Survei Global Investor Study pada 2021 mengungkapkan ketidakpastian income dan pekerjaan membuat masyarakat global, termasuk Indonesia menganggap investasi keuangan penting.
Sementara survei oleh DBS Bank menemukan berkurangnya pengeluaran yang tidak dapat dilakukan saat pandemi seperti traveling, membuat masyarakat cenderung menabung dan investasi jangka panjang.
Sayangnya, peningkatan investasi tersebut tidak diikuti oleh peningkatan literasi keuangan dan digital. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan tahun 2019, indeks literasi keuangan menunjukkan level literasi keuangan Indonesia sebesar 38,03 persen dimana setiap 100 orang penduduk terdapat sekitar 38 orang masuk kategori well literate.
Padahal perkembangan digital payment akan terus diperkirakan tumbuh dan mendominasi keuangan digital di Asia Tenggara. Ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara diprediksi tumbuh sebesar 319 miliar dolar AS pada 2025. Indonesia menguasai 40 persen dari ekonomi digital di Asia Tenggara atau sebesar 70 miliar dolar AS
Pada gilirannya, saat teknologi digital dan media online memberikan info yang belum tentu kebenarannya, bisa menarik dengan cepat investor yang menjadi target investasi bodong sehingga menjadi penyebab maraknya investasi ilegal.
Baca: Hebat, Indeks Literasi Keuangan Nasional Terus Meningkat
Menurut Institute For Development of Economics and Finance (Indef) merebaknya kasus penipuan investasi online yang merugikan masyarakat itu menyoroti pentingnya peran literasi digital dan keuangan di era transformasi digital.
Untuk itu, Indef menyarankan masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan dan digital agar terhindar dari penipuan investasi online yang tengah marak terjadi.
“Literasi keuangan dan digital perlu mendapat perhatian dengan maraknya penipuan investasi di masyarakat,” kata Kepala Center of Digital Economy and SMEs Indef Eisha M. Rachbini dalam diskusi daring, di Jakarta, Rabu, 30/03/2022.
Melalui peningkatan literasi keuangan akan menghasilkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap produk keuangan legal, manfaat dan risiko. Dengan adanya literasi keuangan akan meningkatkan tingkat literasi menjadi lebih dari 30 persen untuk masuk ke kategori masyarakat well literate atau terliterasi dengan baik.
“Selain itu, peningkatan kemampuan digital juga diperlukan karena potensi ekonomi digital yang besar perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia terhadap teknologi digital,” ujarnya.
Untuk mencegah maraknya penipuan investasi, Indef juga merekomendasikan penguatan kelembagaan dan ekosistem dengan memperkuat peran dan kerjasama antar kelembagaan dalam ekosistem keuangan digital dan meningkatkan kerangka regulasi mengenai keuangan digital.














