ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bermain Video Game Bisa Memberi Anda Pekerjaan Yang Lebih Baik

Teguh Imam Suyudi
4 September 2019 | 17:00
rubrik: Digital
Bermain Video Game Bisa Memberi Anda Pekerjaan Yang Lebih

Ilustrasi; Game Fortnite

Share on FacebookShare on Twitter

Game Academy, sebuah start-up, yakin bahwa keterampilan yang dipelajari saat bermain game, dengan kemenangan yang diperoleh lewat pelatihan dan pertempuran bertahun-tahun, dapat diterapkan pada situasi kerja kehidupan nyata. Dan kepercayaan Game Academy didukung oleh data yang nyata.

Apakah Anda menikmati permainan puzzle yang unik seperti Portal, atau game menara pertahanan seperti Defense Grid? Tim Game Academy telah menemukan bahwa pekerja IT yang memainkan game itu memiliki keahlian yang lebih dari rata-rata.

Tapi jika Anda lebih suka game seperti Civilization, Total War, atau X-Com, di mana strategi dan manajemen sumber daya jadi  kunci, maka Anda mungkin memiliki lebih banyak kesamaan dengan seorang manajer perusahaan.

Bermain Video Game Bisa Memberi Anda Pekerjaan Yang Lebih
Game Fortnite Battle Royale

Gagasan dari Game Academy sederhana saja: menganalisis kebiasaan para gamer dari profil game online mereka, dan menawarkan kursus keterampilan berharga yang mencerminkan bakat mereka – keterampilan yang dapat mereka praktikkan dan perbaiki saat memainkan game.

Dan sudah ada kepercayaan yang berkembang bahwa keterampilan bermain game dapat ditransfer.

Bahkan kalangan militer sudah mempekerjakan para gamer.

“Kemampuan untuk menyerap informasi, bereaksi dengan cepat dan mengkoordinasikan tindakan dengan tetap tenang sementara di bawah tekanan sering kali merupakan atribut dari orang-orang yang pandai bermain game,” kata juru bicara Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) kepada BBC.

Keterampilan itu adalah bagian dari apa yang dicari RAF “dalam berbagai peran”.

“Keterampilan yang diperoleh melalui bermain game bisa sangat relevan untuk area tertentu.”

Baca: Menkominfo Dukung Perkembangan Video Game di Indonesia

“Ada banyak soft skill yang dapat digunakan gamer dalam lingkungan profesional, seperti kerja sama tim, pemecahan masalah dan perencanaan strategis,” kata Ryan Gardner, direktur regional di lembaga perekrutan Hays.

Tapi apakah itu berarti, misalnya, prestasi Anda yang masuk dalam peringkat 100 teratas di game Overwatch harus ada di bagian bawah CV Anda?

BACA JUGA:  BRIN-Kemenekraf Sepakat Untuk Perkuat Industri Game Digital Indonesia

“Ini adalah tentang bagaimana Anda membuatnya relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar, atau bagaimana hal itu membuat Anda lebih menarik sebagai karyawan potensial,” kata Gardner. Dua tahun lalu, sebuah studi di Universitas Glasgow menjadi berita utama karena menyatakan bermain game bisa membuat siswa lebih sukses.

Tapi “penelitian itu belum benar-benar mengubah pemikiran masyarakat, setidaknya belum,” kata salah satu penulis penelitian, Dr Matthew Barr. Dia sekarang menulis buku tentang topik itu.

“Untuk saat ini, saya berpendapat masih ada stigma kepada para gamer, yang mengatakan bahwa jika Anda seorang penggemar berat game maka akan mengancam peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan.”

Bermain Video Game Bisa Memberi Anda Pekerjaan Yang Lebih
Ilustrasi: para pemain game online (Foto: Game Academy)

“Tapi jika seorang gamer dapat menjelaskan tentang bagaimana mereka telah memimpin tim dalam permainan game online, misalnya, mereka mungkin dapat meyakinkan para pemberi kerja bahwa kemampuan seperti itu akan berguna,” kata Dr. Barr.

Namun memang memainkan game yang biasa saja dan dengan santai, tanpa banyak berpikir tentang keterampilan yang Anda gunakan, tidak mungkin membantu prospek karier Anda.

Tetapi bagian dari game yang dikembangkan Game Academy adalah untuk mengubah seorang gamer ‘biasa saja’ menjadi seorang gamer yang ‘sadar’ yaitu menerapkan pemikiran kritis untuk mengembangkan keterampilan mereka.

“Kami menganggap game sebagai sumber daya bakat,” kata salah satu pendiri Game Academy, David Barrie. Yaitu: “bakat sosial, daya saing, atau bakat strategis.”

“Mengapa kita tidak bisa menempatkan berbagai kemenangan dan prestasi yang kita peroleh dari game yang kita mainkan di dalam CV kita?” dia bertanya. “Jika para pemberi kerja mengatakan menginginkan seseorang dengan jiwa kepemimpinan, maka mengapa saya tidak bisa menunjukkan tahun-tahun saya memimpin berbagai serangan di game World of Warcraft?”

Bermain Video Game Bisa Memberi Anda Pekerjaan Yang Lebih
Ilustrasi: lingkungan kerja

Namun kini, sudah banyak gamer yang paham bahwa hobi mereka itulah yang telah menjadikan mereka sebagai sosok yang dikenal orang banyak.

BACA JUGA:  Gboard Kembali Masukan 7 Bahasa Daerah dari Indonesia

Awal tahun ini, Matthew Ricci mengatakan di situs game Kotaku: “Jika Anda bermain EVE Online pada dasarnya Anda sudah memiliki gelar MBA [Magister Administrasi Bisnis]”.

