ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

U.S. Dairy Dorong Inovasi Produk Pangan di Tengah Perubahan Tren Konsumen

Fauzi
15 September 2026 | 11:10
rubrik: Event
U.S. Dairy Dorong Inovasi Produk Pangan di Tengah Perubahan Tren Konsumen

Felicia Kristianti, Key Account Manager APAC Innova Market Insights Indonesia, salah satu pembicara di U.S. Dairy Ingredients Supply & Innovation Seminar

Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan kebutuhan konsumen, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, serta tuntutan menghadirkan produk pangan yang tetap menarik menjadi peluang bagi industri makanan dan minuman di Indonesia. U.S. Dairy Export Council (USDEC) mendorong pelaku industri memanfaatkan inovasi bahan baku dairy Amerika Serikat untuk menjawab perubahan tersebut.

Hal itu mengemuka dalam U.S. Dairy Ingredients Supply & Innovation Seminar bertema “Unlocking Value in an Evolving Landscape” yang digelar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Country Manager Indonesia U.S. Dairy Export Council, Southeast Asia, Arief Rashidi, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi produk dairy Amerika Serikat, termasuk lactose, whey complex, dan cheese. Indonesia juga menjadi pasar terbesar kedua produk U.S. skim milk powder di Asia Tenggara.

“Indonesia sangat penting bagi U.S. dairy,” kata Arief dalam sambutannya.

Menurut dia, seminar tersebut tidak sekadar menjadi forum presentasi, tetapi juga wadah bagi produsen, tim riset dan pengembangan produk, procurement, importir, distributor, serta pemangku kepentingan industri untuk membangun kolaborasi.

“Kami ingin seminar ini bukan hanya menjadi tempat untuk mendengar presentasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Bapak dan Ibu untuk bertukar ide, terhubung dengan para U.S. suppliers kami, dan mengeksplorasi berbagai peluang baru bersama-sama,” ujarnya.

Salah satu isu yang turut menjadi perhatian dalam pembukaan seminar adalah regulasi Halal Pre-Shipment Inspection. Agricultural Counselor, Foreign Agricultural Service U.S. Department of Agriculture (USDA) Indonesia, Lisa Ahramjian, mengatakan pemerintah Amerika Serikat masih melakukan pembahasan dengan otoritas Indonesia terkait regulasi tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat secara rinci kepada mereka dan sekarang sedang menunggu tanggapan secara tertulis atas surat tersebut,” kata Lisa.

Dia mengatakan isu tersebut menjadi prioritas karena berpotensi memengaruhi eksportir dairy Amerika Serikat. Amerika Serikat, lanjutnya, juga tengah menyiapkan komentar melalui proses formal di WTO Committee on Technical Barriers to Trade.

Lisa menambahkan, Agreement on Reciprocal Trade antara Amerika Serikat dan Indonesia diharapkan dapat mengatasi sejumlah hambatan perdagangan. Berdasarkan perjanjian tersebut, produk dairy Amerika Serikat nantinya ditargetkan dapat masuk Indonesia tanpa bea masuk, sementara proses registrasi fasilitas juga akan dihapus.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2024: Layanan Berbasis Teknologi Dukung Terwujudnya Purwakarta Berkarakter

“Jadi, pada dasarnya, seluruh daftar fasilitas dairy Amerika Serikat yang terdaftar secara federal akan diunggah ke CEMREC. Hal ini akan sangat memperluas pilihan fasilitas yang dapat Bapak dan Ibu impor produknya,” ujarnya.

Konsumen Semakin Peduli Kesehatan
Regional Director Southeast Asia USDEC, Dali Ghazalay, mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat industri makanan dan minuman harus terus berinovasi. Konsumen kini semakin memperhatikan apa yang mereka makan dan minum, dengan kebutuhan yang semakin beragam, mulai dari konsumen aktif, orang dewasa yang ingin tetap sehat dan kuat, hingga keluarga yang membutuhkan makanan praktis sekaligus bergizi.

“Jadi, kalian menghadapi semua tantangan ini, dan hal tersebut menjadi dorongan atau kebutuhan yang terus-menerus bagi kalian untuk terus berinovasi,” kata Dali.

Menurut dia, USDEC tidak hanya berperan memperkenalkan produk dairy Amerika Serikat, tetapi juga menyediakan dukungan teknis dan sumber daya pasar melalui tim lokal serta U.S. Center for Dairy Excellence di Singapura.

“Kami ingin memahami konsumen kalian, produk kalian, dan tantangan bisnis yang kalian hadapi, lalu melihat di mana U.S. dairy benar-benar dapat membantu,” ujarnya.

Dali juga menyoroti aspek keberlanjutan dalam produksi dairy Amerika Serikat. Menurut dia, produksi susu Amerika Serikat meningkat 26% pada periode 2007-2020, sementara emisi gas rumah kaca turun 13%.

Dia mengatakan besarnya pasokan dairy Amerika Serikat juga membuka peluang bagi industri pangan untuk mengembangkan produk baru. Namun, yang terpenting bukan sekadar jumlah bahan yang tersedia, melainkan pemanfaatannya untuk menghasilkan produk dengan nutrisi, rasa, tekstur, dan format yang lebih baik.

“Dan jika kalian hanya mengingat satu hal dari apa yang saya sampaikan pagi ini, kami sebenarnya ada di sini untuk membantu kalian,” kata Dali.

Protein dan Indulgence Jadi Tren Utama
Key Account Manager APAC Innova Market Insights Indonesia, Felicia Kristianti, memaparkan 10 tren global makanan dan minuman 2026. Tren tersebut antara lain Powerhouse Proteins, Layer of Delight, Beverage with Purpose, Plant-based, Hybrid plant-based, Made for a Moment, Worth Every Bite, Mind Balance, Crafting Traditions, dan Sustainability.

