ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2021: Mitratex Siap Adopsi AI untuk Wujudkan Proses Assessment by System

redaksi
24 November 2021 | 07:00
rubrik: Business Solution, Digital, Event
TOP Digital Awards 2021: Mitratex Siap Adopsi AI untuk Wujudkan Proses Assessment by System
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Fauzi

PT Mitratex Konsultan sepertinya cukup jeli melihat peluang bisnis di ranah IT Consulting dan Training. Seiring digitalisasi yang terus melaju ditandai dengan banyaknya perusahaan yang melakukannya, peran perusahaan IT Consulting seperti Mitratex juga tak bisa dikesampingkan untuk mengawal suksesnya proses digitalisasi di suatu perusahaan.

Lebih lanjut mengenai Mitratex, sebagaimana dikatakan Rama Ambara, selaku Co-Founder & Director, perusahaan ini memiliki visi menjadi mitra strategis pelanggan dalam melakukan perencanaan, pengembangan serta implementasi teknologi informasi dan komunikasi, serta sumber daya manusia.

Sementara untuk menyukseskan visi yang diusung, Mitratex mengusung empat misi, seperti dijabarkan oleh Rama dalam paparannya.

“Tentu pertama adalah bagaimana kami bisa memberikan customer satisfaction. Bagaimana kita bisa men-delivery project on budget, on time, on quality tentunya, itu kita sangat mengutamakan di sana untuk kepuasan pelanggan. Kemudian yang kedua adalah kita memberikan layanan yang lengkap dan up to date. Jadi, kami selalu mengadopsi dengan teknologi atau framework yang terkini terkait dengan IT Consulting. Jadi, kami selalu mengutamakan versi-versi terbaru, katakanlah dengan ITIL (Information Technology Infrastructure Library) versi baru, kemudian dengan COBIT 2019, dan sebagainya. Itu kami mengadopsi ke sana, karena kami tahu dari setiap tahunnya perkembangan terkait dengan IT Consulting itu begitu cepat sehingga dari sisi klien-klien kami juga membutuhkan sesuatu framework yang up-to date dan memang dibutuhkan saat ini,” jelas Rama di hadapan dewan juri TOP Digital Awards 2021.

Selanjutnya, misi Mitratex yang ketiga adalah menjadi pusat pengembangan SDM IT. Dikatakan Rama, sebagai perusahaan Consulting, Mitratex sangat mengutakan sumber daya manusianya.

”Karena bagaimanapun, bicara IT Consulting pasti kita akan sangat related terhadap konsultan-konsultan yang memang memiliki kapabilitas dan kompetensi yang sangat baik di bidangnya. Karenanya di sini kita juga sangat meng-encourage sisi tim kami untuk selalu berkembang. Kita juga melakukan berbagai macam pengembangan untuk perusahaan maupun organisasi dan tim dengan melaksanakan seperti Corporate University, yaitu suatu program di internal kita untuk mengembangkan talenta-talenta kita untuk menjadi yang lebih capable di bidangnya,” ujar Rama.

Adapun misi keempat Mitratex adalah mensejahterakan pemangku kepentingan perusahaan. Singkatnya, kata Rama, bagaimana Mitratex bisa mensejahterakan seluruh stakeholder, mulai dari pemegang saham, pihak manajemen, karyawan, klien dan partner-partner perusahaan. “Itu yang selalu kita jaga,” ucapnya.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2021: Digitalisasi, Bank Maluku Malut Implementasikan IoT

Milestone dan Layanan Mitratex
Sedikit menoleh ke belakang, Mitratex disebut memulai bisnisnya pada tahun 2012, di mana pada awal kiprahnya perusahaan ini disebut mirip seperti start-up.

”Jadi kita sudah berdiri dari tahun 2012, sudah hampir 10 tahun kita berjalan di dunia IT Consulting, mungkin di tiga tahun pertama kita memang relative bentuknya menjadi seperti startup saat ini, di mana kita berangkat dari small team, small office, kita masih mencari bentuk,” kata Rama Ambara Co-Founder & Director PT Miratex Konsultan saat sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021 yang diadakan Majalah It Works secara virtual, (19/11/21).