Ricci mengatakan kepada BBC, sebagai contoh, bahwa dia menghadapi sentimen yang pasti sudah dipahami oleh para pemain game Eve. Sering dijadikan bahan lelucon, dalam lingkungan para gamer, sebagai “simulator spreadsheet”, padahal ekonomi di alam semesta fiksi Eve didorong oleh prinsip-prinsip pasar yang nyata.

Dalam permainan itu, jika Anda ingin membangun pesawat ruang angkasa baru, bahan baku harus ditambang oleh pemain lain. Biaya produksi harus dihitung, dan harga komoditas berfluktuasi berdasarkan permintaan dan jarak pengangkutan.

Ricci, yang selalu bermimpi menjadi bos bagi perusahaannya sendiri, telah menjalankan perusahaan dalam permainan itu yang terdiri dari ratusan pemain.

Akhirnya, ia menyadari bahwa ia dapat mentransfer keterampilannya ke bisnis kehidupan nyata – daripada hanya melakukannya secara gratis.

Baca: Gandeng Kemendikbud, Bekraf Cetak Para Pencipta Game

Dengan ketrampilan yang diperoleh dari game, dia telah merestrukturisasi Zentech, yang dulu merupakan kendaraan perpajakan untuk bisnis ayahnya, dan sekarang ada di tahun keempat membantu banyak merek internasional memasuki pasar Kanada. Game Eve yang telah mengajarkannya keterampilan seperti kreativitas, kepemimpinan, organisasi, dan resolusi konflik, tetap ia mainkan.

Dia mempersembahkan kesuksesannya bagi keluarganya, obsesinya untuk menjalankan bisnisnya sendiri dan tentu saja “perusahaan yang sangat bagus di Islandia yang telah membuat game yang sangat bagus”.

Pengusaha digital dan konsultan bisnis Mia Bennett mengatakan: “Dalam lingkungan yang lebih tradisional, game masih dibayangkan sebagai obsesi remaja laki-laki dan hanya buang-buang waktu.”

Padahal game memiliki sejumlah keterkaitan ke keterampilan seperti “pengambilan keputusan, kemampuan untuk mengantisipasi dan perencanaan skenario,” katanya.

BACA JUGA:  Studi: Dibanding H2 2023, Target Penjahat Siber ke Gamer Muda Melonjak 30% di H1 2024

“Game juga membantu mengembangkan ketrampilan umum seperti mempelajari pengetahuan, melakukan eksperimen, dan berpikir kreatif.”

 

Bermain Video Game Bisa Memberi Anda Pekerjaan Yang Lebih
Ilustrasi: anak-anak sangat suka bermain game

Dua belas tahun berkarir, Mark Long, sebagai seorang ahli fisika radioterapi dengan NHS di Surrey, tidak mendapat banyak waktu untuk bermain game seperti dulu.

“Saya dengan senang hati mengatakan bahwa kemampuan bermain game saya memungkinkan saya melenyapkan kanker menggunakan linacs [akselerator linier] seperti photon blasters, tapi itu bukanlah kenyataan yang sesungguhnya.”

Malahan, ia memuji game-game lama seperti Palace of Magic, di toko Acorn Electron milik ayahnya, yang memperkenalkannya dengan komputer. Setiap peningkatan game baru meningkatkan pengetahuannya tentang cara kerjanya.

Bermain game juga mendorongnya untuk selalu kompetitif dan itu, ia percaya, menghasilkan sesuatu.

“Ketika membuat rencana perawatan, tujuannya adalah untuk mengoptimalkan dosis radiasi ke tumor dan membatasi sebanyak mungkin paparan ke jaringan dan organ di sekitarnya yang sehat,” katanya.

Ini tentang memang “mengulangi proses, tapi setiap kali melakukannya dengan sesuatu yang sedikit berbeda untuk meningkatkan hasilnya”. Tidak seperti mencapai skor tinggi atau lari yang sempurna.

“Kebanyakan video game pada dasarnya adalah teka-teki untuk dipecahkan,” katanya. “Dan pemecahan masalah adalah bagian besar dari pekerjaanku.”

Kembali ke Game Academy, Barrie sadar mereka masih memiliki sejumlah tantangan untuk dihadapi.

Bermain Video Game Bisa Memberi Anda Pekerjaan Yang Lebih
Pendiri Game Academy, David Barrie (foto: BBC.com)

“Komunitas pemberi kerja pasti membutuhkan sains,” katanya, tapi mengakui bahwa ia hanya menjadi orang yang benar-benar percaya ketika ia bertanya kepada para pemain game tentang pencapaian terbesar mereka dalam game yang mereka mainkan.

“Skala dan cakupan jawaban mereka mengejutkan,” katanya. “Tapi tanyakan kepada mereka hal yang sama tentang pekerjaan mereka, dan mereka tidak tahu”.

“Keterlibatan dan pemberdayaan adalah dua hal yang membuat sebuah game dimainkan oleh orang-banyak. Lalu mengapa dunia kerja tidak bisa seperti itu?” dia bertanya.

Sumber : BBC.com

Tags: game
Previous Post

XL Axiata Kenalkan Fitur Baru Aplikasi Laut Nusantara

Next Post

Bank BNI Luncurkan Dua Layanan Digital Banking

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Vivo V19 Resmi Meluncur di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkom Property dan VinFast Berkolaborasi dalam Ekspansi SPKLU Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto