Jakarta, Itech- Pemerintah telah mencanangkan program nasional Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) tahun 2011 dan Gerakan Penghematan Air melalui Instruksi Presiden No 13 Tahun 2011. BPPT diberi tanggungjawab menyediakan dukungan teknologi untuk pengolahan air limbah, kebersihan sungai dan penanganan sampah Untuk mendukung suksesnya GNIB untuk mendukung suksesnya GNIB.
Menurut Sekretaris Utama BPPT, Soni Solistia Wirawan, masalah lingkungan perlu mendapat perhatian serius, terutama soal pencemaran lingkungan akibat limbah cair industri dan rumah tangga, sampah perkotaan maupun berkurangnnya ketersediaan air bersih. “Hal ini sangat berkaitan dengan kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam berperilaku bersih, agar tidak mengotori lingkungan dan hemat air, “ katanya dalam seminar nasional bertema “Inovasi Teknologi Lingkungan dalam Aksi Gerakan Nasional Indonesia Bersih” di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (15/12).
BPPT, katanya, telah melakukan berbagai langkah dan pengembangan untuk mendukung program GNIB ini. Mulai dari pembuatan buku pedomanan GNIB, pengelolaan limbah padat, dan pengelolaan sampah terpadu seperti pembuatan kompos. Selain membuat bank sampah dari kantor-kantor atau industri yang dilakukan oleh cleaning service yang juga bisa menghasilkan uang untuk mereka, BPPT juga menerapkan 3R (reduce, reuse, recycle) melalui rekondisi funiture kantor.
“Hasil penelitian BPPT banyak, tapi packaging, sosialisasi dan promosi yang masih kurang. Contoh kita ada pengelolaan air bersih misal dari air banjir untuk mandi dan cuci tangan, walau belum bisa untuk minum. Tiap banjir, alat mobile kita langsung ke lokasi dan diterapkan, dibawa pake truk. Ada juga teknologi proses limbah-limbah berbahaya misal yang berwarna dari tekstil,” ungkapnya. (*)














