Jakarta, ItWorks- Di tengah pandemi Covid-19, inovasi dan optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat penting untuk menunjang operasional sistem kepemerintahan maupun layanan masyarakat. Hal inilah yang juga dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Disksominfo) Pemerintahan Kota (Pemkot) Sukabumi –Jawa Barat melalui pengembangan aplikasi smart city dengan membangun portal khusus : https://covid19.sukabumikota.go.id/.
Pengembangan aplikasi digital di era keterbukaan informasi menjadi sebuah keniscayaan, agar program pemerintah dapat mudah diakses dan didukung oleh semua lapisan masyarakat. Sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disksominfo juga terus mengembangkan inovasi aplikasi baru berbasis digitalisasi. Termasuk solusi dan inovasi untuk memudahkan layanan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 ini.
“Salah satu inovasi baru yang kita kembangkan di tengah pandemi covid-19 adalah membangun portal covid19.sukabumikota.go.id/. Melalui website ini, masyarakat luas bisa mendapatkan banyak informasi terkait pandemi Covid-10 yang ada di Kota Sukabumi. Seperti data sebaran Covid-19, jumlah warga yang positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan swab test, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jumlah pasien yang sembuh, ketersediaan fasilitas rumah sakit, tempat isolasi mandiri, dan lainnya. Melalui website ini, kita juga banyak memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana pola hidup sehat, cara pencegahan, dan layanan terkait lainnya,” papar Kabid TIK Diskominfo Pemkot Sukabumi H. Yuli Noviawan, ST, MT saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Award 2020” yang dilakukan secara virtual (13/10/2020) yang juga dihadiri Kadiskominfo Pemkot Sukabumi, Yadi Mulyadi S,STP, M.Si.
Ditambahkan, selain bisa memudahkan masyarakat mengakses beragam informasi dan juga menyampaikan laporan terkait pandemi Covid-19, website ini juga diintegrasikan dengan aplikasi digital SUPER (Sukabumi Participated Responder) yang dibangun sebelumnya, di mana masyarakat juga bisa dengan mudah menyampaikan berbagai laporan dari smartphone. Dengan demikian, pemerintah juga bisa memberikan respons cepat untuk memberikan solusinya. Bahkan melalui aplikasi atau situs web ini, pemerintah juga mudah melakukan pendataan dan penyaluran bansos bagi warga yang terdampak Covid-19.
“Melalui website ini, masyarakat juga bisa mengecek secara mandiri apakah dirinya sudah terdata sebagai penerima bantuan atau belum. Kalau ada warga yang benar-benar terdampak dan tidak tercantum sebagai penerima bantuan, kami juga menyediakan layanan contac center – Halo Sosial Dinsos yang disiapkan untuk warga. Jadi karena terintegrasi dengan semua OPD yang ada, laporan yang masuk bisa cepat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Di hadapan tiga dewan juri (Hidayat Tjokrodjojo -Apkomindo, Garuda Sugardo –Dewan TIK Nasional, dan Febrizal –Asosiasi Piranti Lunak Indonesia) dalam sesi presentasi wawancara penjurian yang dipandu moderator (Ahmad Churi-Managing Editor ItWorks), H. Yuli Noviawan, ST, MT dalam presentasi berjudul “Mewujudkan Kota Pintar Sukabumi (Sukabumi Smart City), juga memaparkan banyak hal tentang perkembangan terbaru dari proses transformasi digital dan pengembangan smart city yang ada di wilayahnya.
Di antaranya terkait implementasi dan pengembangan E-government, tata kelola dan masterplan pengembangan TIK, dan juga progress pengembangan aplikasi digital di smart city, termasuk efektivitas dan manfaat yang dirasakan masyarakat di masa pandemi dan new normal ini.
Aplikasi Super
Ditambahkan, terkait implementasi smart city, Pemkot Sukabumi sejak tahun 2017 telah memiliki rencana induk atau masterplan smart city. Sesuai visi misi Pemkot Sukabumi, terdapat 6 pilar smart city yang menjadi fokus untuk terus dikembangkan.
Pertama Smart Governance (pemerintahan transparan, informative dan responsif), Kedua Smart Branding (mewujudkan kota yang menarik untuk dikunjungi)/ tujuan wisata. Ketiga Smart Economy (menumbuhkan produktivitas dengan kewirausahaan dan semangat inovasi). Empat Smart Living (mewujudkan kota yang sehat dan pelayanan yang baik). Kelima Smart Society/People (peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan). Keenam Smart Environment (manajemen sumber daya alam yang ramah lingkungan).
Disebutkan salah satu capaian yang menggembirakan dan berdampak luas dari inovasi dan transformasi digital yang dilakukan yakni adanya kemajuan dan respons besar dari aplikasi SUPER. Super merupakan aplikasi berbasis mobile yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah, di mana dalam aplikasi ini masyarakat dapat berinteraksi menyampaikan berbagai laporan dan masukan kepada pemerintah secara interaktif melakui aplikasi secara daring. Hal ini juga bisa membantu sistem pengawasan pembangunan dari bawah, termasuk juga sebagai upaya untuk terus meningkatkan pelayanan publik.
Untuk dapat menggunakan aplikasi SUPER, masyarakat tinggal mengunduhnya melalui aplikasi Playstore (Handphone berbasis Android) dengan keyword “SUPER SUKABUMI” atau dengan membuka tautan situs :https://play.google.com/store/apps/details id=com.superproject.sukabumikota.
“Aplikasi ini adalah sebuah inisiatif dari Pak Walikota Kota Sukabumi dalam rangka menyediakan sarana pengaduan yang terpadu dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat Kota Sukabumi secara daring. Layanan ini juga ditujukan untuk meningkatkan interaksi antara masyarakat dengan pemerintah yang terus kami perkuat untuk semakin memudahkan berbagai pelayanan masyarakat secara cepat dan transparans,” tandasnya. (AC)














