ItWorks- Badan Pengusahaan (BP ) Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, terus berupaya meningkatkan daya saing Batam yang merupakan salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia. Salah satu strateginya dengan mengejar pembangunan sarana pra sarana dan infrastruktur.
Pengembangan sejumlah infrastruktur vital terus ditngkatkan, seperti jalan utama, Fly Over- jembatan penghubung, dan beberapa infrastruktur strategis lain. Termasuk sarana pra sarana logistic dan kepelabuhanan yang sangat berperan penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, bisnis, industri dan perdagangan. Hal ini dilakukan sekaligus sebagai daya tatrik bagi investor dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, nyaman dan aman.
Di samping itu, sederet kegiatan dan program strategis BP Batam ini dilakukan juga untuk membangkitkan sektor pariwisata daerah dalam menarik kunjungan wisatawan. “Saya ingin Batam semakin maju. Maka dari itu, seluruh infrastruktur terus kita benahi untuk mengejar ketertinggalan. Saya berharap, daya saing kota ini terus meningkat dengan pembangunan infrastruktur yang ada, agar pertumbuhan ekonomi juga semakin meningkat,” ungkap Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dirilis Humas BP Batam melalui portal web resminya, belum lama ini.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan hal ini dilakukan juga selaras dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, yang menyebut bahwa investasi menjadi motor penggerak utama roda ekonomi daerah. Khususnya di Batam yang terletak di jalur perdagangan internasional.
Optimisme Rudi tak lepas dari capaian dan kinerja selama 2024. Misalnya pada Triwulan III 2024 tumbuh dengan capaian Rp 4,5 triliun. Jumlah ini meningkat signifikan dari Triwulan III 2023 yang hanya mencapai Rp 2,37 triliun.
Sepanjang tahun 2024, BP Batam melalui berbagai program dan kegiatan strategis mampu merubah kota berpenduduk sekitar 1,3 juta ini menjadi daerah ramah investasi dan roda penggerak ekonomi Provinsi Kepulauan Riau maupun nasional.
Melalui pengembangan sejumlah infrastruktur vital, BP Batam berhasil memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan semakin mengukuhkan posisi Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau.
Rudi meyakini, pengembangan infrastruktur pendukung sektor investasi di Batam memberikan dampak terhadap ekonomi daerah. Ini terbukti dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa dalam tiga tahun terakhir pasca badai Pandemi Covid-19. Tahun 2021, ekonomi Batam tumbuh 4,75 persen setelah di tahun sebelumnya mengalami minus 2,55 persen. Pada tahun 2022, pertumbuhannya pun mengalami kenaikan dengan capaian 6,84 persen dan tahun 2023 kembali meningkat menjadi 7,04 persen.














