
Reporter: Irawan Djoko Nugroho
Editor: Teguh Imam S.
Kabupaten Bangka Selatan telah berinovasi memanfaatkan TI untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Inovasi tersebut, pertama, aplikasi berbasis android “Junjung Besaoh” untuk melaporkan gejala Covid-19. Kedua, pemasangan Gelang Pemantauan pada pelaku perjalanan di pintu masuk pelabuhan, bandara. Ketiga, memperbarui data kasus Covid-19 di portal berbasis web https://covid19.bangkaselatankab.go.id.
“Kemudian, melakukan edukasi, menggunakan infografis dan videografis, terkait Covid-19,” kata Deni Purnomo, Kepala Divisi TI Dinas Kominfo Kabupaten Bangka Selatan dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online, 9 November 2020.
Pemkab Bangka Selatan juga memanfaatkan TI juga untuk memulihkan ekonomi setempat yang terganggu akibat wabah tersebut. “Kami melakukan pendataan dan validasi pelaku UMKM yang terdampak, melalui pelayanan terpadu satu pintu di kecamatan terintegrasi dengan desa. UMKM yang tervalidasi akan masuk dalam Gerobak Peradik (Gerakan Konsumsi, Beli dan Pakai Produk Usaha Daerah Sendiri).”
“Kemudian kami menggunakan aplikasi Junjung Besaoh untuk memfasilitasi dan mempromosikan UMKM yang masuk Gerobak Peradik. Langkah ini mampu mendorong usaha ekonomi kerakyatan berbasis potensi sumber daya Bangka Selatan,” jelas Deni Purnomo.

Solusi di Era New Normal
Kepada dewan juri, Deni Purnomo memaparkan Kominfo Bangka Selatan juga telah memiliki solusi TI yang dapat digunakan di era New Normal. Pertama, Sistem Informasi Tata Naskah Dinas (Sinanas) e-office, untuk surat masuk dan surat keluar yang didisposisi secara online.
“Kedua, Absensi Online berbasis android yang dapat mengurangi tatap muka secara langsung sehingga memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Solusi tersebut mengurangi penggunaan kertas (paperless) dan mendukung gerakan go green.”
“Juga ada berbagai layanan online untuk Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil antara lain, Web Madu Pelawan (https://madupelawan.bangkaselatankab.go.id), dan Pekasem Teritip, layanan adminduk di Kecamatan.”
“Kemudian, Paket Mesra, layanan adminduk di Puskesmas. Akta Krio, layanan adminduk di Rumah Sakit. Lapor Kadesku, layanan adminduk di Kantor Desa. Terakhir, Ngayau Hekula, layanan adminiduk di Sekolah,”
Menurut Deni Purnomo dengan adanya layanan online Adminduk di unit-unit pelayanan lintas sektor yang menyebar di wilayah penduduk akan mengurangi tatap muka secara langsung sehingga memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Dengan penerapan IT yang ada, maka faktor jarak tempuh yang umumnya menambah beban biaya bagi masyarakat akan terpangkas, sehingga akan tercipta layanan adminduk yang mudah, murah dan cepat,” tutupnya.














