Builder.ai meluncurkan Natasha versi beta, product manager bertenaga AI pertama di dunia sebagai upaya mendemokratisasi software development menggunakan Builder Studio 3.0. Untuk pertama kalinya, Natasha dapat berinteraksi dengan konsumen, mulai menghapus keterlibatan beragam manusia dari ide di kepala menjadi aplikasi di tangan. Ide untuk menentukan proses software development merupakan bagian tersulit human only process; menyebabkan variabilitas paling manusiawi dan pada akhirnya mempengaruhi konsistensi dan prediktabilitas suatu proyek, proses ini dapat menyebabkan perpanjangan timeline dan penambahan biaya yang tiada akhir.
Natasha mampu dan berpotensi mengubah proses software development yang panjang dan lama menjadi lebih ringan, mudah diprediksi, konsisten, dan dapat direplikasi. Dengan demikian, tiap produk yang dibuat memiliki kualitas dan proses yang sama. Natasha beta akan muncul di dua area Builder Studio, chat konsumen dan agen yang mendengarkan percakapan konsumen secara otomatis, guna memastikan setiap percapakan didukung oleh informasi kolektif yang diperoleh dari seluruh percapakan
“Misi Builder.ai adalah senantiasa menjadi penghubung setiap gagasan besar dengan produk yang dapat direalisasikan, sembari tetap memberikan kendali penuh kepada konsumen terhadap masa depan teknologi yang mereka inginkan.” ujar Co-Founder dan CEO Builder.ai, Sachin Dev Duggal, dalam keterangannya, 16/09/2021.
“Kami meluncurkan Builder Studio 3.0 dengan dukungan Natasha Beta untuk mewujudkan segala yang menurut kami mungkin terjadi. Bayangkan sebuah dunia di mana Anda dapat membuat panggilan telepon, berbicara dengan Natasha, lalu dalam tiga hari kemudian, Anda telah memiliki aplikasi di AppStore. Ini merupakan masa depan yang sedang kita bangun.”
Natasha dapat mengelola proyek secara real-time dengan transparansi dan konsistensi yang tak tertandingi, meringkas pekerjaan berminggu-minggu menjadi hanya dalam hitungan jam dan menit.
Baca: Builder.ai Dorong Penerapan Teknologi Digital Berbasis AI pada Usaha Kecil
Natasha mampu menerjemahkan ide ke dalam rangkaian fitur, memecah proyek ke dalam beberapa streams paralel untuk mempercepat pembuatan software, memilih pengembang terbaik, mengatur waktu pekerjaan dan mengkalkulasianggaran. Semua pekerjaan ini sebelumnya dikerjakan secara manual.
Pada layanan konvensional, tahap pertama pembuatan software – mengubah suatu ide menjadi spec doc – membutuhkan waktu setidaknya 2-6 minggu. Ini juga termasuk proses berjam-jam dalam sebuah meeting selama berminggu-minggu sampai akhirnya produknya mulai disusun. Namun, dengan menggunakan Natasha, proses ini hanya butuh waktu satu jam.
Platform ini menggabungkan reusable feature seperti lego yang terprogram dengan AI (machine learning, computer vision, knowledge graphs) yang akan sangat mengurangi beban kerja manusia, dan secara cerdas memilih ahli untuk menyelesaikan pekerjaan terakhir.
Tidak seperti platform lain, di Builder.ai perusahaan mendapatkan salinan lengkap coding mereka, memberikan kendali penuh atas teknologi yang mereka buat, tanpa harus memiliki pakar teknologi. Aplikasi Built by Builder.ai dapat ditampilkan di AppStore dan Google Play (sebagian besar aplikasi LCNC hanya dapat diakses secara internal).
Sistem Natasha sebagian besar didukung AI yang dibangun selama dua tahun terakhir dari berbagai aplikasi Machine Learning (ML), seperti Natural Language Processing (NLP), Feature and Template Recommendations, dan Statistics Model untuk estimasi harga dan timeline. Semua sistem tersebut didukung oleh Patent Pending Knowledge Graph Builder.ai.
Baca: Solusi Chatbot AI 3Dolphins Mendukung Industri Perbankan di Indonesia














