
Reporter: Achmad Adhito
Editor: Teguh Imam S.
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat di penjuru Tanah Air, salah satunya menganggu kegiatan perdagangan. Kuatir dengan adanya penularan virus Covid-19, terpaksa para pedagang dan pembeli mengurangi aktivitas jual-beli secara langsung.
Hal itu juga yang dialami di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo. Namun, berkat hadirnya solusi berbasis TI yaitu Pasar Rakyat Digital, yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo, kegiatan jual-beli tetap dapat berlangsung dan ekonomi setempat pun terus menggeliat walau ada wabah Covid-19.
Demikian pemaparan yang disampaikan Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo, Zulkifli Mohi dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.
“Kami meluncurkan sejumlah terobosan berbasis TI (teknologi informasi) untuk memudahkan masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Salah satunya, untuk membantu kegiatan perdagangan dengan menghadirnya aplikasi Pasar Rakyat Digital disingkat Sipardi,” jelas Zulkifli.
“Secara mudah, kita bisa menyebut bahwa aplikasi Pasar Rakyat Digital tersebut seperti aplikasi BukaLapak atau Lazada, di daerah kami,” tambahnya.
“Untuk jasa pengiriman, aplikasi Sipardi memanfaatkan aplikasi Bentor (Becak Motor) yang sebelum Covid-19 pun sudah hadir. Aplikasi Bentor berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo. Dalam hal ini, aplikasi Sipardi memanfaatkan data tentang pengemudi becak bermotor yang ada di aplikasi Bentor,” ungkap Zulkifli.
“Sedangkan untuk proses pembayarannya, kami menjalin kerja sama dengan Bank BRI yang memberikan kemudahan berupa adanya ongkos kirim gratis,” dia menjelaskan.

Menggunakan Sipardi, yang merupakan e-market place, jenis barang yang ditransaksikan adalah kebutuhan sehari-hari, seperti sayur-mayur dan sembako.
“Dengan aplikasi Sipardi, seseorang yang ingin membeli sayur-mayur atau pun yang lain, bisa mencari pedagang yang lokasinya terdekat. Lantas, diantar oleh pengemudi becak bermotor. Nah, pembayarannya, secara tunai atau cash on delivery,” Zulkifli menjelaskan.
Inovasi Siranti
Dalam kesempatan ini, Zulkifli menjelaskan contoh inovasi lain yang telah dikembangkan pihaknya. Yakni, aplikasi Siranti yang berfungsi mendata jumlah warga di Kabupaten Gorontalo yang meninggal dunia.
“Sebelumnya, yang ada hanyalah data tentang data warga yang lahir. Maka yang terlihat hanya jumlah warga terus bertambah,” katanya.
“Dengan hadirnya aplikasi Siranti, ada perubahan yaitu data jumlah warga yang meninggal dunia juga tercatat dengan baik. Kini, sudah ada perimbangan antara data warga meninggal dengan yang lahir,” Zulkifli menjelaskan.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: TI Mendukung Pemda Kabupaten Gorontalo Membangun Daerahnya














