Jakarta, ItWorks- Sejak mengemban tugas sebagai Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah TNI), Brigjen TNI Prantara Santosa, S.sos, M.Si, M.Tr ( Han), terus berupaya keras menyuarakan pentingnya sejarah untuk dikenal dan dipahami oleh kalangan generasi penerus bangsa khususnya para millenial.
Hampir dalam satu tahun terakhir, Pusat Sejarah TNI aktif menggelorakan program Generasi Muda Cinta dan Bangga Sejarah (Genta Bangsa) di kalangan masyarakat luas baik melalui program kegiatan yang ada di museum maupun lewat media digital, media sosial di kalangan generasi muda bangsa.
Area museum Satria mandala pun dibangun dan direnovasi berbagai fasililitas tempat agar pengunjung menjadi nyaman dan betah sekaligus untuk menampung kreatifitas berbagai elemen kaum muda milenial, dalam mewujudkan dan menyalurkan kreatifitasnya diberbagai bidang terutama seni dan budaya. Adanya Cafe Genta yang berada di area Museum Satria Mandala dan fasilitas fasilitas lain yang dibangun bertujuan mewujudkan dan menampung kreatifitas kaum muda.
Salah satu bentuk langkah Pusjarah merangkul milenial, adalah memfasilitasi grup band Elkasih yang sedang viral dalam pemberitaan media online dalam proses pembuatan hingga launching. Seluruh aktifitas mulai dari permbuatan Video musik/Klip, hingga launching video klip difasilitasi Pusjarah dan dilakukan di area Museum Satria Mandala.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pembuatan dan launching video klip Elaksih ini. Apalagi mereka yang terlibat langsung dalam proses pembuatan video klip hingga launching adalah mereka yang juga tergabung dalam komunitas Genta Bangsa milik Pusjarah TNI,” ucap Prantara Santosa baru-baru ini disela sela acara launching peluncuran Video klip terbaru grup Band Elkasih di Cafe Genta Jakarta, dengan menerpkan protokol kesehatan.
Langkah kerja dalam mewujudkan serta menggelorakan pentingnya nilai -nilai sejarah, menurut Prantara perlu ditanamkan pada seluruh masyarakat. Itu sebab ia merangkul berbagai elemen bangsa khususnya para generasi muda yang memiliki potensi ikut menyuarakan cinta sejarah dan bangsanya, agar tidak tergerus dengan dampak informasi global yang menyusup lewat berbagai media digital yang ada sekarang ini.
Perubahan trend informasi ke dalam dunia digital ini, lanjutnya, mau tidak mau harus disikapi sebagai sebuah cara Pusjarah membuat strategi baru dalam menyisipkan pesan moral yang baik dan benar dalam menyikapi perubahan trend yang semakin dibutuhkan untuk mensiasati secara kreatif agar generasi muda bangsa tetap memiliki rasa nasionalisme yang tinggi akan negerinya lewat pesan berguna dari sejarah yang kita miliki.
“Sejarah bangsa itu sangat lah penting ditanamkan dalam pemikiran anak bangsa. Seperti ucapan Presiden RI pertama Soekarno, Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Untuk itu terus kita tanamkan pada generasi penerus tetap mencintai sejarah dan mengisi kemerdekaan bangsa dengan hal hal yang positif dan baik,” tandas Prantara.














