Penulis: Busthomi
Transformasi digital terus diusung oleh PT Mandiri Tunas Finance atau MTF. Dalam rangka mewujudkan Visi-Misinya, perusahaan pembiayaan ini gencar menggelar strategi bisnis berupa peningkatan referral dari Mandiri & Tunas Finance, peningkatan penetrasi pembiayaan dari dealer di seluruh Indonesia, dan optimalisasi database internal untuk produk multiguna atau RO.
Dan implementasi strategi bisnis itu didukung oleh people and culture, risk & funding, serta digital & IT. Untuk itu, dalam proses transformasi digitalisasi tersebut, perusahaan multifinance yang memiliki aktivitas usaha pembiayaan mobil baru, pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB, dan pembiayaan lainnya itu dalam tiga tahun ini telah menggejot level digitalnya. Sehingga sangat efektif dalam mengusung bisnis di tengah pandemic Covid-19 tersebut.
Seperti pada 2019 berupa enhance digital coverage (meningkatkan cakupan digital), lalu 2020 optimize digital potential (mengoptimalkan potensi digital), dan 2021 dengan maintain continuous digital growth (menjaga pertumbuhan digital agar terus berkelanjutan).
Adapun untuk langkah di tahun 2019 itu, MTF telah melakukan pengembangan cakupan proses bisnis digital yang belum tercakup dari sisi teknologi; meningkatkan customer experience dengan complaint management system untuk mencatatakan keluhan pelanggan.
“Dan juga peningkatan keamanan dan perangkat infrastruktur TI untuk mendukung kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi perusahaan,” tegas William Francis Indra, Direktur IT Mandiri Tunas Finance dalam proses penjurian yang digelar Majalah IT Work secara virtual itu.
Selanjutnya untuk kebijakan IT di tahun 2020 itu, perusahaan telah melakukan pengotimalan potensi dari bisnis; implementasi big data untuk memberikan nilai tambah pada proses sales dan marketing dalam menganalisa tren penjualan, customer behavior, dan lainnya; revitalisasi dan redundansi perangkat infrastruktur; serta membuat framework kebijakan TI untuk pelindungan data.
Dan di tahun 2021 ini, MTF telah mengusung tata kelola pengoptimalan prinsip paperless melalui digitalisasi proses bisnis atau workflow; aspek keamanan informasi untuk meningkatkan optimalisasi dan kecepatan pemulihan bencana dan gangguan keamanan informasi di lingkungan TI perusahaan. Dan implementasi control untuk perlindungan data berdasarkan framework dari tahun sebelumnya.
William kembali menegaskan, dalama tata kelola dan kebijakan IT ini, pihaknya terus membangun digital culture di perusahaan. Seperti dengan melakukan sharing inspirasi dan podcast terkait digital oleh direksi dan berbagai narasumber. Lalu menggelar IT business case competition (IT BCC) berup ajang kompetisi yang ditujukan untuk mahasiswa dan profesional untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang multifinance dengan menggunakan perkembangan teknologi serta inovasi digital.
“Selain itu, kami juga mengembangkan MTF Inovation Award berupa kompetisi internal untuk inovasi proses digitalisasi baik pada head office atau pun di kantor cabang,” ujar dia.
Solusi Bisnis Unggulan
Dalam mengembangkan bisnisnya yang mengandalkan digitalisasi tersebut, anak perusahaan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini memiliki sederet aplikasi atau produk pengembangan IT yang diandalkan untuk menopang bisnisnya tersebut.
Seperti MTFLivin. Aplikasi ini berupa pengintegrasian MTF dengan Bank Mandiri untuk memberikan kemudahan pengajuan kredit melalui aplikasi Livin. Aplikasi ini diintegrasikan pada Oktober 2021 lalu dari pengembang internal. “Ini sangat bermanfaat bagi perusahaan karena memudahkan dalam menawarkan produk-produk MTF dan semakin mendekatkan perusahaan kepada calon customer potensial,” terang dia.
Lalu ada Start B2B atau Synergy with StartUp Company. Ini kerja sama dengan perusahaan start up dalam penyaluran kredit bagi UMKM dan lainnya. Start B2B ini dikembangkan sejak 2018 lalu dengan development internal. Manfaatnya peningkatan portofolio pembiayaan MTFdan membantu perkembangan bisnis UMKM.
Kemudian ada juga B2B with Bank Syariah Indonesia. Ini berupa kerja sama MTF dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk pembiayaan kendaraan dengan skema syariah. Ini dintegrasikan sejak Juli 2019 lalu. Dan bermanfaat MTF memiliki produk yang semakin lengkap dengan solusi pembiayaan syariah yang dapat ditawarkan kepada customer.
Ada juga MTF-CashAja. Ini berupa produk MTF yakni pinjaman fasilitas dana dengan agunan BPKB kendaraan. Dikembangkan Agustus 2021 dari developer internal. Dan bermanfaat untuk memudahkan dalam menawarkan produk-produk MTF dan semakin mendekatkan perusahaan kepada calon customer potensial.
Selanjutnya, TopUp Express. Ini produk digitalisasi MTF di mana customer dapat mengajukan top up secara self service melalui aplikasi MTFGO dan CashAja. Aplikasi ini diintegrasikan Agustus 2021 dari developer internal. Dan bermanfaat untuk mempermudah customer dalam mengajukan TopUp Credit dan meningkatkan SLA credit di MTF.
Tak hanya itu, William melanjutkan, perusahaan juga memiliki produk solusi bisnis di masa pandemic ini seperti, MTF Virtual, MTF Virtual X MITS, MTF Fair-Flash Sale, sosialisasi & e-training, dan lain sebagainya.














