Jakarta, Itech – Donald Trump (Presiden AS) adalah pengguna Twitter sejati dan kerap melontar ide serta pernyataannya di Twitter. Trump sering membuat tweet untuk mengubah keadaan politik dan menjelek-jelekkan musuhnya, terutama media.
Sejak Twitter memberlakukan kebijakan verifikasi akun terbaru, Trump resmi kehilangan 300 ribu pengikutnya dan saat ini Trump memiliki 53,1 juta pengikut.
Twitter telah melakukan kebijakan bersih-bersih yang membersihkan platform media sosial mereka setelah muncul berbagai laporan bahwa beberapa perusahaan mendapatkan keuntungan dari jumlah pengikut yang terlihat lebih banyak dari sebenarnya.
The New York Times melaporkan bahwa beberapa perusahaan mendapatkan untung berkat jumlah pengikut yang terlihat lebih banyak dari sebenarnya. Karena itu, Twitter menjawab laporan ini dengan menghapuskan jutaan akun palsu.
Gedung Putih menolak untuk berkomentar terkait hal ini.
Trump bukanlah satu-satunya tokoh masyarakat yang kehilangan pengikutnya. Justin Bieber kehilangan sekitar 2,7 juta pengikut, Rihanna 605 ribu pengikut, Katy Perry kehilangan 1,6 juta sementara Taylor Swift 2,3 juta. Barack Obama, presiden AS sebelum Trump, juga kehilangan pengikut sebanyak 1,6 juta akun.
Ratu Twitter
Perusahaan analisis media sosial Keyhole mengungkapkan kebijakan terbaru Twitter Inc yang menghapus akun-akun palsu membuat para selebriti kehilangan sekitar 2 persen pengikutnya.
Menurut Data Keyhole, pengikut akun resmi @Twitter turun 12,4 persen dibandingkan sehari sebelum kebijakan itu diterapkan.
Kebijakan baru Twitter itu juga berdampak kepada para selebritas yang memiliki jumlah pengikut banyak. Katy Perry yang memiliki jumlah pengikut paling banyak di Twitter harus kehilangan 2,6 persen atau 2,8 juta pengikut.
Selebriti lainnya yang masuk ke daftar 100 besar termasuk Mariah Carey, Pink, Britney Spears dan Eminem harus kehilangan pengikut sebsar 3 persen. Tokoh teknologi Elon Musk hanya kehilangan 0,3 persen pengikut, atau sekitar 71.000 akun akibat kebijakan tersebut.