BACA JUGA:  Askrindo Perkuat Anggaran Untuk Transformasi Digital

Dua tren yang dinilai paling berkaitan dengan peluang U.S. dairy adalah Powerhouse Protein dan Layers of Delight.

Felicia mengatakan konsumen di Asia semakin aktif meningkatkan asupan protein. Menurut riset Innova, tiga dari lima konsumen secara aktif memasukkan lebih banyak protein ke dalam pola makan mereka. Peluncuran produk makanan dan minuman yang menggabungkan protein dengan manfaat kesehatan lainnya juga tumbuh 49%.

“Jadi, ini benar-benar sudah lebih dari sekadar berapa gram protein yang ada di dalam produk,” ujarnya.

Menurut Felicia, protein kini dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari imunitas, pengelolaan berat badan, performa olahraga hingga kesehatan mental, energi, dan fokus. Produk tinggi protein juga semakin meluas ke berbagai kategori, termasuk makanan ringan, saus, bumbu, ready meals, hingga produk yang sebelumnya tidak identik dengan protein.

Tren lainnya adalah Layers of Delight, yang menekankan pengalaman menikmati makanan melalui kombinasi rasa, tekstur, visual, dan sensasi. Menurut Felicia, konsumen tetap menginginkan produk indulgent, tetapi semakin memperhatikan aspek kesehatan.

“Karena saat ini, meskipun konsumen tahu bahwa mereka ingin menikmati sesuatu yang indulgent, mereka juga tetap memperhatikan kesehatan mereka,” katanya.

Dia menyebut 34% konsumen global mencari produk indulgent yang juga menawarkan healthier enjoyment. Produk dengan kandungan gula lebih rendah, lemak lebih rendah, tambahan vitamin dan mineral, maupun protein menjadi bagian dari tren tersebut.

Indonesia Jadi Pasar dengan Potensi Besar
Vice President Strategic Insights USDEC Southeast Asia, Anoo Pothen, mengatakan Indonesia memiliki posisi penting dalam pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara, didukung konsumsi domestik yang kuat dan besarnya sektor makanan serta minuman.

Menurut Anoo, perubahan perilaku konsumen Indonesia juga memperlihatkan semakin kuatnya perhatian terhadap kesehatan. Dalam survei konsumen USDEC, perhatian tersebut mencakup imunitas, kesehatan pencernaan, energi dan stamina, metabolisme, hingga kualitas tidur.

BACA JUGA:  Datangkan 450 Juta Dosis Pemerintah Pastikan Keamanan Pasokan Vaksin

“Jadi, kesehatan kini semakin didefinisikan secara lebih holistik,” kata Anoo.

Dalam konteks Indonesia, energi dan stamina menjadi salah satu perhatian yang menonjol. Riset tersebut juga menunjukkan konsumen muda lebih mengkhawatirkan kualitas tidur dibandingkan konsumen berusia lebih tua.

Di sisi konsumsi pangan, Anoo mengatakan konsumen Indonesia relatif sering mengonsumsi berbagai kategori produk berbasis susu. Yogurt, minuman berbasis cokelat atau malt, es krim, frozen desserts, kue, cokelat, hingga produk nutrisi menjadi bagian dari pola konsumsi yang dipantau dalam riset tersebut.

Konsumen juga semakin memperhatikan kualitas nutrisi dan kejelasan label ketika membeli makanan dan minuman. Sekitar 50% responden menyatakan produk harus memberikan value for money yang baik.

Menariknya, konsumen Indonesia juga menunjukkan keterbukaan terhadap produk yang menawarkan manfaat kesehatan. Sekitar 48% responden dalam studi nasional menyatakan bersedia membayar 10% lebih mahal untuk produk dengan manfaat kesehatan, sementara 19% lainnya bersedia membayar 20% lebih mahal.

Dalam kategori protein, sekitar sembilan dari 10 konsumen menyatakan kemungkinan mempertimbangkan makanan yang ditambahkan protein. Namun, Anoo mengingatkan bahwa inovasi tidak cukup hanya menawarkan sesuatu yang baru.

“Menjadi baru hanya demi menjadi baru tidak akan memberikan banyak dampak jika tidak memiliki relevansi bagi konsumen,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya menempatkan kebutuhan konsumen sebagai pusat inovasi. Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan artificial intelligence (AI) dalam pencarian produk, relevansi, pesan, dan informasi produk juga semakin menentukan.

“Indonesia adalah seperti mesin pertumbuhan bagi Asia Tenggara. Ada pertumbuhan yang stabil dalam konsumsi makanan dan minuman kemasan. Nutrisi juga menjadi semakin penting,” kata Anoo.

Perubahan tersebut menjadi peluang bagi industri makanan dan minuman untuk mengembangkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan pengalaman konsumsi yang menarik. Dalam konteks itu, USDEC menawarkan bahan dairy dan dukungan teknis sebagai salah satu sumber inovasi bagi pelaku industri pangan Indonesia.

Tags: AIF&BU.S. DairyUSDEC
Previous Post

Jobstreet by SEEK Tunjuk Dua Pemimpin Baru di Indonesia

Next Post

Melalui CIPHER 2026, BINUS UNIVERSITY School of Computer Science Hadirkan Ekosistem Cyber Security dan AI Interaktif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Penyebaran Covid-19, Pembesut Lampu Philips Hadirkan Solusi Disinfeksi Berteknologi UV-C

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laptop Premium Lenovo ThinkPad P14s dan P15s Segera Hadir di Indonesia, Harganya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MSI Institut Gelar Pelatihan IT Security Dan Data Privacy di Yogyakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto