Lewat pegelaran Soundfest 2019 oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100) perseroan juga meluncurkan dua layanan perbankan digital terbaru. Dua layanan perbankan tersebut adalah Pembukaan Tabungan Digital dan BNI New Mobile Banking.
Dalam keterangan resmi, BNI menyatakan nasabah sudah bisa membuka rekening BNI secara digital.
“Pada kesempatan ini, BNI memperkenalkan fitur layanan terbaru, yaitu Pembukaan Tabungan Digital yang bisa didapatkan pada Mobile Banking BNI,” ujar Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati, (25/8).
Penikmat musik ini merupakan kalangan milenial yang pada dasarnya sangat digital savvy, sehingga cocok dengan dua layanan perbankan yang diusung BNI pada kesempatan ini.
Baca: BNI Siap Bangun Layanan Perbankan Berbasis Digital
Layanan Pembukaan Tabungan Digital ini disiapkan BNI untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki tabungan BNI dimanapun dan kapanpun tanpa perlu antri di Cabang. Hanya dengan mengunduh aplikasi BNI Mobile Banking di Smartphone, lalu pilih menu Buka Rekening BNI. Selanjutnya, pengguna akan diarahkan untuk mengunduh aplikasi BNI Pembukaan Tabungan Digital di playstore.
Cukup siapkan e-ktp dan langsung terhubung dengan petugas BNI Call Center untuk verifikasi data diri. Tidak lama setelah itu, dapatkan nomor rekening dan nomor kartu debit virtual dan rekening tabungannya langsung aktif dan bisa langsung transaksi. Layanan BNI Pembukaan Tabungan Digital tidak perlu waktu yang lama, kurang dari 10 menit sudah beres.
Number of Account (NOA) BNI sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 19,3% secara year on year (yoy) per Juli 2019. Selain itu, BNI juga memperkenalkan tampilan baru dari aplikasi BNI Mobile Banking yang clean, fresh dan simple dengan tambahan fitur terbaru yang semakin lengkap untuk memanjakan nasabah dalam menikmati layanan perbankan di BNI.
Beberapa fitur terbaru seperti Quick Transfer yang semakin memudahkan dalam mengirim uang, BNI Credit Card Mobile yang berguna untuk melakukan pengecekan penggunaan kartu kredit BNI yang dimiliki, mengetahui sisa maksimum kredit serta reward point yang dimiliki.
BNI Komitmen Investasi di Teknologi
Pada acara lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) berkomitmen untuk berinvestasi lebih pada sektor bisnis terkait teknologi. Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Rico Rizal Budidarmo menyampaikan perseroan ingin efisien meningkatkan bisnis tanpa membangun banyak cabang.
“Makanya venture capital yang kita dorong itu yang terkait pemanfaatan teknologi karena bisa meningkatkan bisnis kita,” kata dia usai konferensi pers public expose di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, (27/8).
Baca: Gaet Kudo, BNI Perluas Layanan Digital
Investasi tidak terbatas pada rencana organik maupun anorganik. Salah satu yang sudah pasti adalah investasi pada LinkAja melalui venture capital yang akan didirikan BNI untuk tujuan suntik modal pada sejumlah perusahaan teknologi.
BNI mengedepankan kegiatan-kegiatan berbasis teknologi tersebut agar memperluas pangsa pasar. Tidak hanya bagi BNI tapi juga bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) atau BUMN.
BNI merupakan bank dengan kekuatan pada segmen korporasi. Bisnis sampai 2019 didominasi pinjaman ke korporasi sebesar 51,9 persen. Rico mengatakan perseroan akan tetap pada ranah tersebut.
“Yang menjadi keahlian kami memang di manufaktur, perdagangan, jasa, dunia usaha, kita akan terus tingkatkan di sana,” katanya.
Pada semester I tahun 2019 kredit BNI secara total tumbuh 20 persen. Yaitu dari Rp 457,81 triliun pada Semester I 2018 menjadi Rp 549,23 triliun pada Semester I 2019. Rico mengatakan ini seiring dengan upaya pemerintah yang terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.














