
Reporter: Busthomi Asyari
Editor: Teguh Imam S
Sebagai bank yang fokus di pembiayaan sektor properti, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus konsisten dalam menggucurkan kredit di sektor ini. Meski ada pandemi, porsi kredit sektor ini, terus bertumbuh.
Salah satu pemacunya adalah inovasi yang dilakukan perseroan dengan mengandalkan sistem digital, berupa aplikasi BTN Properti. Dengan tak ada lagi pameran properti secara offline, aplikasi BTN Properti jadi solusi untuk menawarkan perumahan yang sudah dibangun para pengembang.
Dalam Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang digelar secara virtual, Senin (9/11/2020), Numan Rayadi, Head of Digital Banking Department, Bank BTN menerangkan produk digital BTN Properti sebenarnya sudah ada sejak 2015 lalu, namun setiap tahun terus diperbarui dan tahun ini jadi kian mutakhir.
“Pertama kali diimplementasikan di 2015. Kemudian dikembangkan lagi jadi versi 3 di Desember 2019. Tahun 2020 saat pandemi ini, BTN Properti ini jadi aplikasi yang paling diburu dan jadi unggulan kami,” kata Numan didampingi Iwan Soemantri, Head of Departement IT Security Policy Risk & Governance BTN; Aji Prasetio, Program Development Officer BTN; dan Isabela, Officer Development Program BTN.
Menurut dia, segala informasi yang dibutuhkan calon debitur untuk mencari perumahan sudah tersedia di aplikasi tersebut. BTN Properti bahkan sudah dilengkapi dengan fitur 4D, sehingga ketika si calon debitur meng-klik satu rumah yang diminatinya, mereka serasa memasuki rumah itu seperti di alam nyata. Bahkan, bisa melihat isi kamar tidur dan kamar mandi, seperti aslinya.
“Ini adalah platform milik Bank BTN yang berisi listing perumahan dari para developer yang sudah bekerja sama dengan Bank BTN. Dengan banyak memiliki fitur unggulan, tak hanya 4D tour service tadi,” ujar Numan.

BTN Properti
Aji Prasetio menambahkan, selama pandemi ini, perseroan merasa sangat beruntung dengan adanya aplikasi BTN Properti Mobile. Tingkat viewer atau hit aplikasi ini sangat tinggi di tengah pandemi. Sebab mudah dilihat dan bisa diunduh dengan gampang di Playstore serta AppStore.
“Saat ini, di aplikasi tersebut terdapat 2.304 pengembang yang memasarkan proyeknya sebanyak 3.007 proyek properti. Dengan menyediakan unit hingga 690.304 unit properti.”
“Data sampai akhir Juni 2020 lalu, pengunjungnya mencapai 3.175.506, ada 17.967 pengajuan aplikasi online, dan sebanyak 3.809 yang direalisasi. Sehingga realisasi limit penjualan online-nya mencapai Rp1,18 triliun,” ungkap Aji.
Secara rinci, Aji menggambarkan, fitur unggulan dari BTN Properti Mobile ini yakni pencarian properti, simulasi kredit, pengajuan kredit online, pengajuan bagi developer, tracking status pengajuan, customer online live chat selama 24 jam seminggu, berita & info terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), 4D tour service, dan generate form aplikasi kredit.
BTN Properti juga membantu memudahkan konsumen dalam mencari properti pilihan berdasar daerah, developer, proyek perumahan. Tak cuma itu, konsumen juga bisa mensimulasikan kreditnya untuk mengetahui besaran angsuran dan juga dapat mengajukan pengajuan kredit secara online.
Ke depannya, aplikasi BTN Properti akan dikembangkan lagi dan sudah masuk dalam grand design IT hingga 2024 nanti. “Termasuk di dalamnya akan ada fitur notaris, profesi penilai, pihak BPPN, dan PUPR melalui sitem Sikumbang dan Sikasep. Jadi nantinya akan dibentuk digital housing ecosystem,” terang Aji.
“Untuk SOP pengembangan IT BTN saat ini, sudah memerapkan bimodal IT yaitu mengadopsi dua metode pengembangan, waterfall dan agile, sehingga pengembangannya lebih cepat,” jelasnya.
BTN Properti juga memberikan kontribusi terhadap kinerja Bank BTN, yang termasuk bank BUKU III, dimana hingga kuartal III 2020 bank ini telah menyalurkan kredit dan pembiayaan di segmen perumahan senilai Rp231,34 triliun.
Terkait solusi era New Normal, Bank BTN memiliki aplikasi untuk memantau para karyawannya yang bekerja dari rumah atau Work from Home (WfH) yaitu BGate yang dikembangkan tahun 2019 lalu.
“Aplikasi ini digunakan untuk proses monitoring dan approval pekerjaan karyawan yang melakukan aktivitas WfH. Di sini karyawan bisa input kegiatan dan dokumentasinya serta approval langsung dari atasan. Ini bermanfaat karena proses monitoring pekerjaan dapat dipantau langsung dari atasan,” tutup Numan.
Baca: Luncurkan Aplikasi Pengajuan KPR, BTN Siap Kuasai Pasar Millennial














