ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Telkom Rebranding Program Inkubasi dan Akselerasi Startup Miliknya

Fauzi
7 September 2021 | 20:00
rubrik: Telco
Telkom Rebranding Program Inkubasi dan Akselerasi Startup Miliknya
Share on FacebookShare on Twitter

Mengutip data “Economy Southeast Asia (SEA) 2020” yang dirilis Temasek, Google, dan Bain & Company, setidaknya terdapat 40 juta jiwa jumlah pengguna internet baru di Asia Tenggara tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Sebanyak 39 persen di antaranya berasal dari Indonesia yang membuat bangsa kita menjadi target pasar utama bagi para startup di Asia Tenggara.

Namun, Indonesia bukan sekedar target market. Pada tahun 2021 ini, geliat ekonomi digital Indonesia menunjukkan arah yang positif ditandai dengan mergernya GoJek dan Tokopedia yang menghasilkan valuasi terbesar di Asia Tenggara sebesar USD 18 Miliar (sekitar Rp572 Triliun). Selanjutnya Bukalapak menjadi startup unicorn pertama di Asia Tenggara yang melakukan Initial Public Offering (IPO). Bahkan startup alumni Indigo, yaitu Payfazz (batch 2 – 2016), membentuk Fazz Financial Group (FFG) setelah mengakuisisi Xfers (startup payment gateway asal Singapura). Melalui layanan FFG ini bisa memudahkan transaksi antar-negara bagi mereka yang tidak memiliki akun bank (unbanked) dimana layanan inklusi keuangan ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

Merespons perubahan yang positif di atas, PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang konsisten mendorong pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia melalui program inkubasi/akselerasi Indigo, melakukan rebranding Indigo untuk menjawab tantangan perubahan untuk mempercepat perkembangan ekosistem startup dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Dengan mengusung tagline baru setelah rebranding ini yaitu #TransformNation (sebelumnya #DigitalizingIndonesia), Indigo memiliki misi untuk mencari ide-ide digital kreatif karya anak negeri di berbagai daerah yang bisa mengubah bangsa (to transform nation). Indigo berkeyakinan bahwa ide-ide tersebut tersebar di penjuru negeri yang bisa menetas berupa solusi untuk bangsa selama kami merawatnya (nurturing) sedemikian rupa.

BACA JUGA:  Telkom Kembangkan Desa Wisata Berbasis Konservasi di Desa Kramat Purbalingga

Untuk mewujudkan misi itu, Indigo menyediakan inkubasi/akselerasi startup yang lengkap dengan program pengembangan startup end-to-end yang dimulai dengan kegiatan nurturing creativity di tahapan pre-startup, inkubasi/akselerasi startup hingga pada program sinergi bisnis dan investasi lanjutan atau follow-on-funding. Program inkubasi/akselerasi startup digital Indigo ini pertama kali diadakan pada tahun 2013 dan secara konsisten Indigo melaksanakan startup batch intake sebanyak dua kali setiap tahunnya.

“Proses rebranding Indigo merupakan respons PT Telkom Indonesia untuk menyesuaikan dengan perubahan dalam menjalankan program inkubasi dan akselerasi startup digital di era ‘New Normal’ akibat pandemi COVID-19 ini. Kebaruan dari proses rebranding bukan hanya secara internal dalam hal pengelolaan program inkubasinya, melainkan juga meluncurkan inisiatif secara eksternal yang besar harapannya bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital yang nyata bagi Indonesia,” kata Fajrin Rasyid – Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia, Tbk.

Selama 8 tahun menjalankan program inkubasi/akselerasi startup digital, Indigo telah membina 52.276 talenta digital yang tersebar di 17 IndigoSpace (dahulu bernama “Digital Innovation Lounge” [DILo]) di seluruh Indonesia. Indigo juga sudah membina 194 startup dari 15 jenis industri. Dari 194 startup tersebut, terdapat 91 startup alumni yang masih aktif menjalankan bisnisnya di pasar domestik maupun internasional, 28 startup yang saat ini sedang berada dalam program inkubasi/akselerasi, dan 75 startup gagal.

Selain itu terdapat 24 startup Indigo yang telah memperoleh investasi lanjutan dari berbagai Venture Capital (VC) serta Investor dalam dan luar negeri. Bahkan pada tanggal 8 September 2021 mendatang, RUN System (startup Indigo tahun 2014) akan menjadi startup alumni Indigo pertama yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) menggunakan kode saham RUNS.

BACA JUGA:  Telin Hadirkan TNeX, Platform Digital Baru untuk Pasar Global

Selama satu windu menjalankan program inkubasi, startup Indigo telah berkontribusi dalam mendigitalisasi Indonesia di berbagai sektor seperti Smart City, Commerce, Financial, Small Medium Enterprise, Education, Logistic, Health, dan Enterprise dimana beberapa kontribusi ini terwujud melalui kolaborasi bersama Telkom Group. Kolaborasi lain dalam mendukung tumbuhnya ekosistem startup di Indonesia juga Indigo lakukan melalui kerjasamanya antara lain dengan berbagai instansi pemerintah (termasuk Kementerian dan Pemerintah Daerah), Perguruan Tinggi, serta komunitas startup.

Pada tahun 2019 Indigo telah mengembangkan program inkubasi khusus bagi startup game bernama IndigoGame (dahulu bernama “Indigo Game Startup Incubation” [IGSI]). IndigoGame yang sudah memasuki batch ke-4 ini bertujuan meningkatkan market share konten game yang potensinya masih sangat besar untuk dikembangkan para digital creative di Indonesia. Dari 30 startup game yang mengikuti IndigoGame sejak tahun 2019 itu, beberapa diantaranya bahkan telah menarik minat sejumlah publisher global untuk melakukan publishing game asal Indonesia ini.

Adapun kebaruan yang Indigo kembangkan melalui kegiatan rebranding ini adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan nama Indigo Creative Nation sebagai program inkubasi/akselerasi startup digital milik PT Telkom Indonesia berubah menjadi Indigo.
  2. Digital Innovation Lounge (DILo) sebagai creative camp milik Indigo yang menjalankan program pembinaan talenta digital di 17 kota di Indonesia memiliki nama baru yaitu IndigoSpace.
  3. Perubahan nama Digital Valley (DiVa) sebagai creative center milik Indigo tempat para founder startup binaan Indigo beraktivitas yang tersebar di 4 kota di Indonesia (Bandung, Jogja, Jakarta, dan Makassar) menjadi IndigoHub.
  4. Perubahan mekanisme startup batch intake, yang diadakan dua kali dalam setahun, dengan melaksanakan kegiatan bootcamp terlebih dahulu bersama para startup mentor yang handal untuk meningkatkan kualitas dan penajaman rencana bisnis startup.
  5. Peluncuran komunitas resmi Indigo bagi para startup enthusiast untuk saling memberikan dukungan dan kolaborasi satu sama lain yang diberi nama Indigo Connect.
  6. Peluncuran media pembelajaran online yang dapat diakses oleh anggota Indigo Connect yang berisi materi-materi best practice di industri startup digital dengan nama Indigo Academy.
BACA JUGA:  BSN Tetapkan SNI Kertas & Karton untuk kemasan pangan

Pada bulan September 2021 ini, Indigo juga akan membuka kembali Indigo startup intake batch 2 – 2021. Startup yang berhasil lolos dalam seleksi akan mengikuti program inkubasi/akselerasi dengan berbagai fasilitas yang mendukung perkembangan startup. Fasilitas yang akan didapatkan adalah program mentorship yang diberikan oleh para mentor ahli di bidang startup dan digital business, startup funding, peluang fund raising kepada para investor dan venture capital, pemanfaatan platform digital Telkom Group dan networking, serta kolaborasi dengan sesama startup Indigo untuk mempercepat pengembangn produk startup. Disamping itu, startup yang mengikuti program inkubasi/akselerasi berkesempatan mendapatkan dukungan market access untuk scaling-up bisnis digital yang dikembangkan.

Beberapa contoh startup sukses yang diinkubasi dan diakselerasi di program Indigo selain RUN System yang akan melakukan IPO dalam waktu dekat antara lain PrivyID (aplikasi tanda tangan digital), IZY (penyedia mobile concierge), Verihubs (penyedia layanan verifikasi data berbasis Artificial Intelligence [AI], Nodeflux (aplikasi video analytic berbasis AI), Muslim Life (platform edukasi keluarga muslim), Opsigo (online booking platform dan Corporate Travel Management), Goers (online ticketing system), Osman (aplikasi penunjang bisnis kegiatan BUMDES), OnTruck (platform logistic on-demand), dan Bahaso (platform e-learning bahasa asing).

Tags: IndigoTelkom
Previous Post

Kamadjaja Logistics Ungkap Lima Tahap Utama Dalam Transformasi Digital Perusahaan

Next Post

Blibli Meluncurkan Platform Pengadaan Daring, Blibli for Business

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dan UNSRI Perkuat Riset Keamanan Siber dan Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal IPOT, Aplikasi Super untuk Investasi dari Indo Premier

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluas Portofolio Home Appliances, Acerpure Hadirkan Lini Air Conditioner Acerpure Chill di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cloudera dan VAST Data Berkolaborasi Hadirkan Platform Data AI di Mana Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

Ahmad Churi
14 July 2026 | 23:20

ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital...

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto