Juniper Research menurunkan laporan, teknologi chatbot bisa mengurangi waktu interaksi antara perusahaan dengan konsumen melalui telepon dan media sosial, sehingga biayanya lebih murah.
“Diperkirakan, konsumen dan perusahaan di industri perbankan, ritel dan kesehatan bisa menghemat lebih dari 2,5 miliar jam (untuk berinteraksi) hingga 2023,” sebagaimana dikutip dari laporannya “Chatbots: Banking, eCommerce, Retail & Healthcare 2018-2023.”
Tak heran jika banyak perusahaan mulai mengadopsi chatbot.
Di Indonesia, hampir semua perusahaan telekomunikasi mengadopsi chatbot.
Telkomsel menggunakan Veronika, pada Agustus 2017, untuk melayani pelanggan lewat Facebook Messenger, LINE, hingga Telegram.
Kemudian, XL Axiata, pada 18 Oktober 2017, Maya untuk melayani konsumen lebih cepat dan mudah.
PT Indosat Tbk dalam waktu dekat juga bakal mengaplikasikan teknologi serupa.
Chatbot juga banyak digunakan oleh perbankan
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah merilis chatbot bernama Virtual Assistant Chat Banking BCA atau Vira pada Juni 2017.
Sementara, BRI meluncurkan Smart BRI New Assistant atau Sabrina.
Begitu juga BNI yang menggunakan Chat with your INTelligent Advisor atau Cinta, yang dirilis 4 Maret 2018.
Di bulan yang sama, Bank Mandiri merilis Mandiri Intelligence Assistant atau Mita. Bank Mandiri menggandeng startup yakni InMotion untuk mengembangkan layanan ini.
“Sebanyak 43% nasabah kami adalah milennial. Kami merasa perlu berkomunikasi dengan mereka,” kata Direktur Operasional Bank Mandiri Ogi Prastomiyono.
Di sektor retail, PT Unilever Indonesia Tbk sudah meluncurkan chatbot bernama Jemma sejak November 2016. Dikembangkan sebagai media promosi, saat ini Jemma sudah berteman dengan 1,7 pengguna LINE dengan sesi obrolan rata-rata empat menit per orang per hari.
Awal tahun ini, PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) juga mengembangkan Sahabat Alfamart atau Shalma. Melalui Shalma, konsumen bisa bertanya mengenai promo terbaru dari Alfamart.
Berbekal kecerdasan buatan, chatbot dapat menjawab semua pertanyaan dasar dan repetitif. Maka perusahaan tinggal mempekerjakan sedikit operator untuk menangani aduan konsumen yang lebih serius.
Baca juga:
Google, Microsoft, dan Startup sedang berperang di teknologi Chatbot














