ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

5 Negara ini Berhutang Budi kepada Teknologi VAR

adam
23 July 2018 | 14:00
rubrik: Digital
Inilah Kehebatan Teknologi Garis Gawang VAR di Piala Dunia 2018

Ilustrasi Teknologi VAR

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Euforia Piala Dunia 2018 di Rusia telah berakhir dan menobatkan Perancis sebagai kampiunnya. Namun, Piala Dunia 2018 masih menyisakan sedikit cerita menarik dari sisi teknologi.

FIFA menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) untuk pertama kalinya dalam ajang Piala Dunia 2018. Teknologi VAR yang memanfaatkan kamera-kamera di lapangan dapat memonitor pergerakan pemain bola dari setiap sisinya. Hal itu sangat membantu kinerja wasit di atas lapangan untuk menghindari keputusan-keputusan yang salah.

Namanya baru, teknologi VAR menimbulkan kontroversi baru di beberapa pertandingan Piala Dunia 2018.

Teknologi VAR bisa menjadi “wasit kedua” yang ikut mengawasi pertandingan dan memberikan saran keputusan kepada hakim lapangan. Cara kerjanya, FIFA akan memilih 13 wasit yang bertugas sebagai wasit video assistant dan duduk di sebuah area khusus di Moskow dengan seragam lengkap seperti layaknya wasit ketika bertugas di lapangan.

Dari ruangan khusus itu, para wasit VAR akan menyaksikan siaran langsung pertandingan dengan akses semua kamera yang tersedia di dalam stadion pertandingan, termasuk kamera slow motion.

Wasit di ruangan VAR bisa mengirimkan pemberitahuan kepada wasit yang bertugas di lapangan, jika menemukan insiden yang luput dari pengamatan wasit. Dalam sejumlah situasi, wasit akan mendapatkan pesan lewat alat pendengaran atau earpiece yang dipakai mengenai sebuah keputusan yang sedang diulas VAR.

Meski demikian, teknologi VAR hanyalah berfungsi sebagai pemberi saran. Wasit yang bertugas di lapangan bisa memilih untuk mengambil keputusan yang berbeda dari saran VAR.

Berikut beberapa negara yang berterima kasih kepada VAR dalam ajang Piala Dunia 2018.

1. Australia

Prancis vs Australia

Teknologi VAR turut andil dalam pertandingan yang berakhir imbang antara Australia melawan Denmark di babak fase Grup C. Berkat VAR, Australia terhindar dari kekalahan setelah wasit memberikan hadiah penalti.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2021: TI, Pilar Transformasi Digital dan Pertumbuhan Elnusa Petrofin

Saat itu, Denmark sudah lebih dulu unggul dengan skor 1-0. Namun, bola sundulan Matthew Leckie dari Australia mengenai tangan pemain Denmark, Yurary Poulsen, dalam kotak penalti.

Para pemain Australia pun mengajukan protes dan menganggapnya sebagai handball. Wasit Antonio Mateu langsung melakukan peninjauan lewat VAR dan ahirnya memutuskan jika benar terjadi handball dan Australia mendapatkan hadiah penalti.

Mile Jedinak sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dan pertandingan pun berakhir imbang dengan skor 1-1.

2. Spanyol

Laga terakhir Grup B antara Spanyol melawan Maroko juga dibumbui penggunaan VAR. Gol kedua Spanyol yang dicetak pada menit ke-90 oleh Iago Aspas menuai perdebatan.
Para pemain Maroko beranggapan striker Celta Vigo itu telah berada dalam posisi offside sebelum mencetak gol. Bahkan, hakim garis juga telah mengangkat bendera yang menandakan jika Aspas berada dalam posisi offside.

Setelah melakukan pengamatan VAR, wasit Ravshan Irmatov memutuskan gol tersebut sah karena Aspas terbukti berada dalam posisi onside.

3. Swedia

VAR juga membantu kemenangan Swedia atas Korea Selatan dalam pertandingan pertama penyisihan Grup F. Gol penalti penentu kemenangan Swedia pada menit ke-65 berasal dari keputusan wasit yang didasarkan pada VAR.

Wasit Joel Aguilar melihat tayangan ulang ketika John Guidetti dilanggar oleh Kim Min-woo di kotak terlarang. Sempat ragu, Aguilar pun menggunakan VAR dan akhirnya penalti diberikan untuk Swedia.

Penalti dieksekusi dengan sempurna oleh Andreas Granqvist dan menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu.

4. Iran

Pertandingan terakhir Grup B antara Portugal melawan Iran cukup menarik perhatian. VAR dilibatkan ketika wasit memberikan kartu kuning kepada Ronaldo yang menyikut pemain Iran yang tertangkap kamera menyikut pemain Iran.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2024: Ini Strategi BPJS Kesehatan Untuk Perkuat Sistem Keamanan Siber

Kemudian, Iran juga selamat dari kekalahan setelah wasit menunjuk titik putih karena pemain Portugal, Cedric Soares, menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti. Karim Ansarifard yang ditunjuk sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat Iran berhasil mengimbangi Portugal dengan skor 1-1.

5. Kolombia

Dari Grup H, ada laga antara Senegal melawan Kolombia yang melibatkan VAR. Kolombia berhasil menang karena VAR karena penalti yang semula diberikan untuk Senegal dibatalkan oleh wasit.

Pada menit ke-18, bintang Senegal Sadio Mane dijatuhkan di dalam kotak terlarang oleh pemain Kolombia dan akan memberikan hadiah penalti. Namun, wasit Milorad Mazic membatalkannya setelah melihat tayangan ulang lewat VAR.

Kolombia pun terhindar dari kekalahan dan malah keluar sebagai pemenang berkat gol dari Yerry Mina di menit ke-74.

Tags: teknologi VAR
Previous Post

Waspada! Teknologi AI Ancam Profesi Pekerjaan ini di Masa Depan

Next Post

Inilah Tujuan KCI Upgrade Sistem e-Ticketing KRL Commuter Line

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soundcore Hadirkan Boom Go 3i, Speaker Portable Tangguh dan Suara Bertenaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UOB Indonesia-RuangGuru Gelar CodeFest 2026, Dorong Talenta Digital Muda Lewat Kompetisi Inovasi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motorola Gelar Kampanye #RuangmuHariIni untuk Moto Pad 60 Series

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
19 June 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto