Kominfo membentuk “Desk Karhutla” yang bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga terkait untuk mengedukasi masyarakat terkait masalah dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia.
Tujuan utama dari Desk Karhutla untuk memberikan literasi, edukasi, dan pengambilan langkah preventif dalam penanggulangan kebakaran hutan melalui komunikasi publik.
“Kami membuat apa yang disebut Desk Karhutla yang intinya kami mengkonsolidasi antar institusi, antar lembaga melalui posko pemantauan yang dikonsolidasikan di humas masing-masing,” kata Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo Widodo Muktiyo, dalam seminar daring, 7/8.
Menurut Widodo, hal ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, yang berisikan empat tahapan untuk penanganan masalah tersebut.
Lebih lanjut, keempat tahapan tersebut adalah pencegahan, penanganan ketika kebakaran terjadi, penanganan setelah kebakaran dan penegakan hukum termasuk denda jika ada yang melanggar aturan.
Widodo mengatakan pembentukan Desk Karhutla juga bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai langkah dan upaya yang sudah dan akan dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi karhutla.
Beberapa program dari Desk Karhutla antara lain pembentukan “Situation Room” atau posko pemantauan karhutla langsung dalam satu ruang yang terintegrasi dengan layar lebar.
Ada juga “War Room Communication Center” untuk melakukan pemetaan isu harian mengenai kondisi pemberitaan karhutla di media massa maupun media sosial, dan terakhir media center karhutla.
“Kami juga sudah mulai jalankan sosialisasi, edukasi melalui sosial media yang kami miliki. Ke berbagai daerah juga kami sudah mengirim informasi yang sifatnya edukasi dan informasi mengenai karhutla,” terang dia.
“Initinya apa yang kita kerjakan harus diketahui oleh publik. Supaya publik nanti juga mau ikut membantu,” kata Widodo menambahkan.














