Reporter: Irawan
Editor: Teguh IS
Dengan memiliki destinasi wisata yang beraneka ragam dan menawan, serta memiliki banyak tempat wisata kerajinan dan kuliner, Kabupaten Kulon Progo menggalakkan inovasi promosi pariwisata di era digital.
Inovasi ini bertujuan untuk mendukung misi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kulon Progo 2017-2022. Seperti menciptakan sistem perekonomian yang berbasis kerakyatan maupun mewujudkan pembangunan berbasis kawasan dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan didukung oleh teknologi serta infrastruktur yang berkualitas.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, S.Sn., M.A. dalam Penjurian TOP Digital Awards 2021, 19/11/2021, dalam menggalakkan inovasi promosi pariwisata di era digital, banyak program yang telah dilakukan pihaknya.
“Dimulai dengan menghadirkan pariwisata unggulan Kulon Progo seperti Geowisata KSPD Suroloyo, Agrowisata KSPD Sermo, Wisata Budaya KSPD Kiskenda, Wisata Alam KSPD Pansela, Ekonomi Kreatif KPSD Bandara Yia hingga menghadirkan pelatihan, event, kajian, film, dan festival. Juga mengelola secara aktif media sosial yang ada,” jelasnya.
Program Pelatihan
Kepada dewan juri, Joko Mursito mengatakan banyak pelatihan yang telah dilaksanakan hingga saat ini. Antara lain Pelatihan Digitalisasi, Pelatihan Desa Wisata, Pelatihan Peningkatan Inovasi dam Higienitas Sajian Kuliner.
“Selain itu juga melaksanakan Pelatihan Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata. Pelatihan Mitigasi Bencana di Destinasi Pariwisata. Dan Pelatihan Pengelolaan Toilet di Destinasi Pariwisata,” tambahnya.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Unik, Dikpora Kab. Kulon Progo Kembangkan Nilai Karakter Budaya Mataram
Program Event
Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo juga telah menjalakan sejumlah program event di antaranya adalah Kiskendha Mrahaswara. Merupakan event kepariwisataan dengan menyuguhkan atraksi budaya lokal yang berkembang di desa Jatimulyo yaitu legenda Sugriwa Subali yang menjadi ikon Gua Kiskenda. Kegiatan ini dilaksanakan di Gua Kiskenda. Dilaksanakan sebanyak 10 kali sepanjang tahun dengan melibatkan seniman lokal wilayah Girimulyo.
Berikutnya, Romansa Pansela. Merupakan event atraksi wisata yang bertujuan menumbuhkan perekonomian masyarakat khususnya pesisir laut Selatan. Selain itu juga Wisata Among Tani Lahan Pertanian Surjan, Fam Trip Difabel, Gelar CHSE Kemataraman.
Program Kajian
Selain melaksanakan program pelatihan dan event, terang Joko Mursito, juga melakukan banyak kajian untuk meningkatkan daya dukung pariwisata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kajian yang telah dilaksanakan di antaranya Kajian Landmark Ikon Wisata Kabupaten Kulon Progo. Selain itu Kajian Kelayakan Wisata Geoheritage Menoreh Kabupaten Kulon Progo.
Berikut sejumlah inisiatif yang telah dijalankan Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo
Program Film
Dalam program ini, Dinas Pariwisata Kulon Progo bekerja sama dengan berbagai pihak menghadirkan film berlatar Kulom Progo. Misalnya saja film yang telah dihadirkan adalah Dolan Mulia, Nusabrata, dan Menoleh Menoreh.
Festival
Pada festival, Dinas Pariwisata Kulon Progo dicatat menghadirkan Festival Bukit Cubung, Festival Paralayang, Menoreh Food Festival, dan Festival Pacak Sempuran.
Media Sosial
Hingga saat ini Dinas Pariwisata Kulon Progo mengelola Website, YouTube, Facebook ‘Dinas Pariwisata Kulon Progo’, dan Istagram @dinparkulonprogo. Untuk website. Link yang ada adalah: https://dinpar.kulonprogokab.go.id/.
Menurut Joko Mursito kembali, dengan semua inovasi yang telah dilakukan diharap dapat ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah di era pandemi melalui kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah). Selain itu juga dapat berperan dalam penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Dengan Smart City & SPBE, Kulon Progo Ingin Jadi Kota Cerdas














