Penulis: Achmad Adhito
Bank Maluku Malut terus menggelar rangkaian digitalisasi. Dan dalam lingkup tersebut, bank tersebut sudah mengimplementasikan konsep IoT (internet of things).
Hal tersebut dikatakan oleh Analis Pengembangan Aplikasi dan Delivery Channel Bank Maluku Malut, Yondri Latumanuwey, akhir pekan kemarin, dalam presentasi ke Dewan Juri Top Digital Awards 2021, yang digelar Majalah IT Works bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Yondri menjelaskan bahwa fungsi IoT tersebut, antara lain, untuk mengoptimalisasikan penerimaan kas pemerintah daerah (pemda).”Dalam hal itu, contohnya adalah ketika kami mengimplementasikan alat monitor pajak, dan lain-lain,” kata dia.
Ia pun menjelaskan beberapa hal lain tentang digitalisasi di bank tersebut. Antara lain, bahwa cloud app pun sudah berjalan. Dalam hal ini, untuk beberapa sistem, ada integrasi dengan pihak eksternal. “Tujuan hal ini pun untuk mendukung target-target pemda,” dia mengimbuhkan.
Digunakannya cloud app tersebut sangat memudahkan Bank Maluku Malut. “Kami bisa lebih efisien dengan cloud app. Sebab, lokasi kami kan jauh dari Jakarta.”
Dalam digitalisasi payment, Bank Maluku Malut memang memfokuskan diri ke pemda. Sebab, transaksi-transaksi pemda mengarah ke sisi non-tunai. “Dan memang, pada beberapa tahun terakhir, kami memang mengarah ke digitalisasi,” kata Yondri.
Organisasi TI
Di struktur keorganisasian, TI di bank tersebut dipimpin oleh seorang kepala divisi pengendalian keuangan dan teknologi. Ia bertanggung jawab langsung ke direktur umum.
Adapun yang dipimpin oleh kepala divisi tersebut, ada beberapa unit. Antara lain berikut ini: kepala subdivisi akuntansi dan keuangan; kepala subdivisi pengendalian TI.
Dari total SDM Bank Maluku Malut yang 638 orang, yang untuk TI sebanyak delapan. “Jadi, dalam hal ini, kami memang efisien SDM TI,” papar Yondri.
Bagaimana dengan besaran anggaran TI di Bank Maluku Malut? Penjelasan Yondri, kalau berdasarkan persentase terhadap total pendapatan, anggaran TI untuk tahun 2021 sebesar 2,54%. Sedangkan di tahun 2020, angka itu pada 2,77%.
“Jadi, memang ada sedikit penurunan. Penyebab hal ini adalah dampak Covid-19,” papar Yondri lebih lanjut.
Bank Maluku Malut punya rencana strategis TI. Yang sekarang dijalankan adalah rencana strategis periode 2017 sampai 2021. Ada tiga aspek yang ditekankan di periode tersebut. Yakni sebagai berikut: resources information, e-channel acceleration, dan system optimization.
Yondri berkata bahwa keandalan mengelola TI juga menentukan keberhasilan Bank Maluku Malut dalam memberikan satu informasi yang lengkap, akurat, terkini, dan tepat waktu. “Dengan informasi seperti itu, akan ada dukungan signifikan terhadap operasional bisnis.”














