Menurut laporan Digital Footprint Intelligence (DFI) Kaspersky untuk Asia Pasifik, kebocoran basis data di wilayah tersebut menyumbang 95% dari total jumlah iklan. Pasar kebocoran data Singapura dan Australia sejauh ini adalah yang terbesar ketika melihat jumlah pesanan tertimbang PDB (produk domestik bruto).
Laporan tersebut menyoroti hasil yang dikumpulkan tahun lalu untuk organisasi dan bahkan negara untuk mengawasi kemungkinan ancaman eksternal dan terus mengawasi informasi tentang potensi aktivitas kejahatan dunia maya, termasuk yang sedang dibahas yaitu di Darknet.
Pemantauan sumber data eksternal dalam layanan Digital Footprint Intelligence Kaspersky, termasuk sumber daya Darknet, memberikan wawasan tentang aktivitas kejahatan dunia maya melalui berbagai tahap siklus hidup serangan.
Hasil analisis Darknet memperlihatkan ada dua jenis data utama yang ditemukan saat menganalisis jejak digital organisasi: aktivitas penipuan dan jejak serangan siber. Sementara Kaspersky menemukan banyak tanda penipuan, fokus dalam laporan tetap pada deteksi serangan.
Baca: Laporan Transparansi Kaspersky Bantu Investigasi Kejahatan Dunia Maya
Aktivitas Darknet terkait dengan dampak serangan (iklan tentang penjualan kebocoran data dan data yang disusupi) mendominasi statistik karena tersebar dari waktu ke waktu, di mana para pelaku kejahatan siber mulai melakukan penjualan, menjual kembali, dan mengemas kembali banyak kebocoran data dari masa lalu.
“Operasi kejahatan dunia maya di bawah permukaan web jelas sangat sibuk. Dari persiapan dan eksekusi serangan, hingga dampak kebocoran data dan kemudian menjual hingga menjual kembali informasi yang dicuri, sistem berbahaya yang fungsional ini merupakan ancaman serius bagi bisnis dan organisasi di Asia Pasifik,” kata Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik, Kaspersky, dikutip dari rilis, 28/09/2022.
“Menjual data dan akses ke perusahaan sering kali berjalan beriringan. Ini berarti serangan yang berhasil pada organisasi Anda bisa bercabang dua. Informasi rahasia Anda dapat dicuri dan dijual, dan para pelaku kejahatan siber dapat membuka serta menawarkan sistem Anda yang terinfeksi ke kelompok yang lebih berbahaya. Serangan ganda membutuhkan pertahanan proaktif yang mencakup respons insiden yang kuat dan kemampuan pemantauan Darknet melalui laporan intelijen ancaman secara real-time dan mendalam,” tambahnya.














