Penulis: Nurdian Akhmad
Sebagai perusahaan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) belum genap berusia setahun. Perusahaan hasil hasil merger tiga bank BUMN syariah, yakni Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah ini resmi beroperasi pada 1 Februari 2021. Namun, BSI sudah memiliki visi besar yaitu menjadi top 5 bank syariah global berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.
Lima tahun ke depan, BSI menargetkan bisa melayani lebih dari 30 juta nasabah, memiliki aset Rp 500 triliun dan nilai buku Rp 50 triliun.
Visi besar tersebut tampaknya bukan hal yang mustahil dicapai mengingat BSI saat ini sudah menduduki peringkat 10 perbankan syariah global dari sisi kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar BSI saat ini mencapai US$ 8 miliar dengan total aset per kuartal ketiga 2021 mencapai Rp 251,05 triliun. Data per Oktober 2021, jumlah nasabah BSI mencapai lebih dari 16,5 juta dan ada 3,2 juta user BSI mobile, 1.541 outlet, dan 2.589 ATM.
Namun, menurut Head of IT Digital Bank Development Group PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Riko Wardana, visi tersebut akan sulit dicapai jika tidak melalui transformasi digital. Sebab itu, BSI saat ini serius membangun kapabilitas digital di perusahaan mulai dari front end, middle end, dan back office
Secara garis besar, kemampuan digital yang sedang dibangun BSI adalah pertama, pengembangan SuperApps BSI Mobile dengan technology stack. Ini untuk mendukung digitalisasi layanan perbankan serta meningkatkan customer experience.
“Kami membangun Super Apps for Moslem Lifestyle. Ini memanfaatkan digital untuk memenuhi semua kebutuhan muslim. Tidak hanya servis financial yang ada di SuperApps tersebut tapi ada hal-hal lain yang mendukungnya. Kami yakin sekali bahwa seorang muslim tidak membutuhkan hanya hal-hal terkait finansial, tapi juga terkait misalnya memberikan rasa berbagi mereka lewat zakat, infak, dan sedekah dan bagaimana mereka didorong untuk meningkatkan spritualitas mereka. Kita bantu mereka menghitung zakatnya dan menyalurkan infak atau sedekahnya secara online. Building SuperApps ini yang sekarang kita dorong, dan alhamdulillah sudah berjalan dalam dua tahun terakhir. Ini pula yang menambah jumlah customer base BSI,” ujar Riko dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, akhir pekan lalu.
Melui SuperApps, BSI berupaya membangun ekosistem syariah secara digital dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti ormas Islam, pesantren, lembaga pendidikan Islam, lembaga keuangan syariah lain, rumah ibadah, rumah sakit Islam, komunitas haji dan umrah, Ziswaf, produk halal, dan lembaga-lembaga terkait keislaman lainnya.
Selain SupperApps, BSI juga melakukan pengembangan standardisasi dan teknologi open banking guna mendukung partnership dan pembangunan ekosistem Syariah untuk membuka revenue-revenue baru dari luar bank.
BSI juga menerapkan Single Origination System terpusat yang berbasis business process management serta dilengkapi advance analytics untuk meningkatkan customer experience. Sistem ini juga untuk menjaga standarisasi proses origination, serta mempercepat proses dengan dukungan straight through & paperless processing.
“Kami juga melakukan pengembangan aplikasi CRM (Customer Relations Management) untuk mengakomodasi Customer Relationship, Marketing, Customer Insight and Analysis dan mengaktifkan customer 360 untuk semua segmen nasabah baik mikro, retail sampai wholesale,” ujar Riko.
Pengembangan digital lainnya adalah Enterprise Integration. Di sini, BSI melakukan optimalisasi kemampuan enterprise integration dengan Centralized ESB dan API Management untuk integrasi internal dan eksternal yang stabil dan aman.
BSI juga mengimplementasikan Digital Twin Core Banking System. Ada dua core banking yang diterapkan yakni main bank core banking dan digital core banking. Core banking offloading untuk mengurangi proses dan beban pada core system saat ini. Sedangkan implementasi digital core banking untuk mengaktifkan speed to market dan mendukung digital banking.
“Kami juga menerapkan teknologi pendukung ‘NoOps’ seperti RPA, Intelligent Business Process Automation untuk proses back-office yang otomatis, lebih cepat, akurat, dan efisien,” papar Riko.