Seiring perjalanan, lanjut Rama, pada tahun 2015 Mitratex pun sudah lebih stabil. Di mana saat itu Mitratex sudah memiliki brand awareness, karena tiga tahun pertama sudah memiliki klien-klien yang cukup prestisius. “Meskipun mungkin awal-awal kita bekerja, katakanlah seperti Sub-kon, di belakang perusahaan-perusahaan besar. Tapi setelah itu kita sudah bisa berdikari atau mandiri untuk langsung menangani project secara langsung atau direct tender dengan Mitratex,” ungkap Rama.

Mitratex baru mulai menapaki masa pertumbuhan pada tahun 2016, di mana secara tim perusahaan ini disebut telah menjadi lebih besar. Selanjutnya di tahun 2017-2018, Mitratex pun masuk ke fase stabilisasi. Dan di tahun 2019 Mitratex pun mulai expand. ”Artinya kita sudah mulai masuk ke implementasi menggunakan teknologi atau sistem karena kita mostly adalah (perusahaan) consulting,” jelas Rama.

“Dan mungkin di 2020 inilah yang memang menjadi satu hal yang sangat baru, makanya tema yang kami angkat adalah IT Consulting & Training Business Model Transformation. Kita mulai tahun 2020 sampai dengan saat ini,” sambungnya.

Beralih ke soal layanan yang ditawarkan, dalam hal ini Mitratex memiliki tiga lini bisnis utama.

Pertama, layanan yang ditawarkan Mitratex adalah Consulting. “Di sini semua pekerjaannya dilakukan oleh tim kami. Jadi dari sisi assessor, kemudian dari sisi consulting-nya itu memang pure dilakukan oleh kami. Atau data-data yang kami terima dari sisi klien kita akses, kemudian nanti dari sisi klien hanya tahap diskusi atau interview, atau konfirmasi. Jadi, pure kita yang melakukan assessment,” kata Rama.

BACA JUGA:  Komdigi-Yandex Gelar Pelatihan dan Kompetisi Machine Learning Gratis

Kedua, layanan Mitratex adalah Training. Layanan ini dilakukan terutama berkaitan dengan strategy management dan IT Governance, baik dilakukan secara in house training maupun dengan cara membuka kelas secara khusus. “Artinya kita bisa ketemu langsung ke klien sesuai dengan kebutuhan mereka atau dari kami juga kadang beberapa lalu juga selalu mengadakan secara berkala di kantor kami yang kita fasilitasi dengan trainer dan instruktur yang memang sudah punya pengalaman di bidangnya dan tentunya sertified,” jelas Rama.

Ketiga, layanan Mitratex berupa Advisory. “Di sini kita lebih banyak justru memberikan coaching atau memberikan guidance, atau memberikan advise. Tapi mungkin secara pekerjaan dilakukan sebagian besar oleh klien itu sendiri. Jadi, mereka mungkin melakukan assessment, self assessment, kemudian mereka hanya mengisi dari form-form isian yang kita sudah miliki (base on template) dan sebagainya, dan kita hanya sifatnya coaching hanya memberikan advise,” papar Rama.

Sekadar diketahui, dari sejak berdiri hingga saat ini, Mitratex secara total telah memiliki sekitar 242 project, dengan sebagian besar menangani bidang IT Service Management dan Enterprise Architecture. “Kenapa kita banyak mengerjakan (bidang) ini, karena kebetulan kita memiliki expertise yang cukup kuat di bidang IT Service Management (ITSM), ITIL, dan di Enterprise Architecture. Dan kami juga berpartner dengan principal untuk memintasi tools yang mereka miliki terkait dengan Tool ITSM maupun tool Enterprise Architecture. Jadi, kami sudah dibantu juga dengan adanya teknologi tidak melulu menggunakan paper, menggunakan Excel dan Visio, tetapi sudah menggunakan tools yang memudahkan kami untuk menerjemahkan keseluruhan proses mereka menjadi digital,” tandasnya.

