ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Anker Hadirkan Power Bank Ultra-Slim dengan Pengisian Magnetik Qi2

Fauzi
18 August 2026 | 11:34
rubrik: Product
Anker Hadirkan Power Bank Ultra-Slim dengan Pengisian Magnetik Qi2
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, kenyamanan membawa perangkat menjadi sama pentingnya dengan kapasitas baterai dan kecepatan pengisian. Hal tersebut semakin relevan ketika smartphone digunakan hampir sepanjang hari untuk komunikasi, navigasi, pekerjaan, transaksi digital, hingga konsumsi konten.

Menjawab kebutuhan tersebut, Anker Innovations menghadirkan Anker Nano MagSafe Power Bank Ultra-Slim 5.000mAh, power bank magnetik yang mengombinasikan desain ultra-tipis dengan teknologi wireless charging Qi2 hingga 15W. Dengan ketebalan hanya sekitar 0,8 cm, produk ini dirancang untuk memberikan tambahan daya tanpa membuat smartphone terasa jauh lebih tebal ketika digunakan.

Desain tersebut membuat Anker Nano Power Bank menjadi menarik terutama bagi pengguna iPhone generasi terbaru yang mengandalkan sistem pengisian magnetik. Bentuknya dirancang mengikuti area belakang perangkat dengan proporsi yang ringkas, sehingga tetap nyaman ketika smartphone sedang digunakan untuk membalas pesan, melakukan panggilan, melihat navigasi, atau mengambil foto sambil mengisi daya.

“Kami melihat bahwa pengguna power bank tidak selalu membutuhkan kapasitas yang sangat besar. Untuk aktivitas harian, banyak konsumen justru membutuhkan perangkat yang ringan, tipis, mudah ditempelkan ke smartphone, tetapi tetap memberikan pengisian daya yang cepat dan aman. Anker Nano Power Bank dikembangkan untuk memberikan keseimbangan tersebut,” ujar Flame Xia, Country Director Anker Innovations Indonesia.

Salah satu keunggulan utama perangkat ini adalah dukungan Qi2-certified magnetic wireless charging hingga 15W. Teknologi Qi2 menggunakan sistem magnetic alignment yang membantu perangkat dan charger berada pada posisi yang tepat ketika proses pengisian berlangsung. Posisi yang lebih presisi tidak hanya membuat penggunaan lebih praktis, tetapi juga membantu transfer energi berlangsung secara lebih efisien dibandingkan wireless charger yang mudah bergeser dari titik pengisian.

BACA JUGA:  Acer Raih 12 Penghargaan iF Design Awards 2018

Kehadiran teknologi tersebut membuat Anker Nano Power Bank relevan untuk lini iPhone dengan sistem magnetik seperti iPhone 16 maupun keluarga iPhone 17 dan iPhone Air. Pengguna cukup menempelkan power bank ke bagian belakang smartphone untuk mulai mengisi daya, tanpa harus menghubungkan kabel ketika sedang beraktivitas.

Dengan daya wireless hingga 15W, Anker menyebut perangkat ini mampu mengisi iPhone 16 Pro hingga sekitar 25 persen dalam 42 menit berdasarkan pengujian laboratorium internal. Untuk pengguna yang membutuhkan kecepatan lebih tinggi melalui kabel, port USB-C pada perangkat juga mampu menghasilkan output hingga 20W, sehingga power bank dapat digunakan secara fleksibel baik secara wireless maupun wired.

Meski demikian, kemampuan pengisian cepat bukan satu-satunya aspek yang menjadi perhatian Anker. Panas merupakan salah satu tantangan utama dalam proses wireless charging karena energi ditransfer tanpa kontak kabel langsung. Semakin tinggi temperatur yang terjadi selama proses pengisian, semakin penting sistem manajemen panas untuk menjaga kenyamanan penggunaan sekaligus melindungi perangkat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anker membekali Nano Power Bank dengan teknologi Smart Heat Control yang mengombinasikan material graphene, dua chip NTC untuk pemantauan temperatur, serta sistem pengaturan pengisian secara cerdas. Kombinasi tersebut dirancang untuk membantu mendistribusikan panas dan memantau suhu pada titik-titik penting selama power bank bekerja.

Berdasarkan data Anker, sistem tersebut mampu menjaga temperatur perangkat hingga sekitar 14 derajat Fahrenheit (14°F) lebih rendah dibandingkan standar industri yang digunakan sebagai pembanding oleh perusahaan. Dengan pengelolaan temperatur yang lebih baik, pengguna dapat menikmati pengisian wireless berkecepatan tinggi dengan perangkat yang tetap lebih nyaman ketika berada dalam genggaman.

“Ketika sebuah power bank dirancang menjadi semakin tipis, pengelolaan temperatur menjadi sangat penting. Karena itu kami menggunakan graphene, sensor temperatur ganda, serta pengaturan daya secara pintar untuk memastikan bentuk yang ringkas tidak mengorbankan keamanan dan kenyamanan pengguna,” jelas Flame Xia.

BACA JUGA:  ASUS Zenfone 8 Resmi Melenggang di Indonesia

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana perkembangan power bank saat ini mulai bergeser. Kapasitas baterai bukan lagi satu-satunya ukuran utama. Bagi sebagian pengguna, terutama mereka yang membutuhkan tambahan daya untuk melewati aktivitas sehari-hari, produk 5.000mAh dengan bentuk sangat tipis dapat menjadi alternatif yang lebih nyaman dibandingkan membawa power bank berkapasitas besar.

Wireless Power Consortium sebagai organisasi yang mengembangkan standar Qi menjelaskan bahwa Qi2 menggunakan teknologi magnetic attachment untuk membantu perangkat dan charger berada dalam posisi yang lebih presisi. Generasi awal Qi2 membawa pengisian hingga 15W sekaligus meningkatkan interoperabilitas, keamanan, dan efisiensi pengisian. Pendekatan seperti ini semakin mendorong berkembangnya aksesori wireless charging yang tidak hanya cepat, tetapi juga semakin praktis untuk digunakan saat bergerak.

Bentuk yang tipis menjadi pembeda penting Anker Nano Power Bank. Dengan ketebalan sekitar 0,8 cm dan kapasitas 5.000mAh, perangkat dapat tetap menempel pada smartphone tanpa memberikan kesan terlalu bulky. Hal ini terutama terasa pada perangkat berdesain tipis seperti iPhone Air, karena tambahan power bank tidak terlalu banyak mengubah cara pengguna menggenggam smartphone.

“Tujuan kami sederhana, yaitu membuat pengguna tidak merasa sedang membawa power bank. Perangkat harus cukup tipis untuk menjadi bagian dari smartphone ketika digunakan, tetapi tetap mampu memberikan tambahan daya ketika pengguna membutuhkannya. Itulah filosofi utama di balik Anker Nano Power Bank ini,” tambah Flame Xia.

Anker Nano MagSafe Power Bank Ultra-Slim 5.000mAh (A1665) kini dapat diperoleh melalui kanal online resmi Anker Indonesia seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Blibli.com. Dengan kombinasi bodi ultra-tipis, kapasitas 5.000mAh, wireless fast charging Qi2 15W, USB-C hingga 20W, serta sistem kontrol temperatur berbasis graphene dan dual NTC, produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp900.000-an.

BACA JUGA:  Bawa Kamera Ultra Clear Berbasis realme Next AI, realme 13 Pro Series 5G Tawarkan Fotografi Kelas DSLR
Tags: AIAnkerAnker Nano MagSafePowerbank
Previous Post

Hadirkan IM3 Istimewa, Indosat Tawarkan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Next Post

16 Serangan Per Detik, Ancaman Siber Kian Agresif dan Otomatis di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telah Hadir Laptop OLED Layar Ganda yang Mengutamakan Inovasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catat, Telkom akan Bagikan Dividen Rp16,64 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • iPhone 5S dan 5C Haram Masuk Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto