ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Hublot Big Bang e, Arloji Pintar Kelas Sultan Banderol Mulai Rp73 Jutaan

Fauzi
5 June 2020 | 21:40
rubrik: Product
Hublot Big Bang e, Arloji Pintar Kelas Sultan Banderol Mulai Rp73 Jutaan
Share on FacebookShare on Twitter

Pembesut jam tangan mewah asal Swiss, Hublot, baru-baru ini meluncurkan satu jam tangan anyar berjulukan ‘Big Bang e’.

Sejatinya Big Bang e adalah jam tangan terhubung atau ‘connected watch’ mewah yang memiliki tampilan terkini dari ‘Art of Fusion’, konsep yang menggabungkan pembuatan jam tangan tradisional dengan material mutakhir dan teknologi digital.

Hublot Big Bang e datang dengan case 42 mm, baik dari bahan black ceramic ataupun titanium yang dipoles dengan satin yang menjadi ‘rumah’ arloji yang terbuat dari 42 komponen. Sebanyak 27 komponen adalah untuk ‘K Module’ yang digambarkan sebagai ‘sangkar’ yang ‘menaungi jantung dari arloji digital’, yakni Qualcomm Snapdragon Wear 3100 yang menopang fungsi digital perangkat.

Selain itu, arloji Hublot Big Bang e juga sarat akan fitur tradisional, seperti mekanik jam Big Bang, juga Kristal safir antigores, tali karet khas yang diciptakan Hublot di 1980 untuk model klasik, dan sistem ‘sekali klik’ yang dipatenkan untuk memudahkan pertukaran tali karet Hublot dengan warna lain.

Penanda jam pada bezel dilapisi dengan bahan metal tipis. Sementara Kristal safir menutup layar sentuh AMOLED definisi tinggi. Tombol rotary yang terintegrasi dengan pendorong pada Hublot Big Bang e digunakan untuk mengaktifkan kontrol modul elektroniknya.

Meski dikembangkan dari hasil kolaborasi dengan brand lain dalam LVMH Group, arloji Big Bang e tetap disesuaikan untuk memenuhi spesifikasi Hublot.

Terlepas dari fungsi dasarnya ‘sebagai penunjuk waktu’, Big Bange memiliki interpretasi digital eksklusif yang ditingkatkan dari komplikasi arloji tradisional, seperti adanya Kalender Abadi dengan fase bulan dan zona waktu GMT. Kendati memiliki teknologi bawaan seperti itu, Hublot menjamin arloji ini tahan air hingga kedalaman 30 meter.

BACA JUGA:  Infinix Note 10 dan Note 10 Pro Resmi Diperkenalkan

Bicara spesifikasi teknis lainnya, Hublot Big Bang e memiliki display berukuran 1.21 inci (390 x 390 piksel) berjenis AMOLED. Seperti telah disebut di atas, perangkat ini ditenagai oleh prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon Wear 3100 berkecepatan 1.1GHz ditandem dengan RAM 1GB dan memori internal 8GB. Dari sisi konektivitas Big Bang e dilengkapi dengan fitur Bluetooth 4.2 LE, 2.4GHz Wi-Fi 802.11n, dan NFC. Sementara baterai 300 mAh yang menopang energy perangkat, dikatakan bertahan untuk satu hari penggunaan.

Big Bang e didukung oleh sistem operasi Wear OS dari Google. Dengan sistem operasi yang dijalankan, arloji ini memungkinkan untuk menawarkan pengalaman ala smartwatch yang disesuaikan. Di antara aplikasi yang tertanam, seperti Google Play, Google Assistant dan Google Pay. Pengalaman yang diberikan juga bisa dipersonalisasi lebih lanjut dengan notifikasi dan pesan.

“Semakin setia pada moto kami ‘Art of Fusion’, kami ingin menyatukan material teknikal Hublot yang sangat maju dengan inovasi terbaru dari dunia digital saat ini,” kata Ricardo Guadalupe, CEO Hublot, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Forbes.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Hublot, arloji ini akan dijual perdana secara online di situs laman brand serta di jaringan WeChat di Cina. Kemudian setelahnya, arloji ini baru akan tersedia di jaringan tradisional.

Untuk harganya, Hublot mematok Big Bang e dengan banderol $ 5200 (Rp73 jutaan) untuk versi titanium dan $ 5800 (Rp81 jutaan) untuk versi black ceramic.

Big Bang e merupakan connected watch kedua Hublot. Pembesut arloji ini pernah merilis ‘Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Rusia’ edisi terbatas sebagai connected watch pertamanya. Sesuai namanya Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Rusia dirancang untuk digunakan, baik oleh wasit di lapangan maupun oleh penggemar sepak bola. (Fauzi)

Tags: HublotHublot Big Bang e
Previous Post

Luncurkan Aplikasi IPOT, Indo Premier Incar Investor Ritel Baru

Next Post

BI Jabar Dukung Inovasi Digital Pertanian Lewat Aplikasi Jual Sayuran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arus Peti Kemas Internasional Melalui Pelindo Naik 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASUS Hadirkan Arsitektur AI Hybrid untuk Perangkat Komersialnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto