Dengan penyebaran virus yang masih diluar kendali, cara kerja yang menggabungkan antara bekerja dari rumah dan dari kantor akan terus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia dan hal ini akan mendorong tingginya permintaan terhadap perangkat portabel,
Data terbaru dari lembaga riset IDC Indonesia memperlihatkan pasar PC, termasuk komputer dan laptop, membaik pada semester pertama 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pasar PC tumbuh 50 persen secara year-on-year pada paruh pertama 2021, terdapat 2,06 juta unit yang masuk ke Indonesia pada periode tersebut,” jelas analis pasar senior di IDC Indonesia, Stallone Hangewa, dalam keterangannya, 11/09/2021.
Dari keseluruhan pertumbuhan, notebook menjadi pendorong terbesar dengan pangsa pasar 85 persen. Pertumbuhan notebook di Indonesia sebesar 78 persen pda enam bulan pertama 2021.
Kondisi pasar PC membaik dibandingkan semester pertama 2020 karena pandemi virus corona. Ketika itu, pengiriman perangkat ke Indonesia terkendala jumlah permintaan yang lebih tinggi dari prediksi, gangguan logistik dan pabrik di China tutup.
Meski secara umum pasokan barang pada semester pertama 2021 membaik, laporan IDC itu menulis vendor masih dihantui masalah yang mirip sehingga belum tentu bisa memenuhi permintaan dari segmen konsumen maupun komersial.
“Permintaan perangkat PC yang besar juga datang dari sektor publik, khususnya untuk Chromebook, sesuai dengan rencana pemerintah mengalihkan pembelian komputer ke perangkat berbasis Chrome OS,” tulis IDC.
Menurut IDC, di tengah permintaan yang tinggi ini, vendor kesulitan memperkirakan jumlah dan tanggal kedatangan perangkat karena pengiriman tidak konsisten. Beberapa perangkat baru bisa hadir pada akhir kuartal sehingga penghitungan akan masuk ke kuartal berikutnya.
Baca: IDC Perkirakan Adanya Lonjakan Pengapalan Smartphone di 2021
Perangkat PC yang Populer
Laporan itu juga mencatat sejumlah merk perangkat PC yang populer di Indonesia sepanjang enam bulan pertama 2021.
ASUS bertahan di posisi teratas dengan pangsa pasar 25 persen, performa mereka menonjol di segmen konsumen dan komersial. Segmen komersial dipicu proyek pengadaan Chromebook untuk bidang pendidikan sehingga tumbuh sebesar 1,141 persen.
Berikutnya, perangkat Acer berada di posisi kedua, yang juga berkat permintaan Chromebook di bidang pendidikan.
Di urutan ketiga bercokol Lenovo. Namun, berbeda dengan dua vendor sebelumnya, pabrikan asal Cina ini tidak memasukkan Chromebook pada semester pertama tahun ini.
HP Inc menduduki peringkat empat dengan pangsa pasar 14 persen, mereka juga ikut serta dalam pengadaan perangkat Chromebook di bidang pendidikan.
Di urutan kelima dengan pangsa pasar 9 persen, perangkat dari Dell Technologies. Segmen konsumennya turun karena kekurangan pasokan, sementara performa segmen komersialnya cemerlang dengan dukungan Chromebook.
Baca: Untuk Apa Saja Anggaran Laptop Pelajar Sebesar Rp3,7 Triliun?














