Jakarta, ItWorks- Aplikasi warung pangan merupakan inovasi untuk mendukung bagi seluruh pelaku pangan agar dapat terhubung secara luas dari hulu ke hilir untuk memperkuat rantai pasok secara end to end.
Adanya aplikasi berbasis online BUMN Klaster Pangan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam membangun digital mindset di kalangan pelaku UMKM, untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam mengakselerasi roda perekonomian dengan bergabung di ekosistem digital. Selain itu, melalui aplikasi digital ini juga bisa memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok di tengah pandemi melalui mitra ritel online ini.
Acara peluncuran aplikasi Warung Pangan belum lama ini dihadiri oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfil, Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi, dan Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo.
“Saya apresiasi bagaimana RNI Group, BGR Logistics , dan PTPN bisa membuat ekosistem baru, dan kita melihat Warung Pangan ini menjadi ekosistem yang baik. Kita dari Kementerian BUMN juga mendorong pembukaan lapangan kerja melalui program-program BUMN, dan saya harapkan dengan warung pangan ini juga dapat membuka lapangan pekerjaan,” ujar Erick Thohir dalam sambutan peluncuran aplikasi Warung Pangan, dilansir dalam portal kemehnterian BUMN, akhir pekan lalu.
Erick menambahkan, dalam menjalankan program Warung Pangan, BUMN Klaster Pangan juga harus berkolaborasi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara). Pasalnya, Erick mengharapkan adanya dukungan pendanaan dari Himbara untuk warung-warung pangan tersebut.”Saya ingin memastikan bagaimana nanti Warung Pangan ini yang jumlahnya tadi sekitar 47ribu bisa ada akses pendanaan. Kemarin saat saya lihat di Jakarta sendiri kalau tidak salah ada 35 ribu warung dan mereka sudah transisi dimana income online lebih besar dibandingkan offline-nya, tetapi yang harus kita pastikan itu bagaimana biaya logistiknya bisa ditekan agar lebih murah dan kompetitif,” jelas Erick.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi menyatakan dukungannya terhadap terobosan yang dilakukan Kementerian BUMN. “Kami mendukung dan mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kementerian BUMN dengan meluncurkan pemasaran produk Rania dan Nusakita di dalam aplikasi Warung Pangan. Hal ini tidak hanya menolong konsumen, tetapi juga para petani dan pelaku usaha. Sebab, dengan inovasi di bidang pertanian ini, produk pangan menjadi bernilai tambah,” kata Mendag Lutfi.
Mendag juga mengungkapkan, ekonomi digital akan mengikis kesenjangan sosial. “Ekonomi digital dapat mengikis kesenjangan sosial di masyarakat. Aplikasi berbasis teknologi harus berbasis inovasi agar dapat bersaing. Sehingga, kita bisa memuliakan petani dan pedagang, serta mewujudkan Indonesia yang tumbuh dan tangguh,” terang Mendag.
Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan sesuai arahan Menteri Erick Thohir untuk memperbaiki ekosistem pangan, oleh karenanya untuk mewujudkan hal tersebut BUMN Klaster Pangan melakukan beberapa transformasi diantaranya dengan memperbaiki cost structure sehingga BUMN Klaster pangan memiliki nilai advantages, nilai kompetitif yang lebih baik dari hulu pada processing dan hilir end customers.
“Kami terus lakukan transformasi di BUMN Klaster Pangan, salah satunya aplikasi warung pangan merupakan inovasi yang bermanfaat bagi seluruh pelaku pangan yang dapat terhubung secara luas dari hulu ke hilir untuk memperkuat rantai pasok secara end to end.”ujarnya.
Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo menambahkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 47 ribu warung UMKM telah teregister di Aplikasi Warung Pangan (WP) yang terhubung dengan puluhan pemasok/supplier yg terdiri dari pengusaha UMKM, Koperasi dan beberapa perusahaan.
Sejak dilaunching di Agustus 2020 “Aplikasi warung pangan telah menjual berbagai jenis produk pangan dari BUMN Klaster Pangan dan supplier lokal, serta produk minuman dalam bentuk sachet seperti warung pada umumnya, token listrik dan pulsa. Aplikasi Warung Pangan ini sudah tersebar di 7 kota yaitu Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Jogja, Surabaya dan Pangkal Pinang.” Terang Kuncoro.
Lebih lanjut Kuncoro memaparkan bahwa Apliksi Warung Pangan (WP) ini juga mempunyai fitur WP Fund yg bekerjasama dengan Bank BRI dan Bank Mandiri untuk membantu permodalan mitra dalam mengembangkan usahanya, WP Grosir untuk masyarakat luas yang ingin membeli produk lebih banyak, WP suplier untuk membantu produsen ataupun supplier lokal menjual produknya di Warung Pangan, WP Asik yang diperuntukkan bagi UMKM mendapatkan permodalan melalui TJSL Perusahaan BUMN dan ada juga WP Canvaser serta fitur pendukung lainnya. Aplikasi WP ini sudah terhubung dengan Bank BRI, Mandiri, BCA, Link Aja, Dana, Hara, Vida, Tanihub dan beberara startup lainnya yang sedang dikembangkan untuk terhubung dgn beberapa startup pendanaan lain. (AC)














