Jakarta, ItWorks- Fenomena disruption kian meluas yang juga menggerus sektor jasa keuangan dan investasi menysul maraknya layanan financial technology (fintech), baik layanan pinjaman peer to peer landing, maupun pendanaan bersama (crowd funding). Mengantisipasi hal ini, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Persero sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada bidang jasa keuangan dan investasi juga tidak tinggal diam dengan melakukan transformasi digital, baik untuk akselerasi sistem manajemen, business process, inovasi produk dan layanan, dan aspek lain yang terkait.
Hal ini disampaikan oleh Plt. IT Head Unit BPUI, Firman Anindra saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2019” yang diselenggarakan oleh Majalah ItWorks bekerjasama dengan sejumlah asosiasi TI TELCO yang berlangsung (18/10), di Gedung WTC I, Jl Jend, Sudirman, Jakarta. Dalam kesempatan itu juga turut hadir mendampingi presentasi, yakni Deny D. Sabri Selaku System Development Manager IT Head Unit PT BPUI. Presentasi dan wawancara penjurian selama sekitar 75 menit berlangsung interaktif dengan materi presentasi bertema komitmen dan tahapan transformasi digital “The Journey Digital Transformation in Bahana Group”.
Dijelaskan, BPUI berdiri tahun 1973 dan kini memiliki lima (5) anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, baik di bidang capital market maupun non capital market dan satu (1) perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan properti. Transformasi tahap awal dimulai dengan membangun system integration untuk mengintegrasikan system manajemen di semua lini usaha, termasuk yang ada di anak perusahaan melalui back office application, help desk, office aoutomaton, dan lainay terkait system ERP.
Terkait komitmen yang berkelanjutan, perusahaan juga telah menyusun IT masterplan untuk pengembangan system IT yang terencana, dengan membentuk Organisasi IT di Bahana, dengan menetapkan struktur dan pembagian kerja. Adapun struktur organisasi IT, di level atas terdapat BOD, kemudian di bawahnya ada Komite IT, dan di bawahnya ada Kepala Unit IT yang membawahi tiga divisi. Ketiga devisi ini meliputi System Development, Operation & Infrastructure, serta IT Governance.
Peta implementasi IT dan tahapan transformasi digital di BPUI sendiri secara terstruktur sesuai IT masterplan, telah dilakukan sejak 2018 yang disebut sebagai Digitize Core I. Tahap ini dilakukan dengan membangun help desk, Bahana Connect I (wesbase), Financial Dashboard, Desktop Support, Server, Firewall, jaringan infrastruktur, data center, DRC dan lainnya dengan mengacu pada Functional Level Strategy, Corporate Strategy, Business Strategy dengan dukungan system IT yang terus perkuat hingga saat ini.
Tahun 2019, pengembangan IT system masuk tahap Digitize Core II yang merupaan kelanjutan dan penguatan dari tahap sebelumnya dengan pengembangan aplikasi yang lebih advance. Misalnya untuk Bahana Connect dengan penambahan fitur dan aplikasi terkini yang lebih lengkap. Begitu juga Financial Dashboard diperkuat yang disebut sebagai Financial Dashboard 2.
Dalam upaya mendukung good corporate goveranance juga diterapkan system e-procurement dan aplikasi pendukung lain untuk praktik bisnis yang lebih transparan dan accountable. “PT BPUI telah membuat peta implementasi IT dari 2018 hingga 2021 yang arahnya untuk Synergize Digital Platform ke dalam system bisnis secara menyeluruh. Termasuk pengembangan produk dan layanan, seperti fintech, instrument investasi, infrastruktur cloud, penguatan aspek IT security dan lainnya yang arahnya semua akan ke digital system dengan memanfaatkan big data dan data analytic,” papar Firman Anindra.
Ditambahkan, membangun brand positif secara digital melalui proses transformasi berkelanjutan bagi Bahana yang bergerak di industri jasa keuangan dan investasi sangatlah penting. Terlebih, persaingan bisnis yang ketat, di mana hal ini juga menuntut jajaran Bahana untuk terus beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dan industri yang semakin mudah untuk mendapatkan informasi melalui sarana digital maupun internet.
Saat ini Bahana juga terus mendoromg dan membangun brand positif secara digital di tengah transformasi dan arus informasi yang makin pesat melalui berbagai kegiatan penyusunan konten yang didistribusikan secara digital melalui media online dan social media resmi Bahana.”Kami menyadari betapa pentingnya peran dunia digital, seperti media sosial untuk mendukung reputasi brand dan media untuk berinteraksi dengan public serta melakukan penetrasi pasar. Karena itu, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dan juga anak perusahaannya (Bahana Group) berkomitmen untuk mengakselerasi proses peningakatan digitalisasi ini,” ujarnya.
Ekosistem layanan jasa keuangan Bahana Group memiliki 5 pilar bisnis utama dengan tujuan utama untuk memberikan layanan dan nilai tambah kepada masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi dan bisnis di Indonesia. Hal ini sesuai Misi awal dan utama PT Bahana, yakni mengembangkan sektor riil melalui pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi dengan menyediakan layanan finansial yang lengkap dan inovatif melalui anak-anak perusahaan.
Adapun anak perusahaan, di anataran Bahana Securities (Investment Banking, Securities Trading dan Brokerage), Bahana Artha Ventura (Modal Ventura), Bahana TCW Investment Management (Asset Management), dan Graha Niaga Tata Utama (Office Building Management). (AC)














