Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital, dari rumah dinas di Widya Chandra, Jakarta, Kamis (05/082021). Pertemuan yang pertama kalinya berlangsung secara hybrid itu dihadiri 18 perwakilan negara dan organisasi internasional bergabung secara fisik di Trieste, Italia, sedangkan 12 negara lainnya termasuk Indonesia bergabung secara virtual.
Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri-menteri Negara G20 yang membawahi sektor digital, komunikasi, ataupun informatika serta perwakilan organisasi internasional. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kominfo kembali menyampaikan posisi Indonesia dalam beberapa isu, seperti transformasi digital untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, pengembangan kota pintar, inklusi sosial, serta arus data lintas batas negara.
Di akhir pertemuan, Menteri-Menteri Digital G20 menyepakati Deklarasi Menteri Digital G20 yang meliputi 11 isu strategis dalam sektor ekonomi dan pemerintahan digital, di mana Indonesia berkontribusi secara aktif dalam pembahasan 7 isu diantaranya.
Ada 11 isu prioritas yang diadopsi di Deklarasi, di mana 8 di antaranya merupakan isu ekonomi digital dan 3 isu merupakan pemerintahan digital, yakni:
- Transformasi digital untuk pertumbuhan yang berkelanjutan;
- Penggunaan kecerdasan buatan dalam pengembangan startup dan UMKM;
- Pengukuran, praktik, dan dampak dari ekonomi digital;
- Perlindungan konsumen dalam ekonomi digital global;
- Pemberdayaan dan perlindungan anak dalam ekosistem digital;
- Pengembangan inovasi-inovasi untuk Kota Cerdas dan komunitas;
- Konektivitas dan inklusi sosial;
- Arus data lintas negara;
- Perangkat digital untuk pengembangan layanan publik dan keberlanjutannya;
- Identitas digital; dan
- Regulasi yang mampu merespons perkembangan inovasi dan industri.
“Di antara 11 isu pembahasan tersebut, Indonesia memberikan 3 intervensi terkait isu prioritas transformasi digital untuk pertumbuhan yang berkelanjutan; pengembangan inovasi-inovasi untuk Kota Cerdas; konektivitas dan inklusi sosial serta arus data lintas negara,” jelas Menkominfo.
Baca: Indonesia Agendakan Tiga Prioritas Sambut Presidensi G20 Tahun 2022
Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin Menkominfo Johnny G. Plate juga mengusulkan untuk meningkatkan status Gugus Tugas Ekonomi Digital (Digital Economy Task Force) G20 menjadi Kelompok Kerja Ekonomi Digital (Digital Economy Working Group) G20.
“Usulan itu disetujui dengan konsensus, sehingga Indonesia tahun depan akan memimpin Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20 untuk pertama kalinya dan dilaksanakan sesuai dengan Terms of Reference (ToR) Digital Economy Working Group G20 yang telah disepakati,” jelas Menteri Johnny.
Pada pertemuan tersebut, seluruh Menteri G20 Bidang Digital sepakat untuk mengadopsi Deklarasi Menteri-Menteri G20 Bidang Digital yang ambisius, inklusif dan seimbang. Adopsi deklarasi ini sekaligus mengesahkan peningkatan status menjadi Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20 yang akan dipimpin pertama kalinya oleh Indonesia pada Presidensi mendatang.
“Sebagai Presidensi G20 yang akan datang, Indonesia siap melanjutkan pekerjaan baik dari Italia. Kami berharap dapat bekerja sama dengan semua anggota G20 untuk berkontribusi lebih lanjut mengatasi tantangan yang ditimbulkan akibat Covid-19, ini tentunya bertujuan untuk pemulihan inklusif bagi dunia,” imbuhnya.
Tahun depan Indonesia akan menjadi Presidensi untuk Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital. Indonesia akan mengembangkan Digital Innovation Network, yang merupakan platform bagi startup untuk semakin memperluas jaringan bisnis dan kerja sama di level global.
Baca: Indonesia Usulkan Kelompok Kerja Ekonomi Digital untuk Perkuat Kolaborasi G20
Lebih lanjut, Menkominfo menyampaikan bahwa partisipasi secara virtual delegasi Kominfo pada pertemuan tersebut didukung oleh teknologi 5G.
“Saya mengikuti pertemuan DETF G20 hari ini secara virtual dengan didukung oleh teknologi 5G yang berjalan dengan baik dan sukses,” ujar Menkominfo.
Ke depannya, Menkominfo berharap agar teknologi 5G juga dapat dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia, termasuk untuk penyelenggaraan Presidensi G20 tahun 2022.
Dalam pertemuan Menteri Digital G20 secara virtual, Menkominfo didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika; Mira Tayyiba, Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan SDM; Dedy Permadi, Staf Khusus Menteri Luar Negeri Untuk Penguatan Program-program Prioritas Kemenlu; Dian Triansyah Djani, dan Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan SDA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Raden Edi Prio Pambudi.
Baca: Indonesia Angkat Isu Kedaulatan dan Keamanan Data Dalam Pertemuan G20














