Jakarta,ItWorks- Peraga Expo kembali menyelenggarakan pameran INATEX-INDO INTERTEX 2025 yang resmi dibuka hari ini (15/04) di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Beragam produk inovasi teknologi mesin, produk tekstil, hingga tren global dalam Industri tekstil dan garmen dihadirkan di ajang pameran yang akan berlangsung selama tiga hari, hingga 17 April 2025 ini.
Ajang pameran Inatex – Indo Intertex tahun ini merupakan event yang ke-21 dengan mengangkat tema “Transformasi Industri Tekstil Nasional”. Pameran INATEX 2025 menampilkan teknologi terbaru, tren global, dan solusi inovatif untuk industri tekstil dan garmen.
Diselenggarakan bersama Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), pameran ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan industri tekstil nasional. Termasuk strategi dalam menyikapi kebijakan tarif baru yang diterapkan Amerika Serikat (tarif resiprokal) yang juga berdampak bagi para pelaku industri ini di Indonesia.
“Meski belakangan ini, industri tekstil, termasuk produkpakaian jadi mengalami tantangan, namun kami tetap optimistis, industri ini ke depan tetap memiliki prospek besar bagi penggerak ekonomi nasional. Karena itu, melihat potensi besar, baik di pasar domestik maupun internasional, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian akan terus berupaya memperkuat ekosistem industri tekstil melalui berbagai kebijakan pendukung. Dalam hal ini, pelaku industri juga perlu terus melakukan inovasi, termasuk adopsi teknologi baru untuk daya saing global yang juga sejalan dengan tuntutan era revolusi industri 4.0,” ungkap Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki, Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, saat menyampaikan keynote speech dalam acara pembukaan pameran INATEX-INDO INTERTEX 2025 (15/04), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pemerintah memproyeksikan industri tekstil dan garmen menjadi salah satu dari 3 industri utama yang akan mendorong sektor ekonomi kreatif berkembang pesat di tahun 2025. Revolusi fesyen dengan penekanan pada material ramah lingkungan dan berkelanjutan, akan menjadi sub kategori yang digadang bakal makin diminati sejalan dengan tuntutan global sesuai prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnisnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja menyatakan, di tengah persaingan pasar global yang makin ketat, inovasi dan pemanfaat teknologi menjadi kunci penting bagi kelanjutan dan daya saing pelaku industri ini di kancah global. Apalagi dengan kebijkan tarif baru AS yang juga berdampak signifikan terhadap daya saing ekspor Indonesia ke AS. Sehingga pasar dalam negeri untuk saat ini akan menjadi salah satu tumpuan industri tekstil Indonesia, di saat pasar dunia bergejolak.
Pihaknyta pun berharap agar pemerintah segera membuat kebijakan yang bisa mendukung industry ini, termasuk “membentengi” Indonesia dan melindungi IKM dan industri TPT [tekstil dan produk tekstil] dari serbuan barang impor, terutama pakaian jadi.
“Ajang pameran Inatex- Indo Intertex 2025 ini akan memainkan peran penting bagi para pelaku industri tekstil di Indonesia untuk melihat dan mengantisipasi langkah ke depan. Beberapa kegiatan penting akan menjadi Key Higlights dalam pameran ini, di antaranya ada seminar dan workshops yang membahas tema terkini bagi industri ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Peraga Expo, Paul Kingsen dalam laporannya menyatakan, ajang INATEX-INDOTEX 2025 akan menampilkan banyak inovasi dan teknologi untuk keberlanjutan industri tekstil dan garmen. Hal ini sekaligus untuk membuktikan bahwa industri tekstil nasional tetap optimistis di tengah kontraksi ekonomi global.
Peserta Dari 12 Negara
Ajang ini menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari 12 negara dengan menghadirkan berbagai inovasi, teknologi, serta keberlanjutan industri tekstil dan garmen. Panitia pun sudah menyiapkan area sebesar 23.000 sqm untuk eksibitor dan pengunjung.
Hadirnya eksibitor dari luar negeri nantinya diharapkan turut memberi peluang bagi pengusaha lokal untuk membuka pasar internasional secara luasSehingga peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin agar pelaku produk tekstil dan garmen lokal dapat memperluas pasar ekspor. INATEX-INDOTEX 2025 juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha, agar industri tekstil dapat mendukung perekonomian dan menambah lapangan pekerjaan.
Di ajang ini juga dilakukan berbagai kegiatan, mulai seminar dan lokakarya untuk membahas tren teknologi dan inovasi terkini. Build Your Brand, program untuk membantu pengusaha fesyen mengembangkan brand (merek). Mereka. Tex Colour Trend Zone, menampilkan palet warna yang terinspirasi dari tren global dan warisan budaya Indonesia. Texmission, program misi interaktif dengan hadiah-hadiah menarik.
Produk dan layanan yang dipamerkan , seperti mesin bordir dan aksesoris, mesin jahit untuk garmen dan berbagai aplikasi, mesin press, mesin potong, dan peralatanc sistem finishing, peralatan laboratorium, mesin laundry, ironing, dan berbagai produk inovasi lainnya. (AC)














