Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) menyelenggarakan literasi tentang investasi aset kripto kepada masyarakat.
Bappebti mencatat sebanyak 48 persen dari 16,55 juta pelanggan aset kripto pada November 2022 di Indonesia merupakan pelanggan berusia sekitar 18-35 tahun.
“Artinya umur-umur milenial yang saya khawatirkan ketika berinvestasi hanya ikut-ikutan semata. Karena gengsi dengan temannya,” ujar Plt Kepala Bappebti Kemendag Didid Noordiatmoko dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 05/01/2023.
Melalui literasi, diharapkan masyarakat akan teredukasi dengan lebih baik lagi, sehingga secara kualitas dalam transaksi tidak sekedar ikut-ikutan.
Baca: Bursa Kripto di Indonesia Diharapkan Hadir Tahun Ini
Sementara, Ketua Umum Aspakrindo Teguh Kurniawan Harmanda mengatakankan selain kepada pengusaha, literasi kepada masyarakat memang diperlukan.
“Jadi saran saya, jangan ikut-ikutan investasi, kalau kita tau kan influencer (pemengaruh) kan suruh beli ini beli itu, tapi mereka nggak tanggung jawab, koinnya juga nggak terdaftar jadi harus benar-benar (diperhatikan),” katanya.
Ia juga mengingatkan agar calon pembeli aset kripto menggunakan dana yang aman dalam bertransaksi yakni, tidak menggunakan dana operasional, dana darurat maupun dana kuliah bagi kawula muda.
Baca: Pemerintah Kembangkan Perdagangan Aset Kripto untuk Perkuat Ekonomi Digital














