Penulis: Fauzi
Sejumlah kemudahan telah kita rasakan berkat pemanfaatan teknologi digital yang kini merambah ke berbagai aspek kehidupan. Bila di sektor transportasi kita dimudahkan dengan adanya transportasi online, di bidang kesehatan pun juga demikian, di mana kini telah hadir platform yang juga mempermudah pengguna dalam mengakses layanan kesehatan. Hal tersebut dimungkinkan berkat hadirnya aplikasi seperti Halodoc.
“Halodoc itu sudah berdiri dari tahun 2016. Tujuannya itu memang bergerak sebagai platform. Kita punya visi untuk mensimplikasi akses kesehatan melalui teknologi,” kata Alfonsius Timboel, Chief Product Officer di Halodoc, dalam sesi penjurian Top Digital Awards 2021 yang digelar oleh Majalah It Works secara virtual.
Halodoc di Antara ‘3 Key Players’
Mengingat posisinya sebagai platform kesehatan, Halodoc berada di tengah antara tiga ‘key players’ atau ‘key stakeholders’, yakni Patients (pasien), Payers (asuransi, korporat, individu), dan Providers (dokter, rumah sakit, apotek). Dikatakan Alfonsius, hal yang membanggakan bagi Halodoc adalah platform ini bisa mereplikasi apa yang terjadi di primary care (seperti Puskesmas atau klinik) yang ada di Indonesia.
“Semuanya itu online 24 jam, tujuh hari seminggu (24 x 7) dan semuanya itu real dokter. Orang itu bisa melakukan konsultasi, bisa mencari dokter mana yang mereka perlukan, mereka bisa memilih dokter spesialis,” jelasnya.
Untuk saat ini, pengguna bisa melakukan konsultasi dalam bentuk chatting, meski ada juga opsi untuk melakukannya melalui voice atau video. Selanjutnya, kata Alfonsius, pengguna bisa mendapatkan rekomendasi obat yang harus mereka beli.
“Dari rekomendasi obat yang harus dibeli itu, (mereka) langsung dicarikan apotek terdekat yang harganya murah, yang sesuai dengan jarak pengiriman apotek partner kami. Mereka melakukan pembayaran dan langsung obati itu dikirimkan ke rumah. Jadi semuanya yang tadinya harus ke rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan obat, untuk mendapatkan layanan kesehatan, semua itu kita (bisa dilakukan) secara online,” ujarnya.
Fitur Unggulan
Sesuai dengan kehadirannya yang diharapkan bisa memudahkan akses kesehatan kepada para penggunanya, sudah barang tentu Halodoc ditopang dengan sejumlah fitur. Pertama adalah fitur Chat With Doctor. Lewat fitur ini, pengguna bisa konsultasi ke lebih dari 20.000 dokter.
Fitur lainnya adalah Visit Hospital. Dengan fitur ini pengguna bisa membuat janji untuk mengunjungi rumah sakit. ”Misalnya mau ketemu dokter spesialis di rumah sakit Medistra, mereka bisa membuat janji tersebut di aplikasi Halodoc,” kata Alfonsius.
Lalu apa lagi yang bisa dilakukan pengguna di aplikasi Halodoc? Ya, Halodoc memiliki fitur yang dinamakan sebagai At Home Lab Test. Lewat fitur ini, misalnya ada pengguna yang ingin tes kolesterol mereka bisa order lewat Halodoc. ”Nanti ada orang yang ambil sampelnya dari rumah, akhirnya (sampel) dikirim ke lab terpercaya, dan result-nya ada di aplikasi,” ujar Alfonsius.
Lebih lanjut dikatakan Alfonsius, Halodoc juga telah menjalin partnership dengan asuransi. Di aplikasi ini, pengguna juga bisa membaca artikel-artikel yang sesuai karena Halodoc memiliki fitur Health Article. Sementara lewat fitur Health Store pengguna juga bisa membeli obat, suplemen, vitamin dan sebagainya di aplikasi ini.
Tidak ketinggalan Halodoc juga memiliki fitur Multiple Farmacy Delivery. Melalui fitur ini pengguna dimungkinkan untuk mencari obat. Halodoc, dikatakan Alfonsius telah bekerja sama dengan 3500 apotek di seluruh Indonesia. ”Nah, problemnya itu tiap apotek punya cara penamaan obat yang berbeda-beda, (misalnya) satu apotek mungkin tulisnya Panadol 500 MG, apotek yang lain tulisnya Panadol biru, apotek yang lain lagi tulisnya Panadol Cold and Flu. Nah dari inventori SKU yang beragam, kita mencoba bagaimana mensinergikan supaya inventorinya itu terstandarisasi di aplikasi Halodoc,” kata Alfonsius.
Selain itu, melalui fitur Multiple Farmacy Delivery, misalnya pada saat pandemi, di mana orang membutuhkan lebih banyak obat, pengguna dimungkinkan untuk mencari obat ke beberapa apotek yang berbeda secara sekaligus. ”Dari 3500 apotik mana sih yang terbaik, dari situ userjuga bisa mendapatkan obat yang diperlukan pada saat masa-masa genting,” tandasnya.
Inisiatif Saat Pandemi
Sejalan dengan perannya sebagai platform kesehatan, selama masa pandemi, Halodoc telah melakukan beberapa hal untuk para konsumennya. Dimulai dari Appointment Covid-19 Test, yang dikatakan Alfonsius bahwa Halodoc merupakan salah satu yang pertama melakukan covid test drive true di Indonesia. “Awalnya itu kita mulai di Kemayoran. Dan kita mulai dengan model rapid test, jadi orang bisa drive true, di sana langsung booking, langsung datang, langsung ‘colok’, (lalu) dapat hasilnya lewat aplikasi. Nah, dari situ kan mulai berkembang, kita mulai memperluas layanan drive kita lebih dari 100 lokasi untuk covid test,” ujarnya.
Setelah Covid-19 Test beres, selanjutnya Halodoc juga mulai membantu pemerintah untuk Covid Vaccination. “Kita juga salah satu yang pertama kali mulai untuk drive true Covid Vaccination di Kemayoran. Di mana mereka bisa langsung booking lewat aplikasi, mereka datang ke sana, mereka dapat verifikasi lewat KTP dan sebagainya,” sambungnya.
Selanjutnya, di tahun 2021, Halodoc juga melakukan Homecare Immunitation. Kegiatan ini dilakukan karena saat pandemi banyak sekali anak-anak yang terlewat jadwal imunisasinya. “Jadi, kita memberikan kemudahan untuk pasien dengan Homecare Immunitation in Their Home, supaya lebih aman dan sebagainya,” kata Alfonsius.
Halodoc juga melakukan apa yang disebutnya sebagai Integration with NAR (New All Record) dari Kemenkes. “Di 2021 dengan adanya (aplikasi) Peduli Lindungi dan PPKM yang sekarang sudah mulai lebih rendah kita ada integration with NAR (dari Kemenkes), supaya test result itu di upload ke database Kemenkes. Jadi, kalau orang lakukan booking test di Halodoc, result positif atau negatifnya langsung muncul. Sehingga ketika orang masuk mall, data test yang terakhir itu langsung muncul di aplikasi Peduli Lindungi,” ucapnya.
Adapun gebrakan lain yang dilakukan Halodoc pada saat pandemi adalah dengan memperluas metode pembayaran. “Kita juga mengetahui di masa pandemi ini banyak orang yang membutuhkan Payment Method tambahan. Jadi, kita juga (melakukan) integrasi dengan Link Aja, dan lain-lainnya,” pungkas Alfonsius.














