HTC One hadir dengan serangkaian fitur-fitur menarik, seperti BlinkFeed, BoomSOund, dan kamera UltraPixel yang dikombinasikan dengan desain unibody berbahan alumunium yang mewah. Perusahaan mengklaim produk ini bakal mengubah cara konsumen menggunakan telepon, mentransformasi keseluruhan pengalaman mobile pengguna. Berikut ini review lengkap mengenai salah satu smartphone Android terbaik tahun ini, HTC One.DESAIN
HTC membanggakan produk yang dibuat dengan aluminium unibody ini. Terlebih produk terbaru dari kompetitor hanya memakai casing plastik. Dilihat sekilas, banyak yang berkomentar super phone ini mirip dengan BlackBerry Z10. Padahal kalau sama-sama memegangnya, akan terlihat jelas perbedaanya.
Desain HTC One sangat premium, terbuat dari bahan metal berkualitas yang finishingnya sempurna dengan detail yang presisi, terlihat seperti sebuah maha karya. Bahan metal biasanya berpengaruh pada tangkapan sinyal, tetapi produk ini dirancang memakai teknologi antenanya yang unik sehingga tangkapan sinyal tetap bagus. Dari semua produk yang pernah dibuat, HTC One inilah yang desainnya paling spektakuler. Produk tersedia dalam pilihan warna perak dan hitam yang ramping menjadikan nyaman dalam genggaman tangan.
LAYAR
Selain desain, kualitas layar juga menjadi prioritas. HTC One menggunakan layar Super LCD3 berukuran 4,7 inchi dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Teknologi layar HD sebelumnya sudah diaplikasikan di HTC Butterfly, namun density di One lebih tinggi yaitu 469 ppi sehingga gambarnya benar-benar cemerlang. Didukung chip Adreno 320, kualitas grafis semakin detail. Reproduksi warna nyaris sempurna dan lebih natural, begitupun dengan viewing angle-nya.
HTC Sense UI 5
Hampir semua vendor global memiliki sistem antarmuka yang dikembangkan sendiri untuk menunjukkan ciri khasnya. Dalam hal ini, HTC memiliki antarmuka yang disebut Sense UI. Di versi-versi sebelumnya, user interface mengandalkan penggunaan widget yang interaktif. Setelah mendengarkan feedback dari kustomer, HTC kemudian menyadari bahwa sebagian besar pemilik smartphone jarang menggunakan widget. Alasannya tak mau repot menyesuaikan tampilan homescreen.
Maka, antarmuka yang sudah bagus dirombak total dengan pendekatan berbeda. Hasilnya adalah Sense UI versi 5 yang diklaim menawarkan pengalaman baru yang benar-benar segar untuk pertama kalinya. Memang benar, saat saya pertama kali mengaktifkan HTC One, suasana baru langsung terpancar. Tak ada satupun bekas-bekas Sense UI versi sebelumnya yang terlihat di sini. Sense 5 memiliki hingga 5 home screen.
Screen utama dipakai untuk BlinkFeed yang menampilkan update informasi terbaru, sedangkan sisanya merupakan homescreen tradisional yang bisa diisi dengan aplikasi dan widget. Bagian atas dipakai untuk menampilkan jam digital dan informasi cuaca. Kemudian di bawahnya berupa konten menu. Ikon-ikon aplikasi terlihat lebih besar dengan jarak antar menu yang lebih renggang.
Penempatan aplikasi memanjang ke bawah, tidak lagi menyamping seperti sebelumnya. Ini soal selera, tetapi pengguna akan lebih capek scroll aplikasi ke bawah dibanding Sense versi sebelumnya yang menyediakan tiga tab (All, Frequent, Downloads), sehingga akses ke aplikasi tertentu lebih cepat. Meski demikian, secara umum antarmuka Sense 5 ini terlihat lebih minimalis dan modern.
KAMERA
HTC merancang teknologi kamera Ultra Pixel yang menghasilkan total penampang lebih besar yaitu 4 micrometer persegi. Dengan penampang lebih besar, maka cahaya yang masuk semakin banyak. Setiap pixel kamera HTC One menerima 300% cahaya lebih banyak dibanding 13 MP. Konsekuensinya, ukuran resolusi kamera menjadi lebih kecil yakni hanya 4 MP dan HTC sudah tidak peduli dengan ukuran megapixel.
Karena sesuai kaidah fotografi, semakin banyak cahaya masuk ke dalam sensor gambar, semakin bagus kualitas gambar yang bisa direkam termasuk akurasi warna. Pendekatan ini juga membuat kamera ultra pixel menghadirkan kemampuan low-light yang lebih bagus. Ini juga sekaligus menjelaskan bahwa UltraPixel bukanlah satuan baru setelah megapixel, melainkan teknologi yang diusung seperti halnya Pureview dari Nokia.
