Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) didorong menggarap pasar konsumen milenial dengan menyediakan sarana pembayaran digital. Bank Indonesia memfasilitasi para pelaku UMKM untuk menggunakan kanal pembayaran digital dengan menyediakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan bahwa kaum milenial, berusia antara 24-39 tahun, sebagian besar lebih suka bertransaksi secara digital atau nontunai. Mereka tidak biasa membawa uang tunai dalam jumlah besar.
“Kaum muda kita, 79 persennya sudah terbiasa dengan pembayaran digital, jadi kalau pelaku UMKM tidak siap dengan pembayaran digital maka mereka tidak jadi beli,” katanya saat pembukaan Grebeg UMKM DIY 2023 di Yogyakarta, Selasa, 10/07/2023.
Bank Indonesia memfasilitasi para pelaku UMKM untuk menggunakan kanal pembayaran digital dengan menyediakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Menurut Filianingsih, lewat QRIS UMKM dapat mengakses pembayaran digital dengan mudah dan membantu kenyamanan bertransaksi.
QRIS juga mempermudah UMKM memperoleh permodalan karena data transaksi pembayaran dapat digunakan sebagai credit scoring yang dapat mendorong keyakinan bank untuk menyalurkan kredit.
“Melalui QRIS riwayat transaksi UMKM akan terbaca oleh bank,” ungkapnya.
Baca juga: BI: “Penggunaan QRIS Sebagai Standar Pembayaran Nasional Meningkat Pesat”














