ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Tips Agar Merek dan Organisasi Bisnis Sukses Dalam Implementasi Chatbot

Teguh Imam Suyudi
19 June 2019 | 08:00
rubrik: Tips & Trick
Tips Agar Merek dan Organisasi Bisnis Sukses Dalam Implementasi Chatbot

Sonny Hastomo, Pendiri dan CEO 3Dolphins

Share on FacebookShare on Twitter

Kita mungkin kenal orang yang memiliki nama seperti Mita, Aisyah, Tasia, Tarra. Tapi nama-nama itu ternyata juga dipakai oleh virtual assistant atau yang populer dengan istilah chatbot.

Kini, makin banyak perusahaan di Indonesia yang telah mengimplementasikan chatbot.  Alasannya berbagai macam seperti adanya perubahan perilaku dan gaya hidup konsumen, pelanggan yang semakin melek teknologi dengan beralih ke kanal digital, pelanggan yang ingin solusi yang cepat dan mudah yang dihantarkan melalui perangkat dalam genggaman mereka.

Bahkan, lembaga riset Gartner memprediksi bahwa 25 persen layanan dan dukungan pelanggan dari merek atau organisasi bisnis akan mengintegrasikan Virtual Costumer Assistant (VCA) atau teknologi chatbot di semua kanal interaksinya dengan pelanggan di tahun 2020.

Studi Gartner itu juga menyebut adanya penurunan jumlah permintaan pelanggan melalui telepon, chat, dan atau email sebesar 70 persen pada organisasi bisnis yang telah menerapkan VCA. Juga didapati bahwa kepuasan pelanggan meningkat dan ada penghematan biaya sebesar 33 persen per voice engagement.

Baca: Teknologi Chatbot Kini Jadi Trend di Tanah Air: Dari Telekomunikasi, Hingga Perbankan

Riset Gartner juga memaparkan perubahan preferensi bisnis dari aplikasi seluler ke aplikasi perpesanan sebagai salah satu faktor adopsi chatbot. Adanya biaya untuk dukungan teknis, pemeliharaan pembaruan, layanan pelanggan, dan pemasaran untuk mendorong pelanggan mengunduh aplikasi menjadikan aplikasi seluler tidak lagi menarik bagi bisnis.

Sebagai gantinya, merek atau organisasi bisnis kini memanfaatkan aplikasi perpesanan seperti Facebook Messenger, WhatsApp, WeChat, dan LINE, dan mengintegrasikan chatbot ke dalamnya.

Baca: 5 Kriteria Penting Chatbot Untuk Bisnis

Chatbot semakin pintar berkat kecanggihan teknologi: natural language processing, machine learning, dan intent matching. Sehingga merek atau organisasi bisnis mau mengadopsi chatbot.

Para pebisnis mulai menikmati keunggulan chatbot yang dapat memberikan automated self-service dan tetap dapat meneruskan permintaaan pelanggan ke agen manusia ketika berhadapan dengan situasi yang kompleks.

BACA JUGA:  Mandiri Tunas Finance HUT ke-10, Luncurkan Layanan Digital Marsha

Peningkatan adopsi chatbot di lingkungan organisasi bisnis juga akibat dari tren otomatisasi.

Juga kemampuan chatbot dalam menangani isu-isu yang sifatnya umum dan proses bisnis yang dilakukan secara repetitif membuatnya diterima hangat oleh organisasi bisnis.

Terlebih lagi, Transparency Market Research memperkirakan nilai pasar chatbot global akan mencapai US$994,5 juta pada 2024. Secara regional, Asia Pasifik diramalkan akan menjadi pemimpin dalam hal infrastruktur teknologi yang akan memungkinkan perluasan layanan chatbot.

Lima Aspek Penting Implementasi Chatbot

Sonny Hastomo, Founder dan CEO InMotion, menjelaskan saat hendak mengimplementasikan chatbot, paling tidak ada lima aspek yang harus dipersiapkan sebuah merek atau organisasi.

“Pertama, menentukan target audiens dan menetapkan fungsi inti dari chatbot. Kedua, menetapkan dimana peran chatbot dalam perjalanan dan pengalaman pelanggan yang akan disalurkan (intent mapping, persona, dan user story). Ketiga, mempersiapkan knowledge based dan conversational flow. Keempat, menentukan proses bisnis dari si chatbot. Kelima, mempersiapkan tim untuk pengelolaan chatbot ke depannya,” jelas Sonny.

Saat implementasi chatbot sudah selesai masih ada yang harus dilakukan yaitu agen manusia terus melatih chatbot supaya jadi lebih pintar dan luwes. Chatbot bukan hanya dilatih dalam hal menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait layanan dari merek atau organisasi saja, tapi juga yang sifatnya small talk (obrolan).

“Tantangan terbesar yang sering ditemui saat implementasi chatbot adalah besarnya ekspetasi terhadap kemampuan chatbot. Yang seringkali berada diluar fungsi yang sudah dikembangkan. Solusinya, selain mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan saat implementasi chatbot maka merek atau organisasi juga harus memastikan adanya mekanisme human fallback untuk menangani permintaan dari pelanggannya,” tutup Sonny.

Tags: 3DolphinsChatbotInMotion
Previous Post

Hutama Karya Kaji Penggunaan Teknologi WIM untuk Cegah Truk Kelebihan Muatan

Next Post

Perusahaan sektor keuangan dan pendidikan sasaran empuk cybercrime

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilirisasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi, Tingkatkan Nilai Tambah SDA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadirkan Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1, Secure Lengkapi Kebutuhan Keamanan Hunian Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto