk sejumlah koreografi dengan warna-warni yang berubah-ubah. Beberapa koreografi yang dibentuk mpulan drone ini adalah teks bertulisan Asian dan Games, kemudian formasi yang menggambarkan orang menyalakan obor, bentuk Garuda Pancasila, dan juga bentuk bendera Merah Putih.
Drone dengan nama Shooting Star ini disediakan oleh raksasa teknologi chip asal AS yaitu Intel. Drone ini dirakit menggunakan material styrofoam dan plastik sehingga berbobot ringan, ditubuhnya dipasang lampu light emitting diodes (LED). Semua drone tersebut dikendalikan oleh satu komputer dan operator dan bisa menciptakan lebih dari 4 miliar kombinasi warna, dengan sistem algoritma yang dapat mengendalikan koreografi dan jalur penerbangan.
Sistem Teknologi Informasi Menggunakan Komputasi Awan
Sistem Teknologi Informasi yang akan digunakan INASGOC adalah Asian Games Information System (AGIS), yaitu sistem informasi yang meliputi jaringan, hardware, software, yang semuanya dirangkai menjadi sebuah sistem terintegrasi untuk digunakan sebagai ‘titik kendali’ dalam penyelenggaraan Asian Games.
AGIS akan menayangkan informasi tentang jadwal dan hasil pertandingan, venue pertandingan, catatan rekor terkini, profil atlet serta negara peserta, jadwal siaran langsung, juga untuk memantau secara real time kedatangan pesawat yang membawa rombongan negara peserta, kondisi lalu-lintas Jakarta dan Palembang serta sistem transportasi berupa kendaraan bus yang terpasang GPS.
Sistem TI ini merupakan hasil kerja sama antara INASGOC dengan perusahaan teknologi informasi asal Korea Selatan yaitu SsangYong Infomation and Communication Corporation yang sudah berpengalaman menangani berbagai event internasional, seperti Asian Games 2014 Incheon dan Olimpiade 2012 London. AGIS akan dikelola di Main Operation Center (MOC), yaitu ruang kendali dan monitor Asian Games 2018, yang berlokasi di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta yang telah diresmikan pada Rabu (31/1/2018).
Istimewanya, untuk pertama kalinya komputasi awan digunakan di ajang Asian Games yaitu oleh Main Operation Center di Jakarta.
Stadion Utama Gelora Bung Karno: tiket online, lampu LED, face recognition hingga panel surya
Sebagai tempat opening dan closing ceremony dan arena pertandingan, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) telah direnovasi, yang melibatkan penggunaan teknologi canggih, agar sesuai standar internasional dan memberikan keamanan serta kenyamanan bagi penonton .
Renovasi tersebut meliputi: Kursi single seat – dengan nomor dan dapat dipesan secara online; Teknik pencahayaan stadion dengan LED system 3.000 lux dari Panasonic; Jenis rumput lapangan menggunakan zoysia matrella, rumput kelas 1 standar FIFA; Sistem papan skor digital dari Seiko untuk menampilkan waktu, skor dan momen menarik; Sistem suara yang terintegrasi dengan sistem pencahayaan stadion – interactive dynamic system; Kamera pengawas dengan teknologi deteksi wajah – face recognition; Teknologi panel surya, sekitar 1.293 unit, di atap stadion yang menghasilkan listrik 450 kilowatt.
Teknologi Untuk Menangkal Cyber Attack
Indonesia dinyatakan sebagai satu dari 10 negara yang rawan serangan siber. Maka sebagai antisipasi, INASGOC bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepolisian RI, TNI, Kemkominfo, dan sejumlah pihak terkait lainnya akan mencegah serangan siber dan mengamankan jalannya Asian Games 2018.
INASGOC juga mengatakan telah menyiapkan sistem cadangan jika ada serangan terhadap pusat kendali operasinya atau MOC. Sudah dirancang bahwa MOC akan mengeluarkan sinyal jika terdapat serangan siber terhadap jaringan Internetnya.
Sayangnya, tidak dijelaskan teknologi yang disiapkan untuk menangkal serangan siber tersebut. Yang pasti, Sistem Teknologi Informasi tersebut telah lolos audit teknologi informasi dari Dewan Olimpiade Asia.
Closed-Circuit Television
Tidak mau ketinggalan, Pemda DKI Jakarta akan menambah 300 closed-circuit television (CCTV) di beberapa titik Ibu Kota demi meningkatkan keamanan Asian Games 2018. Saat ini, pemerintah DKI telah memiliki setidaknya 6.000 CCTV yang tersebar di berbagai wilayah di Ibu Kota. Bahkan berdasarkan data Jakarta Smart City, jika ditambah dengan cctv yang dikelola pihak lain, maka tepatnya ada 7.070 CCTV dari 16 penyelenggara.
Dalam penggunaannya, Pemda DKI akan mensinergikan data CCTV itu dengan catatan yang dimiliki kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan pihak terkait lain dalam menjaga keamanan ibukota selama Asian Games 2018.
CCTV ini akan melengkapi teknologi face recognition yang ada di venue Asian Games 2018. Teknologi pengenal wajah itu akan memudahkan pelacakan pelaku kejahatan.
Demo Teknologi 5G
Mungkin yang paling banyak ditunggu masyarakat adalah demo user experience 5G bersamaan dengan pelaksanaan Asian Games di Jakarta. Demo 5G itu akan digelar oleh Telkomsel sebagai Official Mobile Partner Asia Games 2018.
Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan kepada media bahwa Telkomsel siap melakukan demo implementasi 5G, tapi belum akan mengimplementasikan lebih jauh, apalagi mengkomersialkannya karena masih adanya kendala dalam hal peralatan, dan ketersediaan spektrum. Saat ini, Telkomsel telah melakukan uji coba 5G di laboratorium mereka dan berhasil tembus 1GB per detik katanya di Lombok, NTB (11/5).
Sebelumnya, Pemerintah Korea Selatan juga telah mengajukan proposal ke pemerintah Indonesia untuk menampilkan teknologi 5G dari negeri Ginseng tersebut selama Asian Games 2018 di Jakarta kata Kepala Seksi Penataan Alokasi Dinas Bergerak Darat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Adis Alifiawan di Jakarta (29/1).
Maka menjadi harapan kita semua bahwa dengan semua kecanggihan teknologi yang digunakan, selain menunjang kesuksesan pelaksanaan Asian Games, akan menambah prestise Indonesia sebagai tuan rumah. Semoga.