Layanan Beyond Banking
Menurut Riko, ada banyak layanan digital yang terdapat dalam aplikasi BSI Mobile untuk menjadikan bank ini sebagai sahabat spiritual, sosial, dan finansial bagi para nasabahnya.
Pertama adalah Online Onboarding Biometric yang merupakan fitur pembukaan rekening secara online yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melaui aplikasi BSI Mobile.
“Verifikasi pembukaan rekening online cukup menggunakan biometric atau face recognition. Fitur ini telah live pada Mei 2021,” kata Riko.
Adanya Online Onboarding Biometric ini mengoptimalkan pertumbuhan user baru dan meningkatkan user aktif yang berdampak pada peningkatan transaksi. Selain itu, mempercepat SLA (service level agreement) pembukaan rekening, serta efisiensi cost untuk pembukaan rekening.
“Per Juni 2021, lebih dari 30 persen dari total nasabah baru telah membuka rekening secara online dengan jumlah lebih dari 530 ribu nasabah.
Layanan unggulan lainnya adalah investasi emas yang dilakukan secara digital melalui fitur E-mas. BSI merupakan satu-satunya bank yang memiliki layanan digital berupa rekening emas digital dengan saldo berupa gram emas, minimal Rp 50 ribu. Dalam fitur E-mas terdapat layanan pembukaan rekening emas, transaksi beli emas, transaksi jual emas, transaksi transfer emas, tarik fisik emas, history transaksi, dan penutupan rekening emas.
Secara bisnis, menurut Riko, layanan investasi emas ini menambah customer base dan meningkatkan loyalitas nasabah. Selain itu juga meningkatkan transaksi nasabah yang berdampak pada peningkatan Fee based income
Sampai dengan Oktober 2021, menurut dia, tercatat ada lebih dari 145 ribu transaksi emas dengan total penjualan emas lebih dari Rp 100 miliar atau 110 Kg emas.
Layanan digital lainnya adalah Mitraguna Online. Ini adalah pembiayaan mitraguna dengan tujuan multiguna yang prosesnya dilakukan secara end to end online melalui mobile banking BSI mulai dari penawaran/pengajuan hingga pencairan.
Fitur Mitraguna Online ini live pada September 2021 dan per Oktober 2021 total pembiayaan mencapai lebih dari Rp 2,7 miliar. Pengajuan pembiayaan ini tanpa perlu ke bank, cukup lewat BSI Mobile. Prosesnya juga cepat, rari pengajuan hingga persetujuan bisa dalam hitungan menit.
“Pembiayaan Mitraguna Online ini mudah dan aman karena telah terdaftar dan diawasi OJK serta sesuai syariah menggunakan akad refinancing atau Al Bai’ Musyarakah Mutanaqisah,” tutur Riko.
Fitur lainnya di BSI Mobile adalah Top up E-wallet yang bisa digunakan untuk segala jenis e-wallet seperti; Gopay, Ovo, LinkAja, Shopeepay, Paytren dan E-money . Ada pula layanan Ziswaf untuk Zakat, infaq, wakaf, qurban, aqiqah, VA (virtual account) lembaga ziswaf.
BSI Mobile juga menyuediakan fitur Islami seperti waktu solat, lokasi mesjid, arah kiblat, juz amma, asmaul husna, dan hikmah.
Fitur lain dalam BSI Mobile adalah Pembayaran. Bisa untuk pembayaran PLN, telekomunikasi, akademik, tiket, asuransi, internet/tv kabel, ecommerce, BPJS, Haji dan umrah, MPN, PDAM, Multipayment.
BSI Mogile juga menyediakan layanan Tarik Tunia Tanpa Kartu yang dapat dilakukan seluruh ATM BSI dan seluruh jaringan Indomaret di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, BSI Mobile terdapat fitur QRIS atau metode pembayaran cashless di seluruh merchant hanya dengan 1 QR.
Pengembangan berbagai fitur yang ada di BSI Mobile membuat nasabah semakin nyaman dan aktif melakukan transaksi. Itu terlihat dari pertumbuhan transaksi BSI mobile secara year on year (YoY) mengalami peningkatan signifikan sebesar 146,88 persen yang berdampak pada pertumbuhan FBI Mobile Banking sebesar 110,47 persen. Selain itu, pertumbuhan user secaya YoY mencapai 122 persen dengan total lebih dari 3,2 juta user per Oktober 2021.














