ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Sukses Pertahankan Bisnis, Pendiri Huawei Sampaikan Strategi Kolaborasi Global

Ahmad Churi
12 February 2021 | 15:18
rubrik: ICT Profile
Sukses Pertahankan Bisnis, Pendiri Huawei Sampaikan Strategi Kolaborasi Global

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, menjelaskan strategi global perusahaan.

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks- Penyedia solusi TIK, Huawei, menegaskan kembali keyakinannya pada keberlangsungan bisnis di tengah berbagai tantangan, khususnya tentang kinerja penjualan smartphone. Huawei berkomitmen meningkatkan kolaborasi sebagai bagian dari strategi bisnis globalnya.

Hal ini diungkapkan oleh pendiri Huawei, Ren Zhengfei, saat menjelaskan strategi global perusahaan, mulai dari aplikasi 5G hingga sikap terbuka terhadap kerja sama dengan banyak pihak, termasuk pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Dalam wawancaranya dengan media pada pembukaan Intelligent Mining Innovation Lab di Taiyuan, Shanxi, Tiongkok, 9 Februari, Ren mengatakan, keyakinannya terhadap kelangsungan bisnis Huawei bahkan makin menguat dibanding sebelumnya. “Kami memiliki lebih banyak cara untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Keyakinan saya juga makin menguat melihat pendapatan dan keuntungan penjualan Huawei pada 2020 yang lebih tinggi dari 2019,” ujarnya dilansir dalama siaran pers (11/2) yang diterima redaksi, di Jakarta.

Pendapatan Huawei pada 2020 tercatat sebesar USD136,7 atau mengalami kenaikan YoY sebesar 11,2 persen. Laba Huawei juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 10,4 persen sehingga laba pada 2020 menjadi USD9,9 miliar.

Ren mengatakan, sejumlah besar pelanggan masih terus memberikan kepercayaannya kepada Huawei. “Jika Anda punya waktu, Anda harus mengunjungi Pelabuhan Ningbo, Bandara Shenzhen, Bandara Internasional Dubai, dan pabrik mobil di Jerman yang semuanya menggunakan layanan 5G kami. Anda bisa menyaksikan sendiri bagaimana Huawei membantu mereka untuk maju,” ujarnya.

Menurutnya, berbeda dengan jaringan komunikasi generasi sebelumnya yang bertujuan menghubungkan banyak rumah dan manusia, tujuan utama dari dibangunnya jaringan komunikasi di era 5G adalah untuk menghubungkan bisnis dari berbagai industri, dari bandara, pelabuhan, pertambangan batu bara, produksi besi dan baja, manufaktur otomotif hingga manufaktur pesawat terbang.

“Kami juga telah mulai menjalankan program bernama Nanniwan. Masyarakat di luar Tiongkok mungkin tidak mengenal program tersebut. Namun, pada dasarnya ini terkait dengan konsep kemandirian dalam produksi. Program ini dimaksudkan untuk membantu kami melakukan banyak terobosan di bidang pertambangan batu bara, besi dan baja, musik, serta dalam kategori produk seperti TV, komputer, dan tablet,” lanjut Ren.

BACA JUGA:  Budi Kusmiantoro ditunjuk jadi CTO OVO

Dia juga berbagi pandangannya tentang penurunan di lini smartphone premium Huawei karena kendala pasokan chip. Namun, Huawei memperoleh sinyal positif atas prospeknya dalam kinerja jaringan berkualitas.

“Kami mendukung kemajuan yang dibuat oleh iPhone 12 dari Apple. Kecepatan unduh dari iPhone 12 yang mampu mencapai 1,82 Gbps telah menjadikannya sebagai yang terbaik di dunia. Smartphone tersebut juga banyak digunakan oleh pengguna perangkat kelas atas di Eropa. Bagaimana smartphone tersebut dapat beroperasi secara optimal di jaringan 5G kami di Eropa sebenarnya juga menjadi penegasan atas peran kami di sana serta bukti kualitas jaringan kami. Kami membantu membangun jaringan 5G terbaik di banyak kota di dunia, mulai dari Berlin, Munich, Madrid, Zurich, Jenewa, Amsterdam, Wina, Barcelona, Seoul, Bangkok, Hong Kong, hingga Riyadh. Kinerja jaringan kami di Eropa melampaui standar uji kinerja jaringan global,” kata Ren.

Ia menegaskan Huawei akan mempertahankan bisnis intinya. “Pertama dan terpenting, kami tidak akan memperluas apa yang telah menjadi bisnis inti kami. Platform dasar yang kami sediakan untuk penambangan batu bara sama dengan yang kami sediakan untuk pabrik besi dan baja, pelabuhan, serta bandara,” ujarnya.

Menurut Ren, aplikasi 5G akan berbeda untuk masing-masing industri, namun sebagian besar teknologinya tetap sama. Ia menyebut Intelligent Mining Innovation Lab yang diresmikan di Shanxi merupakan komitmen Huawei dalam menghadirkan teknologi 5G guna memberikan layanan yang lebih baik untuk tambang. Didukung oleh pemahaman dan pengetahuan tentang cara kerja tambang batu bara, sistem elektronik dan perangkat lunak Huawei akan mampu menyediakan aplikasi dan layanan yang tepat guna untuk tambang.

Lab tersebut didukung serta dikelola oleh 220 pakar di mana 53 di antaranya berasal dari Huawei. Sebagian besar pakar yang berasal dari Huawei memiliki spesialisasi di bidang teknologi elektronik. Selain itu, terdapat 150 pakar pertambangan batu bara dari Shanxi yang memiliki pengetahuan luas tentang industri ini.

BACA JUGA:  Bos perusahaan teknologi senilai US$ 5 miliar yang besar tanpa layanan listrik

“Peran kami adalah membantu industri batu bara dalam efisiensi jumlah staf serta meningkatkan kegiatan operasional tak berawak untuk peningkatan efisiensi dan keamanan kerja. Melalui skenario penambangan yang termekanisasi dan cerdas, kami membantu mereka mengurangi jumlah staf hingga sebesar 60% dan jumlah pekerja yang turun ke lubang penambangan setiap giliran kerja sebesar 10% hingga 20%,” kata Ren.

Ren berharap keberhasilan Huawei membuat terobosan di industri pertambangan di Tiongkok akan menjadi inspirasi bagi tambang lain di banyak negara di dunia.

“Seluruh dunia akan memperoleh manfaat jika bisa memanfaatkan sumber daya alam melalui penambangan tak berawak. Mengapa kami memilih untuk memulai di Shanxi? Karena pemerintah daerah Shanxi sangat proaktif dalam hal ini. Jika kami berhasil di Shanxi, pengalaman kami dapat direplikasi di seluruh dunia. Jadi benar apabila kami masih bisa bertahan meski tanpa mengandalkan penjualan ponsel,” tegas Ren.

Menanggapi pertanyaan tentang sikap keras AS terhadap Tiongkok, Ren kembali mengharapkan pendekatan win-win untuk situasi tersebut. Pertama, mengharapkan perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak. Mengizinkan perusahaan AS untuk memasok barang ke pelanggan China akan berdampak kondusif bagi kinerja keuangan mereka sendiri. “

Jika kapasitas produksi Huawei meningkat, itu berarti perusahaan AS dapat menjual lebih banyak. Ini adalah situasi win-win yang saya maksudkan. Saya yakin pemerintahan baru akan mempertimbangkan dan menyeimbangkan kepentingan ini pada saat mempertimbangkan kebijakan mereka. Kami masih berharap bisa membeli banyak komponen, sukucadang, dan mesin dari AS sehingga perusahaan AS pun bisa berkembang seiring dengan perekonomian Tiongkok,” kata Ren.

Sebagai organisasi bisnis, Huawei katanya, tidak memiliki energi untuk terlibat dalam pusaran politik. Pihaknya fokus dalam membuat produk kita sendiri. “Berkat tingginya kualitas produk kami, banyak pelanggan di seluruh dunia masih tetap memilih bersama kami. Inilah yang menjadikan kami berhasil melewati tahun 2020 yang sulit ini. Kami akan terus melayani pelanggan dengan baik dengan menciptakan nilai yang lebih bagi mereka. Saya berharap pemerintahan AS yang baru akan menghasilkan kebijakan yang lebih terbuka untuk kepentingan perusahaan AS dan ekonomi AS secara keseluruhan,” tambah Ren.

BACA JUGA:  Ario Tejo Diangkat Menjadi Dirut Jalin Pembayaran Nusantara

Ren juga mengatakan bahwa Huawei akan tetap terbuka dan transparan dalam masalah transfer teknologi 5G, menepis kekhawatiran beberapa politisi AS atas potensi dampak 5G pada skala global. “Seperti pernah saya janjikan, kami akan mentransfer semua teknologi 5G yang kami kembangkan dan tidak sekadar melisensikan produksi kepada pihak lain. Selama AS memintanya, kami akan mentransfer semua dari program sumber dan kode sumber ke semua rahasia serta pengetahuan terkait desain perangkat keras, dan bahkan desain chip. Saya serius dengan apa yang saya katakan, namun belum ada perusahaan AS yang merespon. Saya harap media dapat membantu kami menyampaikan pesan ini kepada perusahaan-perusahaan AS. Jika mereka ingin berbicara, kami akan dengan senang hati menyambutnya,” kata Ren.

Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara seperti AS dan Tiongkok dalam rangka mengembalikan keseimbangan neraca finansial serta dalam turut bersumbangsih kepada masyarakat.

“Ini yang dibutuhkan oleh semua pihak. Kemanusiaan perlu terus dipupuk. Tidak ada perusahaan yang bisa tampil sendirian dalam mengembangkan industri secara global. Semua pihak di seluruh dunia perlu bergandengan tangan bersama-sama,” tutup Ren. (AC)

Tags: pendiri HuaweiRen Zhengfei
Previous Post

Menkeu Sri Mulyani Terpilih Menjadi Co-Chair Koalisi Menkeu Dunia untuk Aksi Perubahan Iklim

Next Post

Studi: Logistik Jadi Tantangan Terbesar UMKM Indonesia, e-Commerce Tawarkan Solusinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Layanan Publik Indonesia Raih Penghargaan UNPSA 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Realme Rilis Rangkaian Produk AIoT Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genjot Konektivitas Digital Antar-Pulau, Biznet Operasikan Kabel Bawah Laut BNCS-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto