Reporter: Busthomi
Editor: Teguh IS.
PT Bank Mayora terus melakukan proses transformasi digital seiring ketatnya persaingan digital banking di saat pandemi Covid-19 ini. Salah satu yang akan dijalankannya dalam proses transformasi digital, masuk ke ecosystem financing dari Mayora Group.
Terlebih, bank yang masuk dalam BUKU II ini, merupakan anak usaha dari PT Mayora Inti Utama, sehingga ekosistem yang berkaitan dengan Mayora Group layak untuk digarapnya.
“Mayora Group sebagai backbone Bank Mayora memiliki ekosistem jaringan value chain yang luas dari hulu ke hilir. Sinergi dengan Mayora Group untuk menggarap ecosystem financing-nya akan menjadi faktor kunci bagi perkembangan Bank Mayora di masa depan,” jelas Hannar Yogia, Group Head IT & e-Banking Bank Mayora dalam penjurian TOP Digital Awards 2021 yang digelar Majalah IT Work, 29/10/2021.
Dalam proses penjurian yang dilakukan secara daring ini, tim dari Bank Mayora selain Hannar juga hadir Kadiv IT Erik Andrijanus dan tim Corcomm yaitu Yenni N, Herman T Nathan, dan Andreas Agustinus.
Hannar pun memaparkan, Bank Mayora memiliki IT Master Plan 2015-2025 dimana di dalamnya tertuang sejumlah program dan tahapan untuk terkait digitalisasi untuk mendongkrak kinerjanya.
Master Plan IT itu, diawali tahun 2015-2016 berupa pelunasan payroll, biller Mayora, new core banking system, masuk BUKU II, dan open API.
Selanjutnya tahun 2017-2018 digarap wealth management, internet & mobile banking, bank persepsi, PPOB, dan e-statement.
Dilanjutkan tahun 2019-2020 berupa pengembangan e-KTP, e-statement lanjutan, PPOB, MPOS, dan cash management.
Untuk pengembangan di tahun 2021-2025 berupa cash management, QRIS, Mayora Cash, dan masuk ke Mayora Ecosystem financing,.
Erik Andrijanus menambahkan, Bank Mayora terus mengembangkan digital banking-nya di masa depan. Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain, mengembangkan e-KTP sebagai dukungan terhadap branchless banking (bank tanpa kantor), Mayora Cash go live, meningkatkan integrasi sistem dengan Mayora Group IT ecosystem.
“Lalu, meningkatkan user registration and base (internet & mobile banking), juga mencapai peningkatan operasional dan efisiensi biaya melalui digital banking, dan optimalisasi fee based income & cross selling.”
“Jadi, roadmap pengembangan TI Bank Mayora diarahkan untuk meletakkan dasar IT yang kuat untuk menuju perbankan digital, sebagai tools untuk masuk ekosistem value chain Mayora Group,” tegas Erik.
Baca: Perlu Diketahui, Bocoran Aturan Bank Digital yang Sedang Digarap OJK
Solusi Bisnis Unggulan
Dalam menjalankan digitalisasi bank, Bank Mayora sudah punya sejumlah aplikasi sebagai solusi bisnis unggulan, yaitu:
My People dikembangkan sejak 2015 sebagai sistem administrasi kepegawaian dari hulu ke hilir, termasuk cuti, izin, absensi, klaim reimbursement, lembur, medical, dan lainnya.
“Pengembangan ini dari internal. Dengan fitur unggulan terkoneksi dengan aplikasi-aplikasi lain di internal yang memerlukan validasi user dengan NIK dan password untuk menjamin security,” jelas Erik.
My Referral dikembangkan pada 2018 sebagai aplikasi yang memudahkan karyawan di semua bagian dan fungsi kerja untuk merekomendasikan calon debitur potensial. Manfaatnya, jadi real time monitoring proses kredit calon debitur. Dengan manfaat terhadap perusahaan membantu meningkatkan bisnis bank khususnya dalam hal penyaluran kredit.
ClickMAYORA dikembangkan pada 2019 sebagai platform perbankan digital banking Bank Mayora yang menyediakan layanan perbankan melalui web portal. Dengan fitur unggulan menggunakan OTP (one time password) tanpa memerlukan token. Aplikasi ini bermanfaat bagi klien atau nasabah juga perusahaan.
“Aplikasi ini dapat menambah daya saing bank sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat di era digital, juga menambah distribution-channel untuk dapat menjangkau nasabah dan calon nasabah secara lebih luas,” kata Erik.
“Untuk dampak ke nasabah dan perusahaan mitra berupa akses perbankan realtime di mana saja dan kapan saja. Serta meningkatkan peluang perluasan kerja sama baru untuk penyediaan produk dan layanan yang dapat diintegrasikan dalam internet banking.”
Mobile Banking Mayora dikembangkan tahun 2019 sebagai platform digital banking Bank Mayora yang diakses melalui mobile device (gadget). Dengan fitur unggulan transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian aneka biller (pulsa, PLN, e-wallet), block/unblock, dan QRIS. Manfaat platform ini sama dengan ClickMAYORA.
Mencapai Level Industry 4.0
Hannar menegaskan, untuk pengembangan berbagai aplikasi itu, pihaknya sudah mempersiapkan teknologi ke depan dimulai dari penggantian core banking ke T24, pembuatan middleware dan API, dilanjutkan dengan pengembangan IB MB.
Adapun untuk infrastrukturnya, bank ini menggunakan berbagai koneksi seperti leaseline, M2M, internet dan sudah siap dengan VPN juga. “Untuk keamanan IT, kami sudah memiliki firewall dan HSM untuk mengamankan transaksi online,” kata Hannar.
Ia menambahkan Bank Mayora sudah mengumpulkan data untuk big data sejak tahun 2017. Juga sudah menggunakan cloud app.
“Berbagai langkah pengembangan IT ini sesuai dengan salah satu misi kami yaitu mengembangkan sistem dan jaringan yang dapat diandalkan dan multiguna dengan berbasis teknologi terkini,” tutupnya.
Baca: Selama Agustus, Transaksi Digital Banking Capai Rp3.468,4 Triliun