Terus Bertransformasi
Dalam paparannya Rama juga mengungkap beberapa model transformasi yang telah dan akan dilakukan Mitratex di masa mendatang. Pertama, Technology-Free, fase di mana sebagai perusahaan konsultan dalam melakukan kegiatannya tanpa melibatkan teknologi. ”Artinya proses assessment dan sebagainya dilakukan secara manual, kita face to face dengan klien kita catat mungkin dokumentasinya by Word atau by Excel, tapi mostly tidak ada teknologi secara khusus, hanya komputer dengan aplikasi Office seperti biasa,” ungkap Rama.

Lalu, yang kedua adalah Technology-Assisted. Di mana pada fase ini Mitratex sudah menggunakan teknologi dalam men-delivery produk. “Di Technology-Assisted kita sampaikan bahwa kita sudah menggunakan tools ITSM ataupun EA, untuk kita bisa men-deliver solusi-solusi kami ke klien,” ucapnya.

BACA JUGA:  Teknologi 5G Dukung Pemerintah Bangun Ekosistem Industri Gim

Yang ketiga adalah Technology-Facilitated, di mana dalam berinteraksi dengan customer tidak lagi face to face secara langsung. “Ini tentunya sudah dengan teknologi, kita membangun sistem, (atau) juga bisa menggunakan sistem yang sudah ada katakanlan seperti Zoom meeting. Jadi, tidak lagi harus face to face atau kita bisa menggunakan project sharing seperti Open Project dan sebagainya, untuk kita bisa sharing dokumen dan kolaborasi,” kata Rama.

Dan yang keempat, ini yang disebut menjadi satu andalan Mitratex sekarang, yakni Technology-Mediated. “Di mana kita bisa memberikan produk dan layanan kita tanpa adanya kontak fisik secara langsung dengan customer. Di sini kita memiliki solusi namanya Ascent untuk assessment center. Ini terkait bagaimana dari sisi klien bisa melakukan assessment tanpa perlu kontak langsung dengan kita secara fisik. Mereka bisa mengisi dengan berbagai macam form seperti quesioner dan sebagainya, dan sistem juga bisa langsung memberikan semacam scoring terkait dengan IT Maturity Level-nya. Itu semua bisa dilakukan by system. Jadi, kita bisa lihat secara langsung efeknya seperti apa dari sisi revenue dan lain sebagainya dari sisi jumlah project itu akan berpengaruh sangat signifikan ketika kita mengimplementasikan ini,” jelasnya.

Terakhir, atau yang kelima adalah Technology-Generated, ini transformasi yang tengah disiapkan Mitratex untuk masa yang akan datang. “Di sini harapannya adalah teknologi bisa memudahkan kami. Artinya ketika meng-assess kita bisa memanfaatkan yang namanya teknologi Artificial Intelligent (AI) atau Machine Learning based on data-data yang sudah kita miliki selama ini. Itu sangat memungkinkan nantinya untuk kita melakukan semacam scoring atau assessment secara otomatis by system,” kata Rama.

Jadi, lanjut Rama, tidak lagi perlu ada konsultasi secara manual oleh Mitratex sebagai konsultan ketika harus menelaah lebih jauh, semuanya bisa by system.

“Ini memang belum kami lakukan, tapi inisiatif ini sudah ada, karena kami akan sudah mulai masuk ke arah sana, sudah mulai mengembangkan yang namanya Artificial Intelligent,” tutupnya.

Tags: MitratexTOP Digital Awards 2021
Previous Post

TOP Digital Awards 2021: JakLingko Hadirkan Integrasi Transportasi Publik untuk Jakarta Yang Lebih Baik

Next Post

TOP Digital Awards 2021: Inilah Inovasi Promosi Pariwisata Kab. Kulon Progo Di Era Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arus Peti Kemas Internasional Melalui Pelindo Naik 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Dorong Pelaku IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto