
Penulis: Teguh Imam S.
Keterlibatan karyawan (engagement) dengan pemanfaatan teknologi sebagai sarana kolaborasi jadi faktor penting bagi perusahaan yang ingin tumbuh dan unggul dalam bisnisnya. Demikian disampaikan Thomas Dragono, Managing Director, PT Nap Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) saat Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online, Jumat, 13 November 2020.
Mengutip hasil penelitian di Amerika Serikat, Thomas menjelaskan keterlibatan karyawan (engagement) jadi satu bagian penting pertumbuhan perusahaan. Lebih jauh lagi, pemanfaatan teknologi dan sistem TI yang benar dapat mendongkrak peningkatan keterlibatan karyawan dalam operasional perusahaan.
“Ada empat fakta dalam hasil penelitian itu yang memperlihatkan pentingnya keterlibatan karyawan yaitu pemanfaatan teknologi, keterlibatan kartawan itu sendiri, peningkatan produktivitas, dan berkurangnya jumlah izin tidak masuk kerja karyawan.”
Thomas kemudian menambahkan hasil penelitian lainnya bahwa, “Organisasi dengan tingkat Engagement yang tinggi mendapat banyak manfaat dibandingkan dengan organisasi dengan tingkat Engagement yang rendah.”
“Manfaat yang didapat antara lain: pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi, pendapatan bersih tahunan, lebih sedikit terjadi insiden, lebih sedikit jumlah hari karyawan tidak masuk kerja, keluar-masuk karyawan yang lebih rendah, skor promosi yang lebih tinggi, produktivitas yang lebih tinggi, dan pelayanan pelanggan yang lebih tinggi,” kutip Thomas.

Kolaborasi dengan IT
Kepada dewan juri, Thomas memaparkan di perusahaan yang dipimpinnya keterlibatan karyawan diterapkan dengan kolaborasi memanfaatkan dukungan IT.
“Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 dan kewajiban menjalankan aturan Protokol Kesehatan, IT terasa sekali manfaatnya bagi operasional perusahaan,” ungkap Thomas.
“Cara kami melakukan kolaborasi antar karyawan dengan menggunakan fasilitas konferensi video Teams dari Microsoft. Contohnya, saat proses penerimaan karyawan baru, seorang programer yang ada di daerah luar Jakarta. Ia tidak perlu datang ke Jakarta untuk melakukan pekerjaannnya, bisa dilakukan dari tempat tinggalnya. Bisa bekerja secara remote,” jelasnya.
Manfaat berikutnya dari penggunaan TI untuk kolaborasi, karyawan dapat saling terhubung setiap saat. “Karyawan kami dapat menggunakan fitur Call yang ada di aplikasi Teams Microsoft untuk saling terhubung satu sama lain menggunakan telepon selular miliknya. Ini tentu mempermudah kolaborasi.”
Dengan manfaat yang diberikannya itu, maka kinerja kolaborasi di Matrix NAP Info jadi meningkat. “Sejak adanya kebijakan PSBB dan Working from Home diterapkan di perusahaan kami, tingkat adopsi penggunaan Teams Microsoft terus meningkat. Saat ini, kami punya total 208 pengguna aktif, yang artinya hampir 90 persen karyawan telah aktif menggunakan aplikasi ini untuk berkolaborasi,” kata Thomas.
Pemanfaatan IT lainnya di Matrix NAP Info untuk mendukung kolaborasi adalah penggunaan Tempat Kerja Digital atau Digital Working Place
“Namanya Stream Mobile, aplikasi mobile yang dikembangkan oleh eksternal perusahaan. Aplikasi ini diperuntukan bagi organisasi yang ingin mendigitalkan lingkungan kerjanya,” terang Thomas.
Stream Mobile bekerja melalui keterlibatan karyawan yang melakukan layanan sendiri atau self-service dan meningkatkan kepuasan karyawan terhadap tempat kerjanya.
“Fitur-fitur dalam aplikasi ini yang mendukung karyawan untuk self-service antara lain: Leave, Permission, OT Request, Reimbursement, Attendance, Check-in, Overtime, dan Business Trip,” tutup Thomas.
Sebagai informasi, PT. NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) berdiri tahun 2000, menjadi Penyedia Akses Jaringan (Network Access Provider) neutral and independent pertama di Indonesia. Sedangkan, Matrix Networks Pte. Ltd. terdaftar di Singapura tahun 2006.
Pada 8 Agustus 2008, Matrix Networks dan NAP Info meluncurkan Matrix Cable System (MCS), Private Sub-Sea Cable internasional pertama yang menghubungkan Jakarta-Singapura.
Kabel membentang sepanjang 1.055 km dari Jakarta-Singapora dengan satu unit cabang aktif di Batam dan dua unit cabang tambahan yang menyediakan kemampuan untuk mempeluas jaringan ke kabel lainnya yang sudah ada atau kemana saja di lingkup Asia Tenggara dan Australia.
Memiliki 12ms Latency antara Jakarta-Singapore dan kapasitas hingga 60 Tbps, dengan 2.7 Tbps lit.
Saat ini, layanan Matrix NAP Info hadir di lebih dari 100 gedung di kawasan Jakarta antara lain: AIA Central, Sampoerna Strategic Square, Kawasan Mega Kuningan, Sentral Senayan I-III, dan Wisma Mulia.














