Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) sedang menyelidiki kemungkinan penyadapan iPhone Presiden AS, Donald Trump, berdasarkan laporan The New York Times.
Intelijen AS menduga pemerintah Tiongkok akan menggunakan informasi penyadapan sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan pemerintah Tiongkok saat ini. Pemerintah Tiongkok akan memanfaatkan informasi hasil penyadapan itu untuk mencegah eskalasi perang dagang antara Tiongkok dan AS.
Ironisnya, dinas intelijen Rusia juga menyadap iPhone Trump tetapi hasil penyadapan itu tidak akan digunakan dalam menentukan arah kebijakan pemerintah Rusia.
Saat ini Trump memiliki 3 unit iPhone. Dua iPhone sudah dilindungi pihak keamanan AS dan satu satu lagi, merupakan iPhone pribadi milik Trump. Sayangnya, Trump sendiri lebih sering menggunakan iPhone pribadi sehingga gampang disadap.
Salah seorang pakar keamanan mengklaim ia dapat melakukan penyadapan terhadap tokoh dan organisasi politik dari Partai Demokrat, termasuk Trump karena sering menggunakan iPhone pribadi.
“Telepon individu mudah untuk diretas bagi siapa saja yang cukup termotivasi,” katanya seperti dikutip CNET.
Kebiasaan Trump yang sembrono itu membuat pihak senator khawatir. Tahun lalu, Tom Carper dan Claire McCaskill mengirim surat kepada Menteri Pertahanan AS, James Mattis terkait apakah presiden menggunakan perangkat yang aman untuk melakukan panggilan dan memposting tweet di Twitter.
Sampai sekarang, pihak Gedung Putih masih belum memberikan tanggapan, terkait masalah penyadapan ini
Tiongkok : Pakai Huawei saja Trump!
Pemerintah Tiongkok pun langsung menanggapi laporan tersebut.
“Jika mereka sangat takut menggunakan iPhone karena disadap, mereka bisa menggunakan Huawei,” kata Hua Chunying (Juru Bicara dan Wakil Direktur Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri China) seperti dilansir The Washington post.
Hua menyindir laporan berita New York Times sebagai kebohongan dan berita penyadapan iPhone itu seperti orang yang sedang berusaha keras untuk memenangkan Oscar kategori skenario terbaik.
“Melihat laporan ini, saya merasa orang-orang Amerika tengah berusaha mendapatkan Oscar dalam hal drama terbaik,” ujarnya.
Saran Hua jelas sebuah sindiran karena pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melarang Huawei untuk berbisnis di AS termasuk menjual ponsel-ponselnya. Pada Awal 2018 ini, sejumlah petinggi CIA, FBI dan NSA memperingatkan warga AS untuk tiak menggunakan produk bikinan Huawei.
Selain itu, operator AT&T juga membatalkan kerja samanya dengan Huawei untuk meluncurkan Mate 10 Pro, yang ketika itu merupakan ponsel premium terbaru Huawei atas dasar tekanan politik.
Meskipun begitu, Huawei masih menyediakan peralatan terkait infrastruktur jaringan dan produk untuk konsumen kepada negara-negara yang menjadi rekan terdekat AS.
Sejauh ini, pemerintah AS juga belum bisa memberikan bukti akan tuduhannya pada Huawei. Misalnya, pemerintah Inggris telah membuat fasilitas keamanan siber yang bertujuan menemukan backdoor pada produk Huawei. Namun, mereka belum menemukan hasil apapun.
Sementara, informasi bocoran Edward Snowden menunjukkan bagaimana NSA telah memata-matai Huawei selama bertahun-tahun.