Selain sensor, HTC juga mengadopsi sensor Optical Image Stabilization (OIS) yang biasanya hanya ada di kamera digital. HTC One adalah smartphone kedua yang memiliki OIS setelah Nokia Lumia 920. Hadirnya OIS berpengaruh pada ketajaman hasil gambar, karena mereduksi goyangan atau getaran saat pengambilan foto maupun video terutama saat kondisi low-light atau subyek bergerak.
HTC juga meningkatkan teknologi ImageChip yang bisa auto fokus secara terus menerus dengan kecepatan tinggi, bahkan lebih cepat dari kedipan mata. Juga kemampuan untuk mengkompensasi cahaya dan perubahan warna sekaligus mengurangi noise. Kamera HTC UltraPixel menambahkan beberapa fitur dan efek lainnya, seperti 360’ panorama yang canggih, time sequencing dan penghapusan obyek.
Terobosan baru dari HTC ini menghadirkan kemampuan mengabadikan dan menampilkan foto menjadi hidup dalam bentuk kolase yang dinamis. Jika menu Zoe diaktifkan di antarmuka kamera, saat pengguna memotret sebenarnya tak hanya mengabadikan foto, tetapi juga merekam video berdurasi tiga detik.
Di galeri album, dengan cerdas sistem akan mengumpulkan koleksi foto, video, dan Zoo pada event yang sama, kemudian ditampilkan dengan cara yang unik berupa album foto yang “hidup” disertai efek transisi dan dengan iringan musik. Video tersebut juga dapat diolah ulang atau dibuat dengan tema berbeda, dan dengan mudah dibagikan melalui sosial media, email maupun layanan lainnya.
Boom SOund + Beat Audio
Selain kamera yang handal, multimedia juga menjadi fitur yang dijagokan HTC. Selama ini, vendor dikenal mengintegrasikan teknologi sound system dengan Beats Audio yang menghadirkan kualitas suara yang kaya dan otentik. Namun fitur ini hanya aktif ketika pengguna mencolokkan dengan headset. HTC kemudian mengembangkan teknologi BoomSound berupa speaker stereo yang letaknya di bagian depan dengan amplifier tersendiri, sehingga saat mendengarkan musik tanpa headset suaranya yang keluar terdengar lebih hidup.
HTC one memiliki dual microphone dan audio processing yang bisa melakukan perekaman HDR untuk menyimpan suara yang bersih dan kaya, sehingga cocok untuk merekam video berkualitas HD. Suara panggilan telepon juga terdengar nyaring berkat fitur Sense Voice, yang meningkatkan volume dan kualitas suara di lingkungan berisik sehingga percakapan telepon terdengar kencang dan jernih.
INERJA
HTC One adalah salah satu Android terbaik saat ini. Bersaing dengan flagship dari beberapa vendor terkemuka, smartphone ini tampil cemerlang dengan senjata mutakhir berupa chipset terbaru dari Qualcomm yaitu Snapdragon 600 dengan CPU Quad-core 1.7 GHz Krait 300, prosesor grafis Adreno 320 dan RAM 2GB. Didukung Android Jelly Bean 4.1, berbagai tugas dikerjakan dengan lancar dan mulus.
Mengenai baterai, HTC hanya membekalinya dengan kapasitas 2300 mAh. Memang masih banyak smartphone yang kapasitasnya di bawah itu. Tetapi dengan spesifikasi yang tinggi,tentu lebih baik jika kapasitas baterainya juga mengikuti. Satu hal yang cukup menggangu adalah baterai yang cepat panas ketika pengguna melakukan aktivitas di ponsel walaupun permasalahan ini juga ditemui di banyak smartphone yang memakai prosesor Quad Core. Tidak ada data resmi daya tahan baterai, dari hasil pengujian baterai mampu bertahan hingga sehari semalam. Cukup awet untuk smartphone high-end dengan konsumsi daya yang besar.
PENUTUP
Bila produk-produk premium lainnya kebanyakan hanya sekadar ‘upgrade’ dari tipe sebelumnya, HTC One adalah sebuah lompatan yang berhasil dilakukan HTC. Semuanya benar-benar baru. Desainnya sangat mewah. Tampilan antarmukanya berkelas. Kualitas fotografinya tak diragukan lagi. Jika melihat dari beberapa produk yang sudah ada, sangat memungkinkan, HTC One bakal menjadi smartphone Android terbaik di tahun ini. Walaupun HTC tidak bisa berpuas diri dengan pencapaian yang diperoleh. Karena produk yang hebat masih belum menjamin akan laku keras di pasar. Strategi marketing yang jitu menjadi penentu.














